Hantavirus Belum Ditemukan di Gunungkidul, Warga Tetap Diminta Waspada
Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan belum ada kasus hantavirus, namun warga diminta menjaga kebersihan dan waspada penularan.
Sebuah mobil melintas di Lokasi pembangun jalan alternatif Sleman-Gunungkidul di ruas Gayamharjo. Minggu (7/7/2024). Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, SLEMAN—Pembangunan jalur alternatif Sleman-Gunungkidul ruas Prambanan-Gayamharjo akhirnya dimulai. Ditargetkan pembangunan jalan tahap kesatu ini selesai di akhir tahun nanti. Ruas jalan ini tersambung dengan exit toll Bokoharjo ruas jalan tol Jogja-Solo.
Pembangunan jalan ini terlihat adanya aktivitas alat berat di Padukuhan Lemahbang di Kalurahan Gayamharjo. Pembangunan mulai dari simpang tiga di Kawasan tersebut menuju ke utara.
Sesuai dengan papan informasi proyek yang terpasang di sekitar Lokasi yang dibangun, pekerjaan diberi nama pembangunan jalan ruas Prambanan-Gayamharjo segmen B6. Penandatangan kontrak terlaksana 16 Mei 2024 dengan waktu pengerjaan 230 hari kalender.
BACA JUGA : Pembebasan Lahan Jalan Baru Sleman-Gunungkidul Ruas Gayamharjo Prambanan Diklaim Rampung
Diperkirakan dengan durasi waktu ini, maka pembangunan akan selesai di akhir tahun. Adapun anggaran membangun ruas ini sebesar Rp17,6 miliar. Sebagaimana diketahui, proyek yang terhubung dengan exit toll Jogja-Solo ini total panjang 9,08 kilometer. Pengerjaan proyek terbagi dalam segmen A sepanjang 4,73 kilometer dikerjakan oleh Pemerintah Pusat, sedangkan segmen B sepanjang 4,35 kilometer dikerjakan oleh Pemda DIY.
Salah seorang warga di Padukuhan Lemahbang, Heru mengatakan, warga menyambut baik adanya realisasi pembangunan jalan baru yang menghubungkan Gunungkidul dengan Sleman. pasalnya, proyek ini bisa bermanfaat untuk pengembangan kewilayahan yang lebih baik lagi.
“Warga tidak ada masalah berkaitan dengan pembangunan ini karena nantinya wilayah sini bisa lebih ramai,” kata Heru saat ditemui Minggu (7/7/2024).
Menurut dia, pengerjaan sudah berlangsung satu bulan yang lalu. Hingga sekarang pembuatan jalan baru terus dilakukan dengan menerjunkan sejumlah alat berat.
Meski belum jadi, Heru mengakui ruas jalan sudah mulai terlihat. Hal itu dikarenakan sudah ada upaya pelebaran maupun pengeprasan bukti yang akan menjadi jalan baru. “Masih proses dan kemungkinan akhir tahun baru selesai,” katanya.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembangunan jalan alternatif Sleman-Gunungkidul di ruas Gayamharjo-Prambanan, Andi Kurniawan Dharma belum bisa dikonfirmasi berkaitan dengan pembangunan jalan ini. Meski demikian, di beberapa kesempatan sebelumnya, ia menegaskan bahwa pembangunan jalan ini sudah digagas sejak lama. Kendati demikian, ruas terbangun belum sepenuhnya karena baru menyasar titik di wilayah Gunungkidul.
Adapun ruas jalan tersambung dengan Exit Toll Jogja-Solo di wilayah Sleman atau tepatnya Gayamharjo-Prambanan sepanjang 9,08 kilometer masih belum terbangun. “Pembangunan dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang dimiliki,” kata Andi, Minggu (12/5/2024).
BACA JUGA : Ruas Gayamharjo-Prambanan Sleman Butuh Anggaran Setengah Triliun Rupiah
Dia menjelaskan, untuk pembangunan ruas ini sudah membuat kajian. Adapun hasilnya, guna menyelesaikannya membutuhkan biaya sekitar Rp555 miliar.
Recananya pembangunan jalan yang tersambung dengan exit toll Jogja-Solo ini dibagi menjadi dua. Segmen A atau sisi barat mulai dari wilayah Prambanan hingga Padukuhan Mlakan, Sambirejo akan dibangun melalui program Inpres Jalan Daerah dari Pemerintah Pusat. Total ruas ini memiliki Panjang sekitar 4,73 kilometer dan diperkirakan biaya yang dibutuhkan sebesar Rp268,8 miliar.
“Tahun lalu sudah terbangun sepanjang 1,2 kilometer dengan memanfaatkan program jalan inpres daerah. Untuk tahun ini, kami mengajukan program yang sama guna membangun sepanjang 1,75 kilometer,” katanya.
Adapun segmen B memiliki panjang 4,35 kilometer dari Padukuhan Lemahbang, Gayamharjo menuju Mlakan, Sambirejo di Kapanewon Prambanan. Rencananya ruas ini dibangun oleh Pemerintah DIY dengan perkiraan biaya sekitar Rp286,2 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan belum ada kasus hantavirus, namun warga diminta menjaga kebersihan dan waspada penularan.
Barantin membentuk satgas 24 jam untuk mengawasi hewan kurban jelang Idul Adha 2026 dan memastikan lalu lintas ternak aman.
Polres Ponorogo menggeledah ponpes di Jambon usai pimpinan pesantren jadi tersangka pencabulan santri. Polisi sita sejumlah barang bukti.
Harga sembako Banyumas jelang Iduladha 2026 masih stabil. Harga sapi dan domba naik, namun stok pangan dipastikan tetap aman.
BMKG DIY memperingatkan potensi El Nino 2026 yang memicu musim kemarau lebih kering dan risiko kekeringan ekstrem mulai Juli hingga Oktober.
Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) menyelenggarakan SV Career Days UGM 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM mulai Kamis (21/5/2026)