Terkendala Dana Dexlite, BPBD Gunungkidul Harus Sewa Armada untuk Salurkan Air Bersih

Andreas Yuda Pramono
Andreas Yuda Pramono Kamis, 12 September 2024 18:17 WIB
Terkendala Dana Dexlite, BPBD Gunungkidul Harus Sewa Armada untuk Salurkan Air Bersih

Mobil tangki air milik BPBD Gunungkidul saat meyalurkan bantuan kepada warga di Dusun Kwarasan Kulon, Kedungkeris, Nglipar. foto diambil beberapa waktu lalu. /Ist- dok BPBD Gunungkidul

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul tak bisa menggunakan armadanya untuk menyalurkan air bersih ke warga terdampak kekeringan karena terkendala dana pembelian Dexlite.

Kepala Seksi Logistik dan Peralatan BPBD Gunungkidul Arif Prasetyo Nugroho memaparkan dana penyaluran yang diambilkan dari kantong anggaran belanja tak terduga tidak menganggarkan dana untuk pembelian bahan bakar.

“Penyaluran akhirnya menggunakan rekanan karena pembiayaan penggunaan Dexlite mahal. Nantinya penyaluran air bersih yang dari pos BTT memakai armada lokal di kapanewon,” ungkapnya, Kamis (12/9/2024).

Sebenarnya armada tangki air milik BPBD masih bisa digunakan untuk penyaluran air bersih namun syaratnya adalah program penyaluran berasal dari swasta sebagai donatur. Dengan begitu, anggaran pembelian bahan bakar juga ditanggung donatur.

Arif menerangkan pada program penyaluran air bersih sebelumnya, target penyaluran tidak tercapai. Dari 1.000 tangki hanya 980 tangki yang terdistribusikan lantaran terjadi kenaikan harga Dexlite dari Rp14.550 per liter pada Juli menjadi Rp15.350 pada Agustus.

BACA JUGA: Bong Suwung Jogja Segera Dikosongkan, Warga Mengadu ke Kompleks Kepatihan

“Kalau harga bahan bakar naik, tentunya terjadi kendala. Contoh kalau pembelian bahan bakar sudah teranggarkan untuk 100 liter, BPBD tidak bisa beli sebanyak itu apabila terjadi kenaikan harga,” tuturnya.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Purwono menyampaikan realisasi distribusi air bersih dari 1.000 tangki hanya tersalurkan 980 tangki. Dari donatur ada 189 tangki dan kapanewon ada 1.219 tangki. Total ada 21 kalurahan yang menjadi sasaran penyaluran air bersih.

Kepala Bidang Perdagangan Disdag Gunungkidul Ris Heryani mengatakan Dexlite termasuk nonsubsidi sehingga harganya cenderung naik turun. “Tidak ada pengecualian untuk BPBD. Solar subsidi tidak ada untuk kegiatan penyaluran air bersih,” ucapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online