Festival Jeron Beteng Jogja, Ada Layang-Layang hingga Pawai Ogoh-Ogoh
Event ini merupakan upaya Dispar dalam rangka memperkenalkan destinasi Njeron Benteng sekaligus destinasi wisata Jogja sisi selatan.
Pelatihan jukir yang diinisiasi oleh Dishun Kota Jogja, Rabu (24/7/2024) - Dokumentasi Pemkot Jogja
Harianjogja.com, UMBULHARJO—Untuk meningkatkan kualitas perpakiran di Kota Jogja,Dinas Perhubungan (Dishub) mengundang 150 juru parkir (jukir) untuk diberikan pelatihan, Rabu (24/7/2024).
Kepala Dishub Kota Jogja Agus Arif Nugroho menjelaskan, jukir diberi edukasi kaitannya dengan undang-undang dan peraturan yang mengatur tentang perparkiran, teknik pengaturan dan pengendalian parkir, serta pengenalan rambu-rambu lalu lintas.
Ada juga materi tentang pengenalan fasilitas parkir, persyaratan pembangunan fasilitas parkir, hingga teknik pengaturan parkir yang baik.
Menurutnya, materi-materi itu penting untuk disampaikan. Mengingat banyaknya masalah yang terjadi di lapangan, seperti parkir sembarangan dan tarif parkir yang tidak sesuai dengan ketentuan.
"Dengan pelatihan ini, diharapkan para juru parkir dapat memberikan pelayanan yang lebih baik dan profesional," kata Agus.
BACA JUGA: Geledah Kantor Ditjen Minerba, KPK Temukan Bukti Dugaan Suap Izin Tambang Maluku Utara
Dia menambahkan, jukir punya peran dalam menciptakan kenyamanan bagi pengguna jalan. Menurutnya, juru parkir tidak hanya berperan sebagai penjaga kendaraan, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Juru parkir adalah ujung tombak dari pelayanan publik di sektor perparkiran. Kita harus mampu memberikan pelayanan yang prima dan menjamin keselamatan serta kenyamanan bagi para pengguna jasa parkir,” katanya.
Kepala Bidang Pemberdayaan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kemenhub Trisno Susanto menyebut, selain keterampilan jukir juga harus dibekali dengan nilai kejujuran. Baginya, kejujuran menjadi landasan utama yang harus dimiliki oleh jukir. Ini untuk membangun kepercayaan dan reputasi yang baik di mata masyarakat.
“Kejujuran adalah kunci utama dalam pekerjaan ini. Mengerti dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas adalah keharusan. Di samping itu, pelayanan yang prima dan pengalaman yang baik harus selalu diutamakan. Jangan pernah ragu untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Event ini merupakan upaya Dispar dalam rangka memperkenalkan destinasi Njeron Benteng sekaligus destinasi wisata Jogja sisi selatan.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Buku Kampus Pergerakan diluncurkan saat 28 tahun Reformasi, mengulas sejarah panjang perjuangan mahasiswa sejak 1986.
Tiga calon Sekda Sleman sudah dikantongi Bupati. Tinggal tunggu restu Sri Sultan sebelum pelantikan.