Kasus Kebakaran di Bantul Melonjak, Karhutla Mendominasi selama September
Kasus kebakaran di Bantul mencapai 326 kejadian hingga 21 September 2026. Karhutla melonjak dan menjadi pemicu utama kenaikan kasus.
Miniatur Sumbu Filosofi di selatan Tugu Golong Gilig atau Tugu Pal Putih, Jogja, Selasa (21/1/2023)./Harian Jogja-Budi Cahyana
Harianjogja.com, JOGJA—Perayaan satu tahun Sumbu Filosofi sebagai warisan budaya dunia oleh Unesco, Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY dan Balai Pengelola Kawasan Sumbu Filosofi (BPKSF) DIY akan dimeriahkan dengan Jogja World Heritage Festival (JWHF) 2024 pada 21-22/9/2024 di Jalan DI. Panjaitan, Mantrijeron.
Kepala Kundha Kabudayan DIY Dian Lakshmi Pratiwi mengatakan, 19 September tepat satu tahun ditetapkannya Sumbu Filosofi Jogja sebagai warisan budaya dunia meski pada sertifikatnya tertulis 24 September. Maka pihaknya menggagas event yang ke depannya bakal jadi agenda rutin bertajuk JWHF yang bertujuan untuk perayaan.
"JWHF akan jadi event tetap dan disiapkan dengan tematik yang nantinya juga berganti sesuai dengan tujuan dan sasaran yang dicapai," jelasnya, Kamis (19/9/2024) di Kompleks Kepatihan, Pemda DIY.
Tahun ini JWHF mengangkat tema Gebayanan yang diambil dari salah satu kampung para abdi dalem di Kanayakan dan diciptakan oleh HB I yang menunjuk segmen Sumbu Filosofi sebelah selatan. Lewat ajang ini pihaknya juga ingin mempopulerkan kawasan Sumbu Filosofi di selatan yakni Gebayanan yang dimulai dari Plengkung Gading ke selatan.
"Ini juga bertujuan untuk pemberdayaan dan partisipasi masyarakat dari delapan kemantren, satu kapanewon, 20 kelurahan dan satu kalurahan," jelasnya.
Kepala BPKSF Aryanto Hendro Suprantoro menjelaskan, festival ini mengambil tempat di sisi selatan Sumbu Filosofi Jogja lantaran area itu merupakan penanda nilai lahirnya manusia sebagaimana dimaknakan pada Sangkan Paraning Dumadi atau siklus hidup manusia mulai dari lahir sampai tumbuh dewasa pada setiap penggal kawasannya.
BACA JUGA: Catatan Pendek Warisan Dunia Sumbu Filosofi Yogyakarta
"Poros selatan merupakan simbol dari asal muasal manusia maka kami sepakat dimulai dari selatan bertepatan pula dengan Sumbu Filosofi Jogja yang baru berusia satu tahun," katanya.
Pembukaan festival akan dilaksanakan 21 September sore dan diisi dengan beragam acara seperti kirab bergada, amazing race, bersih-bersih sumbu filosofi, bazar UMKM, talkshow dan gelar potensi. "Kami berharap kegiatan ini bisa mendorong generasi muda lebih mencintai dan menjaga warisan budaya budaya dan ikut melestarikannya," pungkas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kebakaran di Bantul mencapai 326 kejadian hingga 21 September 2026. Karhutla melonjak dan menjadi pemicu utama kenaikan kasus.
UGM menilai wacana kuliah gratis perlu memprioritaskan warga kurang mampu dan memperluas akses pendidikan tinggi.
Kemarau panjang di Cangkringan membuat dua sekolah kekurangan air dan memicu tiga kebakaran sejak Juni 2026.
Dinsos Kulonprogo mengingatkan penerima bansos wajib mendaftar Perlinsos karena aplikasi ini akan menjadi basis data penyaluran bantuan mulai 2027.
Muhammad Qodari membantah sejumlah tudingan terhadap Bakom, termasuk isu Timothy Ivan, rekrutmen PAN, dan anggaran media Rp60 miliar.
Menyusuri kawasan dalam benteng sambil mengayuh sepeda menjadi cara yang dipilih dalam Amazing Race bertajuk “Ngepit Jeron Benteng” pada Jogja World Heritage