Satpol PP Sleman Minta Warga Waspada El Nino dan Larangan Bakar Sampah
Kasus kebakaran di Sleman capai 56 kejadian. Warga diminta waspada El Nino dan dilarang membakar sampah.
Mobil tangki air milik BPBD Gunungkidul saat meyalurkan bantuan kepada warga di Dusun Kwarasan Kulon, Kedungkeris, Nglipar. foto diambil beberapa waktu lalu. /Ist- dok BPBD Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul tak bisa menggunakan armadanya untuk menyalurkan air bersih ke warga terdampak kekeringan karena terkendala dana pembelian Dexlite.
Kepala Seksi Logistik dan Peralatan BPBD Gunungkidul Arif Prasetyo Nugroho memaparkan dana penyaluran yang diambilkan dari kantong anggaran belanja tak terduga tidak menganggarkan dana untuk pembelian bahan bakar.
“Penyaluran akhirnya menggunakan rekanan karena pembiayaan penggunaan Dexlite mahal. Nantinya penyaluran air bersih yang dari pos BTT memakai armada lokal di kapanewon,” ungkapnya, Kamis (12/9/2024).
Sebenarnya armada tangki air milik BPBD masih bisa digunakan untuk penyaluran air bersih namun syaratnya adalah program penyaluran berasal dari swasta sebagai donatur. Dengan begitu, anggaran pembelian bahan bakar juga ditanggung donatur.
Arif menerangkan pada program penyaluran air bersih sebelumnya, target penyaluran tidak tercapai. Dari 1.000 tangki hanya 980 tangki yang terdistribusikan lantaran terjadi kenaikan harga Dexlite dari Rp14.550 per liter pada Juli menjadi Rp15.350 pada Agustus.
BACA JUGA: Bong Suwung Jogja Segera Dikosongkan, Warga Mengadu ke Kompleks Kepatihan
“Kalau harga bahan bakar naik, tentunya terjadi kendala. Contoh kalau pembelian bahan bakar sudah teranggarkan untuk 100 liter, BPBD tidak bisa beli sebanyak itu apabila terjadi kenaikan harga,” tuturnya.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Purwono menyampaikan realisasi distribusi air bersih dari 1.000 tangki hanya tersalurkan 980 tangki. Dari donatur ada 189 tangki dan kapanewon ada 1.219 tangki. Total ada 21 kalurahan yang menjadi sasaran penyaluran air bersih.
Kepala Bidang Perdagangan Disdag Gunungkidul Ris Heryani mengatakan Dexlite termasuk nonsubsidi sehingga harganya cenderung naik turun. “Tidak ada pengecualian untuk BPBD. Solar subsidi tidak ada untuk kegiatan penyaluran air bersih,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kebakaran di Sleman capai 56 kejadian. Warga diminta waspada El Nino dan dilarang membakar sampah.
Kasus Little Aresha memasuki babak baru setelah Polresta Jogja menambah pasal UU Sisdiknas dan memeriksa 152 saksi.
Sekolah Rakyat Prabowo resmi beroperasi di 166 lokasi. Sebanyak 15.945 siswa menikmati pendidikan gratis berbasis asrama.
Program MBG menyerap 1,28 juta pekerja dan melibatkan ribuan UMKM serta koperasi dalam rantai pasok pangan nasional.
Pemerintah menambah kuota Magang Nasional 2026 menjadi 150 ribu peserta. Batch I ditargetkan mulai berjalan Juli 2026.
Peminat SNBT UGM 2026 mencapai 84.637 peserta. Sekolah Vokasi, Fakultas Teknik, dan Fisipol jadi fakultas paling diminati.