Lansia Hilang 9 Hari di Paliyan Ditemukan Tewas Dekat Luweng Ngeleng
Lansia 85 tahun asal Paliyan ditemukan meninggal di Luweng Ngeleng setelah 9 hari pencarian tim gabungan.
Petani membersihkan sampah di Selokan Mataram, Jumat (21/2/2020)./Harian Jogja-Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, SLEMAN—Jaringan irigasi di Selokan Mataram bakal dimatikan selama 1,5 bulan mulai 16 Oktober-2 Desember 2024. Pemkab Sleman berharap kebijakan tersebut tidak mengganggu aktivitas pertanian di Bumi Sembada.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Sleman, Bambang Kuntoro mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan tembusan berkaitan dengan kebijakan pematian sementara Selokan Mataram dan Van Der Wijck.
Ia berharap kebijakan tersebut tidak mengganggu pasokan air di Masyarakat seperti yang terjadi saat perbaikan di 2023. “Tapi kami juga tetap waspada untuk memberikan bantuan air bagi Masyarakat yang membutuhkan,” katanya, Kamis (12/9/2024)
Senada diungkapkan oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman, Siti Rochayah. Ia berharap penghentian oeprasional tidak mengganggu area pertanian yang ada di sekitar aliran kedua selokan.
“Untuk dampaknya belum bisa diperkirakan. Tapi, mudah-mudahan sudah hujan sehingga tidak berdampak ke area pertanian,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, rencananya penghentian operasional Selokan Mataram ini untuk pemeliharaan rutin serta pengecekan terkait dengan adanya potensi kerusakan.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Operasional dan Pemeliharaan, Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO), Syahril mengatakan, berdasarkan hasil koordinasi lintas sektor yang melibatkan Pemerintah DIY, Pemkab Sleman, Bantul, Kulonprogo, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) hingga kelompok tani terkait dengan kebijakan pemeliharan Selokan Mataram pada 31 Juli 2024.
BACA JUGA: Aliran Selokan Mataram Mulai Dibuka Besok Pagi, Debit Air Sengaja Dibikin Kecil
Adapun hasilnya ada kesepakatan untuk mematikan sementara operasional saluran. “Rencananya dimatikan sementara mulai 16 Oktober hingga 2 Desember 2024,” kata Syahril.
Menurut dia, kebijakan mematikan sementara saluran irigasi tidak hanya terjadi di Selokan Mataram. Pasalnya, Selokan Van Der Wijk yang berfungsi mengairi lahan pertanian di sisi barat DIY juga akan dimatikan.
“Malahan lebih awal karena akan dimatikan mulai 1-31 Oktober 2024,” ungkapnya.
Dia menjelaskan, kebijakan mematikan kedua saluran untuk pemeliharaan rutin. Terlebih lagi, sambung Syahril, di 2023, kedua saluran juga mengalami perbaikan skala besar sehingga butuh pengecekan guna memastikan tidak ada kerusakan.
“Kalau tidak ada airnya bisa dilakukan pengecekan secara menyeluruh. Jadi, saat ada kerusakan dapat langsung diperbaiki sehingga asat dioperasikan kembali berfungsi dengan normal,” katanya.
Ditambahkan dia, kebijakan mematikan sementara juga sudah melalui kajian serta persetujuan dari sejumlah pihak yang tertuang dalam berita acara. Syahril menyakini kebijakan ini tidak akan memberikan dampak karena diperkirakan saat selokan dimatikan sudah mulai turun hujan.
“Mudah-mudahan semua lancar dan tidak ada kendala,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lansia 85 tahun asal Paliyan ditemukan meninggal di Luweng Ngeleng setelah 9 hari pencarian tim gabungan.
Jadwal SIM Keliling Gunungkidul Juli 2026 resmi dirilis. Cek lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.
KWT Sleman dilatih mengembangkan pangan fungsional berbasis pandan dan cabai menjadi produk bernilai tambah untuk meningkatkan ekonomi keluarga.
Pemerintah menargetkan 40 ribu Kopdes Merah Putih mulai beroperasi Oktober 2026 untuk memperkuat ekonomi desa dan layanan masyarakat.
MTA Pakem dan RSA UGM gelar donor darah di Sleman. Diikuti 150 peserta, bantu penuhi kebutuhan stok darah.
Jadwal KRL Jogja–Solo Minggu 5 Juli 2026 lengkap dari Jogja hingga Palur. Tarif Rp8.000, cek jam keberangkatan terbaru.