Kemarau, Kasus Kebakaran Lahan di Gunungkidul Melonjak
Kasus kebakaran lahan di Gunungkidul meningkat menjadi 15 kasus selama musim kemarau. Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan.
Paslon Kustini Sri Purnomo-Sukamto dan Harda Kiswaya-Danang Maharsa resmi mendaftarkan diri sebagai calon bupati dan wakil bupati ke KPU Sleman, Kamis (29/8/2024)./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—KPU Sleman memastikan seluruh bakal pasangan calon sudah menyerahkan dokumen perbaikan syarat pencalonan. Rencananya calon yang bertarung di Pilkada diumumkan di 22 September 2024.
Anggota KPU Sleman Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilihan, Noor Aan Muhlishoh mengatakan, hasil penelitian dokumen syarat pencalonan dari bakal pasangan calon Kustini Sri Purnomo-Sukamto dan Harda Kiswaya-Danang Maharsa dinyatakan belum komplit.
KPU memberikan batas waktu perbaikan dokumen bagi kedua Paslon hingga Minggu (8/9/2024) kemarin. “Semuanya sudah menyerahkan dokumen perbaikan. Saat ini masih dalam proses verifikasi adaministrasi ulang,” kata Aan, Senin (9/9/2024).
BACA JUGA: Belum Resmi Mundur, Rony Wijaya Tetap Terima Gaji sebagai Anggota Dewan Bantul
Sesuai dengan jadwal yang telah disusun, verifikasi ulang berlangsung hingga 14 September 2024. Setelah diteliti dokumen pencalonan ini akan diumumkan untuk mendapatkan masukan dari Masyarakat terkait dengan keabsahan persyaratan pasangan calon.
“Tanggapan dari Masyarakat ini berlangsung mulai 15-18 September 2024. Kalau memang ada yang memberikan masukan, maka kami akan lakukan klarifikasi,” katanya.
Rencananya penetapan calon bupati dan wakil bupati dilaksanakan pada 22 September 2024. Selanjutnya pada 23 September akan dilakukan pengundian dan pengambilan nomor urut pasangan calon. “Mudah-mudahan tahapan pencalonan bisa berjalan dengan lancar,” katanya.
Ketua KPU Sleman, Ahmad Baehaqi menambahkan, Pilkada Sleman 2024 hanya diikuti bakal pasangan calon dari jalur partai. Adapun untuk jalur perseorangan, KPU Sleman telah memberikan kesempatan maju, namun hingga batas waktu yang ditentukan tidak ada yang berminat maju dari jalur independent.
Berdasarkan pada proses pendaftaran lewat jalur partai, ada dua pasangan yang akan bertarung. Bakal calon pertama adalah Harda Kiswaya dan Danang Maharsa. Duet ini diusung oleh 12 partai politik di Sleman. Partai-partai ini terdiri dari PDI Perjuangan; PKB, PKS; Gerindra; Golkar; NasDem; PPP.
Selain itu ada Partai Ummat; Gelora; PSI; Partai Buruh dan Demokrat. Total gabungan dari partai politik ini, Harda-Danang mendapatkan dukungan suara sebanyak 638.461 suara sah di Pemilu DPRD Sleman 2024.
Adapun bakal calon kedua, Kustini Sri Purnomo berpasangan dengan Sukamto. Berdasarkan syarat dukungan yang masuk, pasangan ini mendapatkan pendukung lima partai politik. Partai yang mengusung terdiri dari PAN; PKN; Perindo; PBB dan Garuda.
“Total dari gabungan partai ini mendapatkan dukungan sebanyak 77.584 suara,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kebakaran lahan di Gunungkidul meningkat menjadi 15 kasus selama musim kemarau. Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan.
BPS mencatat harga beras Juli 2026 naik di seluruh rantai distribusi. Beras premium di tingkat penggilingan melonjak 10,22 persen secara tahunan.
Kemarau membuat debit air sumur di Kokap, Kulonprogo menurun. Warga yang menggelar hajatan khitanan terpaksa meminta bantuan droping air.
Dewas KPK berkoordinasi memeriksa Setya Budi Dias, polisi yang bertugas di KPK dan menjadi tersangka kasus dugaan pemerasan di Pemalang.
Korlantas Polri dan Jasa Marga berkolaborasi menangani kendaraan ODOL melalui integrasi teknologi menuju penerapan Zero ODOL awal 2027.
Neraca dagang Indonesia defisit US$450 juta pada Juni 2026. BPS mencatat impor melampaui ekspor, terutama akibat defisit komoditas migas.