Tekan Pengangguran, Padat Karya Digelar di 65 Titik di Gunungkidul
Program padat karya di Gunungkidul digelar di 65 titik pada 2026 dengan anggaran Rp100-200 juta per lokasi untuk membuka lapangan kerja dan meningkatkan ekonomi
Ilustrasi Pilkada - Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—DPD PAN Sleman bersama partai koalisi terus menggodog bakal calon wakil bupati untuk mendampingi Bupati Kustini Sri Purnomo di Pilkada 2024. Diharapkan dalam waktu dekat sudah ada kesepakatan berkaitan dengan calon wakil ini.
Sekretaris DPD PAN Sleman, Inoki Azmi Purnomo mengatakan, dukungan terhadap Bupati Kustini Sri Purnomo sebagai calon bupati di Pilkada 2024 semakin menguat. Pasalnya, ada potensi partai lain bergabung untuk mengusung calon bersama setelah menjalin koalisi dengan PKB dan PKS.
“Kita mengajak partai di Koalisi Sleman Bersatu untuk bergabung. Alhamdulillah responnya baik dan Insya Allah akan ada partai lain yang bergabung,” kata Inoki, Rabu (7/8/2024).
Meski sudah ada calon bupati yang diusung, ia mengakui hingga sekarang calon pendamping belum ditentukan. Inoki mengakui ada tiga kandidat yang masuk dalam bursa calon wakil bupati.
Hanya saja, dirinya masih enggan menyebutkan secara pasti. Ia berdalih kepastian menunggu finalisasi pencalonan dari anggota partai koalisi karena komunikasi intens terus dijalin hingga saat ini.
BACA JUGA: Menangkan Harda-Danang di Pilkada Sleman, Mesin Politik PDIP Mulai Dipanasi
“Ada tiga nama yang mencuat, tapi untuk kepastian masih menunggu sampai rekomendasi turun. Nanti pasti ketahuan siapa yang akan mendampingi Bu Kustini,” katanya.
Terpisah, Ketua DPD PKS Sleman, Indra Gumilar mengatakan, pencalonan di Pilkada Sleman masih sangat cair. Menurut dia, berbagai kemungkinan masih bisa terjadi di tengah mencuatnya Kustini Sri Purnomo dan Harda Kiswaya sebagai calon bupati.
“Semua masih memungkinkan karena pada dasarnya masih sangat dinamis sehingga berbagai skema bisa terjadi,” katanya.
Ketua DPD Golkar Sleman, Janu Ismadi mengatakan, di internal Koalisi Sleman Bersatu masih membahas berkaitan dengan calon wakil bupati, pendamping Harda Kiswaya. Diharapkan dalam beberapa hari ke depan sudah ada kepastian sehingga dapat diusulkan untuk mendapatkan rekomendasi ke DPP.
“Rekomendasi ini berpasangan dan ditunggu dua atau tiga hari lagi, kalau calon wakil sudah clear, kita ajukan DPP untuk mendapatkan rekomendasi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program padat karya di Gunungkidul digelar di 65 titik pada 2026 dengan anggaran Rp100-200 juta per lokasi untuk membuka lapangan kerja dan meningkatkan ekonomi
Sekolah Rakyat MA 20 Sleman memastikan PWA masih berstatus siswa dan membantah kabar kabur maupun putus sekolah usai kasus celurit.
Krisis migran di perbatasan Spanyol-Maroko menewaskan 67 orang. Gelombang penyeberangan massal diduga dipicu faktor politik dan diplomatik.
Petani di Kapanewon Semin mulai panen tembakau Grompol. Harga daun basah Rp4.500 per kilogram dan tetap dinilai menguntungkan.
Satu bayi kasus penitipan di Pakem masih dirawat BRSPA Dinsos DIY setelah orang tua biologis meminta perpanjangan masa penitipan.
Program Sapa Bantul kembali disalurkan kepada 1.000 KPM melalui warung pangan warga dengan paket sembako bergizi senilai Rp200.000.