Belasan Dapur MBG di Sleman Masih Berhenti Beroperasi
Sebanyak 11 SPPG di Sleman menghentikan operasional sementara akibat kendala renovasi, IPAL, dan administrasi.
Aktivitas pengunjung saat akan menyusuri wisata Goa Pindul di Kalurahan Bejiharjo, Karangmojo, 28 Juni 2022-Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Gunungkidul menyampaikan ada 437.124 wisatawan mengunjungi Bumi Handayani selama Juli 2024.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dispar Gunungkidul, Supriyanta mengatakan dari jumlah wisatawan tersebut, pendapatan asli daerah (PAD) yang didapat mencapai Rp4,8 miliar. Adapun data per 1 Juli 2024, angka kunjungan wisatawan mencapai 1.532.787 orang.
BACA JUGA: Kunjungi Lapas Perempuan Wonosari Gunungkidul, Menteri PPPA Tinjau Pelatihan Keterampilan
Dengan begitu, PAD hingga akhir Juli 2024 mencapai Rp21,7 miliar. Apabila melihat target PAD dari sektor pariwisata sebesar Rp28,4 miliar, maka Dispar masih perlu meraih Rp6,4 miliar.
PAD tersebut didapat dari tiga belas pos retribusi yang menjadi pintu masuk wisatawan. Beberapa di antaranya yaitu Pos Baron, Pos Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), Goa Cerme, Pulegundes, dan Watugupit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 11 SPPG di Sleman menghentikan operasional sementara akibat kendala renovasi, IPAL, dan administrasi.
Tambahan dana transfer ke daerah telah dihitung pemerintah dan kini menunggu arahan Presiden Prabowo Subianto sebelum diumumkan.
Data pariwisata DIY dinilai belum utuh. Sensus Ekonomi 2026 diharapkan memperbaiki kualitas data untuk menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Kodim 0706/Temanggung menyalurkan 5.000 liter air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Temanggung saat debit sumber air mulai menurun.
Indonesia All Stars siap menghadapi Aston Villa di SUGBK pada 1 Agustus 2026. Brandon Scheunemann masuk skuad bersama Ezra Walian, Zé Valente, dan Hokky Caraka.
RUU Perampasan Aset disebut ditolak DPR ramai di media sosial. Pengamat menegaskan pembahasan masih berjalan dan mengingatkan publik agar tidak terjebak hoaks.