6 Anak di Sleman Terpapar Radikalisme, Kesbangpol Lakukan Asesmen
Kesbangpol Sleman mengasesmen enam anak yang terpapar radikalisme hingga 14 hari untuk mengetahui tingkat keterpaparan dan menentukan penanganan yang tepat.
Aktivitas kapal nelayan di Pantai Baron di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari. Foto diambil 17 Agustus 2023/Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Gunungkidul meminta agar nelayan menyiapkan sarana-prasarana dengan baik sebelum melaut. Baju pelampung misalnya dapat memperkecil dampak kecelakaan laut (laka laut).
Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP Gunungkidul, Wahid Supriyadi mengatakan kesadaran nelayan untuk menggunakan perlengkapan keselamatan seperti baju pelampung masih rendah. “Kesadaran soal aspek keselamatan bagi nelayan perlu ditingkatkan lagi,” kata Wahid dihubungi, Kamis (13/6/2024).
BACA JUGA: Pertamina Pastikan Stok Biosolar di Jogja Aman dan Tercukupi
Wahid menambahkan instansinya terus mengupayakan untuk menfasilitasi peralatan keselamatan bagi para nelayan. Setiap tahun, DKP mengadakan pelatihan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) laka laut untuk nelayan. Khusus tahun ini, DKP tidak melaksanakan P3K itu karena tidak adanya alokasi anggaran.
"Dalam setiap pelatihan, DKP juga memberikan baju pelampung," katanya.
Disinggung perihal kejadian nelayan hilang/ perahu karam beberapa hari belakangan, Wahid mengaku itu disebabkan oleh gelombang tinggi. Fungsi baju pelampung sangat penting dalam situasi seperti itu.
“Kami sedang mengusulkan pengadaan baju pelampung ke DKP DIY melalui kegiatan untuk kelompok masyarakat pengawas yang anggotanya termasuk sebagian nelayan,” katanya.
Pada Rabu (5/6/2024) pukul 16.30 WIB, dua nelayan bernama Agung Widodo, 55, warga Pracimantoro dan Tatak Prayogo, 27, warga Girisubo dikabarkan hilang setelah memasang jaring lobster sekitaran Tebing Nguluran atau barat Pantai Sadeng.
BACA JUGA: Libur Iduladha 2024, 842.227 Kendaraan Diprediksi Meninggalkan Jabotabek
Kapal mereka diduga dihantam ombak dan hancur. Hal ini diketahui dari hasil pencarian tim yang menemukan serpihan perahu.
Koordinator SAR Satlinmas Wilayah I Gunungkidul, Sunu Handoko Bayu Sagara mengatakan pencarian kedua nelayan dihentikan pada Kamis (6/6) setelah mereka menemukan keduanya meninggal dunia di perairan Pantai Sadeng.
Sepekan sebelum kejadian yang menimpa Agung dan Tatak, dua nelayan Pantai Sadeng, Girisubo, Gunungkidul bernama Samuri dan Pardi juga dilaporkan hilang dan belum ditemukan hingga Sabtu (15/5/2024) malam.
Samuri dan Pardi yang menggunakan Perahu Motor Tempel (PMT) jenis Jukung berhasil ditemukan di perairan Pantai Baron pada Minggu (19/5/2024) pukul 07.44 WIB dalam keadaan lemas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kesbangpol Sleman mengasesmen enam anak yang terpapar radikalisme hingga 14 hari untuk mengetahui tingkat keterpaparan dan menentukan penanganan yang tepat.
Karhutla Gunung Semeru meluas ke tujuh titik di kawasan TNBTS. Dua helikopter dikerahkan untuk water bombing ke area sulit dijangkau.
Greenhost Boutique Hotel Yogyakarta Kembali menghadirkan ruang apresiasi seni melalui pameran lukisan bertajuk “Suara Alam
Anggaran MBG 2026 dipangkas dari Rp335 triliun menjadi Rp229 triliun. Realisasi hingga 27 Agustus mencapai Rp117 triliun.
PTDI optimistis N219 mampu merebut pasar pesawat 19 penumpang global dengan TKDN hampir 45 persen dan mendukung konektivitas wilayah 3T.
Rencana pengaturan tarif pesan-antar makanan memicu kekhawatiran konsumen. Harga GoFood, GrabFood, dan ShopeeFood dikhawatirkan ikut naik.