Ekspor DIY Juli 2026 Capai US$50,64 Juta, Surplus Perdagangan US$37,43 Juta
Ekspor DIY Juli 2026 mencapai US$50,64 juta dan impor US$13,21 juta. Neraca perdagangan surplus US$37,43 juta.
Kekeringan - Ilustrasi StockCake
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY menyebut saat ini tidak ada kekeringan tanaman padi di DIY. Sebab lahannya ditanami tanaman palawija, sayuran, hingga tembakau.
Plt. Kepala DPKP DIY, R. Hery Sulistio Hermawan mengatakan lahan yang ditanami padi saat ini hanya lahan-lahan yang beririgasi teknis. Seperti di Kabupaten Sleman dan Bantul, yang sudah ditanami sejak Juli 2024 lalu. "Saat ini tidak ada kekeringan [lahan] padi," ucapnya, Selasa (20/8/2024).
Ia menjelaskan untuk lahan tadah hujan seperti di Kabupaten Gunungkidul, diperkirakan baru akan ditanami padi pada Oktober 2024 mendatang, setelah terjadi musim hujan. Sehingga panen padi diperkirakan akan terjadi di awal tahun depan. "Untuk yang lahan tadah hujan panen sekitar Januari-Februari," katanya.
Sedangkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY mengeluarkan peringatan dini kekeringan di DIY.
Kepala Stasiun Klimatologi DIY, Reni Kraningtyas mengatakan peringatan dini ini berdasarkan hasil pemantauan curah hujan hingga 20 Agustus 2024, serta prakiraan peluang curah hujan 2 dasarian ke depan.
BACA JUGA: Warga Tutup Akses Proyek Tol Jogja-Bawen, Kesal Makam Terdampak Tak Kunjung Direlokasi
Ada potensi kekeringan meteorologis dengan status siaga, yakni telah mengalami hari tanpa hujan >31 hari dan prakiraan curah hujan rendah <20 mm/dasarian dengan peluang terjadi di atas 70%. Terjadi di Kota Jogja Kabupaten Kulonprogo, Sleman, Gunungkidul, dan Bantul.
Ia menjelaskan peringatan dini kekeringan meteorologis adalah berkurangnya curah hujan dari keadaan normalnya. "Dalam jangka waktu yang panjang dengan kurun waktu bulanan, dua bulanan dan seterusnya," ungkapnya.
Bagi masyarakat dan pemerintah diimbau untuk mengantisipasi dampak kekeringan meteorologis ini. Bisa berdampak pada sektor pertanian dengan sistem tadah hujan, penurunan ketersediaan air tanah atau kelangkaan air bersih, dan potensi kebakaran hutan dan lahan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ekspor DIY Juli 2026 mencapai US$50,64 juta dan impor US$13,21 juta. Neraca perdagangan surplus US$37,43 juta.
Kementerian PU mendapat anggaran 2027 Rp114,59 triliun. Konektivitas jalan dan jembatan menjadi sektor dengan alokasi terbesar.
Jumlah lansia di Kota Jogja mencapai sekitar 16% pada Juli 2026. DPRD mendorong lansia tetap aktif, sehat, dan rutin bersosialisasi.
Sepekan dikelola KAI Commuter, KA Bandara YIA melayani hingga 8.000 penumpang per hari saat akhir pekan dengan 50 perjalanan.
Volume sampah Sleman mencapai 15.429 ton hingga pertengahan September 2026. DLH mewaspadai risiko kebakaran saat musim kemarau.
Onsen Resort Kaliurang menghadirkan konsep akomodasi yang memadukan suasana pegunungan dengan nuansa Jepang di kawasan lereng Gunung Merapi, Sleman