Tedhak Siten di Tegalrejo Jadi Media Kenalkan Nilai Luhur Jawa
Kelurahan Tegalrejo menggelar Tedhak Siten untuk melestarikan budaya Jawa dan mengenalkan nilai luhur kepada generasi muda.
Petani mencabut benih untuk ditanam. - ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKP) Bantul mencatat sejumlah lahan pertanian jagung dan tanah mulai panen pada pertengahan September 2024.
Kepala DKPP Bantul, Joko Waluyo menuturkan petani kacang tanah dan jagung di Bantul mulai panen sejak dua pekan lalu. Dia menuturkan lahan pertanian kacang tanah dan jagung di Bantul tersebar di beberapa wilayah, antara lain di Kapanewon Pundong dan Jetis.
"Ini memang musim panen kacang tanah, yang diikuti [panen] jagung, terus nanti tanam padi," katanya, Jumat (13/9/2034).
Dia menuturkan lahan pertanian jagung di Bantul saat ini sekitar 4 ribu hektar, sementara lahan pertanian kacang tanah sekitar 300-400 hektare. Sementara produktivitas lahan pertanian tersebut untuk pertanian jagung mencapai 7 ton per hektare.
Penanaman jagung dan kacang tanah tersebut dilakukan selama musim kemarau lantaran ketersediaan air irigasi yang terbatas. Dia menuturkan penanaman jagung dan kacang tanah di Bantul dilakukan setelah sebelumnya petani melakukan penanaman padi.
Dia menuturkan selama ini produksi jagung di Bantul disalurkan melalui sistem kemitraan. Beberapa petani telah bekerja sama dengan beberapa pengusaha yang akan menampung hasil produksi jagung, sementara beberapa petani lainnya menjual jagung produksinya secara langsung. Sementara untuk kacang tanah selama ini dikonsumsi oleh penduduk lokal Bantul.
BACA JUGA: Ada Dokumen Penting Ditemukan KPK di Mobil Harun Masiku
Dia menuturkan setelah panen jagung dan kacang tanah, petani di Bantul akan mulai menanam padi sekitar akhir September-Oktober 2024.
Di kurun waktu tersebut, DKPP Bantul menargetkan penanaman padi sekitar 3.000 hektar. Hal itu menurutnya untuk mengejar target lahan yang ditanami padi tahun 2024 mencapai 28.000-29.000 hektare.
Dia pun memastikan ketersediaan beras di Bantul saat ini masih mencukupi. "Petani di Bantul biasanya menyimpan gabah di rumah. [Petani] giling kalau butuh, sehingga masih aman [ketersediaan beras]," ujarnya.
Kepala Bidang Sarana Prasarana Pertanian, DKPP Bantul, Arifin Hartanto menyampaikan hingga saat ini tidak ada kendala dalam alokasi pupuk subsidi untuk mendukung produktivitas pertanian di Bantul.
Per Juni 2024, pupuk subsidi yang telah disalurkan untuk pupuk NPK telah mencapai 32% atau 2.787 ton dari alokasi 8.670 ton. Sementara alokasi pupuk urea telah mencapai 33% atau 3.217 ton dari alokasi 9.632 ton.
"Harapannya alokasi pupuk yang telah tersedia dapat terserap tepat waktu, kekhawatiran kami kalau masa tanamnya mundur sehingga tidak terserap di tahun ini," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kelurahan Tegalrejo menggelar Tedhak Siten untuk melestarikan budaya Jawa dan mengenalkan nilai luhur kepada generasi muda.
Presiden Prabowo Subianto menyebut Indonesia berpeluang menjadi ekonomi terbesar keempat dunia dalam 25 tahun mendatang.
Pemda DIY mengantisipasi dampak El Nino dengan memastikan stok pangan, pengelolaan air, dan mitigasi kekeringan di wilayah rawan.
Penyempurnaan Suzuki Xl7 Resmi Meluncur, Makin Tegas Dengan Fitur Bermakna
Changan Indonesia meluncurkan Nevo Q05 di GIIAS 2026 dengan harga mulai Rp309 juta dan telah dirakit secara lokal di Purwakarta.
GIIAS 2026 menghadirkan deretan mobil baru dari Mazda, Toyota, Lexus, Suzuki, hingga Hino dengan teknologi hybrid dan EV.