Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Pengerjaan proyek revitalisasi Tugu Jogja, Oktober 2020. /Harian Jogja-Desy Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA—Pemkot Jogja kini memiliki layanan rekomendasi gaya arsitektur bangunan bernama Legomoro Bakar yang merupakan singkatan dari Akselerasi dan Otomatisassi Rekomendasi Bentuk/Gaya Arsitektur. Melalui inovasi ini masyarakat bisa berkonsultasi terkait gaya arsitektur secara lebih efisien.
Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Jogja, Yetti Martanti, menjelaskan layanan rekomendasi gaya arsitektur bangunan merujuk pada Peraturan Gubernur No. 48/2023 yang mengatur tentang pembagian wewenang antara Pemkot Jogja dengan Pemda DIY terkait kewenangan rekomendasi.
“Selama ini, proses pelayanan rekomendasi bentuk atau gaya arsitektur dilakukan secara manual dan melibatkan berbagai tahapan seperti pemeriksaan dokumen, survei lapangan, dan koordinasi lintas instansi. Kendala dalam proses ini sering kali mengakibatkan penundaan dan kurang lancarnya komunikasi antarpihak terkait,” ujarnya, Sabtu (27/7/2024).
Maka pihaknya pun mengembangkan inovasi Legomoro Bakar. Sistem ini revolusioner karena mengintegrasikan proses perizinan Rekomendasi Bentuk Arsitektur dengan Jogja Smart Service (JSS) dan Perizinan Online Satu Pintu, mengubah prosedur pelayanan dari manual menjadi terstruktur dan terintegrasi.
Dengan adanya fitur ini di dalam sistem JSS, manfaatnya sangat luas. Bagi institusi, proses otomatisasi akan memungkinkan verifikasi dokumen secara cepat, penugasan tugas yang efisien, dan pemberitahuan status permohonan yang langsung kepada pemohon. Bagi masyarakat, fitur ini akan memberikan aksesibilitas yang lebih baik dengan kemampuan mengajukan permohonan kapan saja tanpa terikat jam kerja kantor.
Selain meningkatkan efisiensi, sistem ini juga memperbaiki koordinasi antara berbagai pihak yang terlibat dalam proses perizinan, mengurangi kemungkinan kesalahpahaman dan penundaan. Informasi yang lebih transparan dan kemampuan memantau status permohonan secara real-time akan mengurangi kebingungan dan ketidakpastian pemohon.
Dengan inovasi ini, ia berharap Pemkot Jogja bisa semakin emberikan pelayanan publik yang lebih baik. “Memastikan pelestarian warisan budaya yang berharga, serta memenuhi harapan masyarakat akan pelayanan yang cepat, transparan, dan efisien,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Prabowo resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, soroti keadilan sosial dan nilai Pancasila dalam kasus buruh Indonesia.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
BPBD Bantul siapkan Rp20 juta untuk antisipasi El Nino. Potensi kekeringan dan kebakaran mulai dipetakan sejak dini.
Prabowo kunjungi Museum Marsinah Nganjuk, soroti sejarah buruh Indonesia dan perjuangan hak pekerja serta penghormatan pahlawan nasional.
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.