Fakta Janggal Temuan 11 Bayi di Pakem Sleman, KPAI Buka Suara
KPAI soroti kejanggalan temuan 11 bayi di Sleman. Diduga ada praktik perdagangan bayi berkedok adopsi dan penitipan anak.
Jemaah haji - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Gunungkidul menyampaikan ada satu jemaah asal Kapanewon Panggang, Gunungkidul yang ditinggal di Jeddah, Arab Saudi. Jemaah bernama Samidi, 79 ini masih menjalani perawatan akibat stroke.
Kepala Kankemenag Gunungkidul, Sa’ban Nuroni mengatakan Samidi mengalami stroke setelah mengikuti puncak ibadah haji selesai.
“Informasi terakhir sudah stabil, tapi belum bisa komunikasi secara leluasa,” kata Sa’ban dihubungi, Senin, (8/7/2024).
Sa’ban menyampaikan Kankemenag juga telah menyampaikan situasi ini ke keluarga Samidi. Kankemenag menyerahkan penanganan ke tenaga medis di Jeddah termasuk kepulangannya.
Total jemaah haji asal Gunungkidul, kata dia ada 320 orang. Kecuali Samidi, semua kembali dengan selamat, Minggu, (7/7) malam.
“Ada juga satu jemaah belum selesai menjalani rangkaian ibadah haji, karena dia kan menyusul,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPAI soroti kejanggalan temuan 11 bayi di Sleman. Diduga ada praktik perdagangan bayi berkedok adopsi dan penitipan anak.
Ducati jual fairing asli MotoGP GP25 Márquez dan Bagnaia lewat MotoGP Authentics untuk kolektor
Meta PHK 8.000 karyawan di tengah investasi besar AI meski perusahaan catat laba tinggi
Pembangunan akses keluar-masuk (ramp on/off) dan Gerbang Tol Trihanggo di area Simpang Kronggahan, Sleman terus bergulir. Proyek konstruksi yang menjadi bagian
Survei State of Motherhood 2026 ungkap rumah tangga bisa kacau dalam 1–2 hari tanpa peran ibu
Kadek Dhinda tersingkir di Malaysia Masters 2026 setelah kalah dari Ratchanok Intanon di babak 32 besar