Penjualan Motor Listrik di Jogja Naik, Sleman Jadi Pasar Terbesar
Pasar motor listrik di Jogja terus tumbuh. Indomobil eMotor menyebut Sleman menjadi pasar terbesar dengan penjualan menjanjikan.
Ilustrasi korban kekerasan seksual./Pixabay
Harianjogja.com, JOGJA - Unit Pelaksana Teknis Balai Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) DIY menyatakan segera memberikan pendampingan psikologis kepada sejumlah anak yang jadi korban dugaan kekerasan seksual di Saptosari, Gunungkidul oleh guru mengaji mereka berinisial S.
Pendampingan psikologis nantinya akan diberikan dengan berkoordinasi bersama UPTD PPA Gunungkidul termasuk Satgas PPA kabupaten setempat agar para korban anak bisa tertangani kondisi traumanya yang diakibatkan dari dugaan insiden pencabulan tersebut.
Kepala UPT PPA DIY Beni Kusambodo menjelaskan, dalam proses pendampingan itu pihaknya akan mendorong korban melakukan pelaporan kepada Polres setempat, meski sebelumnya aparat kepolisian sudah memproses kasus ini meskipun terkesan lamban.
Menurut Beni, sebelumnya para korban dan pihak keluarga tidak berani melaporkan dugaan kejadian kekerasan seksual itu lantaran takut wilayahnya tercemar dengan adanya insiden tersebut. Total 10 orang korban anak akan diberikan pendampingan psikologis dan penguatan mental pada kasus itu.
"Dalam minggu ini sudah dilaksanakan proses pendampingan. Korbannya kan total 10 anak, tapi yang baru teridentifikasi baru dua orang," kata Beni, Senin (29/7/2024).
BACA JUGA: Kasus Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak di Gunungkidul Masuk Tahap Penyidikan
Beni menjelaskan, dalam proses pendampingan itu pihaknya juga akan berusaha menggali keterangan dari para korban anak berapa banyak jumlah detail yang terlibat dalam kasus tersebut. Pasalnya petugas masih kesulitan mendapatkan informasi dari terduga pelaku terkait dengan berapa jumlah korban yang telah dilecehkannya.
"Dalam pendampingan itu kami akan berusaha membuat anak nyaman agar mereka mau cerita lebih jelas apa yang dialami," katanya.
Kepala DP3AP2 DIY Erlina Hidayati Sumardi menyebutkan, penanganan kasus itu sekarang tengah berproses oleh UPT PPA Gunungkidul yang juga dipantau dan berkoordinasi dengan UPT PPA DIY. Satgas PPA di GunungKidul, kata dia juga telah menindaklanjuti penanganan kasus tersebut bersama dengan Polres setempat agar terduga pelaku segera diproses hukum.
"Yang jelas sekarang kasus hukumnya sudah ditangani oleh Polres Gunungkidul. Kapolres juga sudah terjun langsung. Beberapa orang tua korban sudah mendapat pendampingan UPT PPA dan resmi mengadukan ke Polres Gunungkidul dan segera menyusul dengan korban anak," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pasar motor listrik di Jogja terus tumbuh. Indomobil eMotor menyebut Sleman menjadi pasar terbesar dengan penjualan menjanjikan.
PSIS Semarang resmi menunjuk Widodo C Putro sebagai pelatih anyar untuk memburu target promosi ke Liga 1 musim 2026/27.
BPBD Gunungkidul belum menetapkan siaga darurat kekeringan meski musim kemarau 2026 sudah dimulai sejak akhir April.
BNPB melaporkan banjir melanda Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat akibat hujan deras, ribuan rumah terendam.
KPK mendalami dugaan aliran uang kepada Bupati Tulungagung nonaktif Gatut Sunu Wibowo lewat pemeriksaan sembilan saksi.
Anwar Ibrahim mendesak Israel segera membebaskan aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan saat membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza.