8 Warga Sleman Siap Transmigrasi ke Sulawesi, Tinggal Tunggu Jadwal
Delapan warga Sleman dari dua KK siap mengikuti transmigrasi 2026 ke Poso dan Polewali Mandar. Mereka tinggal menunggu jadwal pemberangkatan.
Ilustrasi calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI)./JIBI-Solopos
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Dinas Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Tenaga Kerja (DPKUKMTK) Gunungkidul menyampaikan bahwa ada tiga negara yang menjadi jujugan favorit pekerja migran Indonesia (PMI) dari Bumi Handayani. Ketiga negara itu adalah Malaysia, Italia, dan Amerika.
Staf Pendayagunaan Tenaga Kerja Bidang Tenaga Kerja DPKUKMTK Gunungkidul, Yogautomo Budinugroho mengatakan jumlah PMI sejak 2023 hingga saat ini ada 82 orang. “Tahun lalu ada 66 PMI dan tahun ini sampai Agustus ada 16 orang,” kata Yogautomo dihubungi, Kamis (5/9/2024).
Yogautomo menambahkan mereka bekerja di sektor formal. Hanya, dia belum dapat menyampaikan jenis pekerjaan apa yang PMI ambil di negara penempatan.
Kepala DPKUKMTK Gunungkidul, Supartono mengimbau agar masyarakat Gunungkidul yang ingin bekerja di luar negeri atau menjadi PMI untuk mendaftar lewat lembaga yang berwenang dan berkompeten. Hal ini menjadi upaya pencegahan agar mereka tidak menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Itulah sebabnya, DPKUKMTK juga terus melakukan pembinaan kepada lulusan SMA dan SMK yang ingin lanjut ke dunia kerja. “Kami harus hati-hati ketika mengirim siswa atau lulusan baik untuk magang maupun bekerja di luar negeri. Kita harus crosscheck penyalurnya. Pastikan merupakan penyalur resmi agar TPPO dapat dicegah,” kata Supartono.
BACA JUGA: Tren Warga Sleman Jadi TKI Terus Meningkat Tiap Tahunnya, Kebanyakan Perempuan
Supartono juga menegaskan pencegahan TPPO itu dilakukan dengan menggandeng Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Yogyakarta.
Dia mengaku saat ini DPKUKMTK mengalami kesulitan dalam mengawasi mobilitas masyarakat Gunungkidul dalam pencarian kerja ke luar negeri. Pasalnya, calon PMI tidak perlu lagi mendapat surat rekomendasi untuk pembuatan paspor dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab).
“Tidak adanya kewajiban itu membuat pengawasan kami berkurang. Padahal sebelumnya ada aturan bahwa setiap pekerja yang akan ke luar negeri dan mencari paspor, mereka perlu minta persetujuan dari Kabupaten,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Delapan warga Sleman dari dua KK siap mengikuti transmigrasi 2026 ke Poso dan Polewali Mandar. Mereka tinggal menunggu jadwal pemberangkatan.
Marc Marquez menghadapi GP Indonesia 2026 dengan bayang-bayang kutukan Mandalika dan persaingan ketat perebutan gelar juara dunia MotoGP.
Warga Villa Banguntapan Asri 3 meminta kolam koi ditutup dan menagih tindak lanjut Satpol PP Bantul atas rekomendasi OPD.
Askab PSSI Sleman, PSS Sleman, dan Carrick Rangers FC menggagas Global Pathway untuk membuka peluang pemain muda berlatih di Eropa.
Kemendikdasmen memperkuat pendidikan Pancasila melalui deep learning, budaya sekolah, ekstrakurikuler, pembiasaan, dan pengalaman nyata siswa.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut positif setiap kritik, saran, and laporan masyarakat terkait pelayanan publik.