Komisi B DPRD Kota Jogja Minta Target Pendapatan 2027 Realistis
Komisi B DPRD Kota Jogja Soroti Penurunan Pendapatan Taman Budaya, Target 2027 Diminta Realistis
Warga Kota Jogja mengantre membuang sampah di Depo Sampah Mandala Krida Jogja, Selasa (21/5/2024) pagi. /Harian Jogja-Sugeng Pranyoto.
Harianjogja.com, BANTUL--Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP Bantul menghentikan operasi tangkap tangan (OTT) pembuang sampah liar sementara. Hal itu dilakukan hingga tempat pembuangan sampah (TPS) yang dapat digunakan warga.
"OTT sampah kami belum bergerak kembali," ujar Kepala Satpol PP Bantul, R. Jati Bayu Broto, Kamis (27/6/2024).
BACA JUGA: Libatkan CSR, Dukung Penanganan Sampah Pantai Selatan
Dia menyampaikan hal itu lantaran pihaknya masih menunggu kesiapan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul dan Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja untuk menyiapkan TPS.
"Kalau TPS sudah siap digunakan, kami akan kembali menggelar OTT yustisi," ujarnya.
Meski begitu, menurut Jati pihaknya masih memantau pembuangan sampah liar di beberapa ruas jalan yang marak disasar pembuang sampah liar. Beberapa ruas jalan tersebut antara lain di sisi utara perempatan Druwo, tepatnya di Jl. Parangtritis; dan Ringroad Selatan, Tamanan, Banguntapan.
BACA JUGA: Isi Liburan Sekolah, Anak-Anak di Sleman Diperkenalkan tentang Pengolahan Sampah Jadi BBM
Menurut Jati, apabila tetap dilakukan OTT maka tidak akan banyak berdampak terhadap pengurangan pembuangan sampah liar. Menurutnya saat ini masyarakat di Bantul dan Kota Jogja masih kesulitan membuang sampah lantaran belum ada TPS yang tersedia.
Jati pun mengaku tetap melakukan pengawasan terhadap pembuang sampah liar, namun hanya pihaknya hanya memberikan pembinaan terhadap pelaku pembuang sampah liar.
"Kita pengawasan tetap, tetapi tidak ada denda dan yustisi," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Komisi B DPRD Kota Jogja Soroti Penurunan Pendapatan Taman Budaya, Target 2027 Diminta Realistis
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan berdasarkan data resmi KAI Access.
BMKG memprakirakan mayoritas wilayah di DIY cerah pada Kamis 13 Agustus 2026. Bantul berpotensi berawan, sementara Kota Jogja terpanas.
Kiper 16 tahun Athaullah Daib motoran dari Gunungkidul ke Jogja demi latihan PSIM setelah dipromosikan dari EPA U-16 ke tim senior.
Kulonprogo mendorong penanganan Jalan Dekso-Samigaluh dan Jembatan Duwet. Jalan ditargetkan masuk anggaran 2027, jembatan masih dikaji.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.