Putus 2 Tahun Diterjang Banjir, Jembatan Dodogan-Pokoh Diperbaiki
Jembatan Dodogan-Pokoh di Bantul mulai diperbaiki setelah putus akibat banjir bandang. Proyek senilai Rp1,9 miliar ditargetkan selesai Desember 2026.
Mantan Pj Walikota Jogja sekaligus kandidat kepala daerah dari Partai Gerindra Singgih Raharjo memberikan keterangan kepada wartawan, Kamis (15/8/2024). /Harian Jogja-Yosef Leon.
Harianjogja.com, JOGJA—Mantan Pj Walikota Jogja yang juga kandidat kepala daerah dari Partai Gerindra Singgih Raharjo mengaku tengah menjajaki komunikasi dengan sejumlah partai politik lain untuk bergabung dengan koalisi partainya dalam Pilkada 2024 mendatang.
Diketahui Singgih telah mendapatkan surat tugas dari Partai Gerindra beberapa waktu lalu untuk menjadi Bakal Calon Wali Kota Jogja atau Bakal Calon Wakil Wali Kota Jogja. Sejumlah partai pun disebut telah memberi sinyal untuk mendukung Singgih maju yakni Golkar, PKS dan PPP.
BACA JUGA : Jelang Pendaftaran Pilkada, Koalisi Partai di Jogja Masih Cair
"Soal penambahan parpol yang bergabung tentu sangat dimungkinkan," kata Singgih, Kamis (15/8/2024) di Kompleks Kepatihan seusai agenda Penyerahan Satyalancana Karya Satya.
Mantan kepala Dinas Pariwisata DIY itu menyebut, perkembangan politik ke depan masih sangat cair meskipun tahapan pendaftaran calon kepala daerah hanya tinggal dua pekan lagi. Dirinya menyebut terus mengikuti perkembangan dan berproses.
"Jadi saya terus mengikuti proses itu, ada beberapa dinamika dan saya ikuti terus," katanya.
Hanya saja Singgih belum mengungkapkan apakah dirinya bakal maju sebagai calon Walikota atau calon Wakil Walikota, sebab dalam surat tugas Partai Gerindra itu dirinya diamanatkan untuk mengemban keduanya.
Pun demikian dengan sosok calon Wakil Walikota yang nanti mendampingi dirinya jika Singgih maju sebagai calon Walikota Jogja. Singgih menyebut semuanya sedang berproses dan dalam waktu yang tepat akan diumumkan.
"Sekarang sedang berproses ya untuk koalisi, karena saya kan juga diberi surat tugas untuk berkomunikasi dengan parpol kemudian juga pasangan dan ini sedang berproses, sedang digodok," ungkapnya.
Singgih juga membeberkan kriteria sosok yang dianggapnya tepat untuk berduet dengan dirinya pada Pilkada serentak mendatang yakni melihat pada kapasitas, elektabilitasnya serta hasil survei yang telah dikerjakan pihak ketiga.
"Pastinya saya mengikuti dinamika politik, inilah yang kemudian harus dikerucutkan, namanya proses kan kemudian ada diskusi, ada melihat sosoknya, dilihat kinerja dan elektabilitasnya dari beberapa survei," ucap Singgih.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Dodogan-Pokoh di Bantul mulai diperbaiki setelah putus akibat banjir bandang. Proyek senilai Rp1,9 miliar ditargetkan selesai Desember 2026.
William Zepeda mengalahkan Lamont Roach Jr lewat kemenangan angka mutlak untuk merebut gelar juara dunia kelas ringan WBC di Las Vegas.
Bupati Sleman mendorong kepatuhan pajak di tengah pertumbuhan ekonomi 6,53 persen dan menilai peran konsultan pajak semakin penting.
Timnas Indonesia menggelar latihan jelang menghadapi Vietnam di Piala AFF 2026. Marselino Ferdinan masih absen karena cedera.
Bank Mandiri memprediksi inflasi Juli 2026 sebesar 0,03 persen secara bulanan. Penurunan harga pangan diperkirakan menahan kenaikan inflasi.
Suzuki XL7 terbaru hadir dengan fitur keselamatan modern, teknologi SHVS 1.500 cc, serta harga mulai Rp274,3 juta di Jakarta.