Penyaluran Dana Penguatan Modal Sleman Baru Mencapai Rp6,3 Miliar
Penyaluran Dana Penguatan Modal Sleman 2026 mencapai Rp6,3402 miliar atau 32,31% dari total plafon Rp19,625 miliar.
Ilustrasi UMKM - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos-PPPA) menggulirkan program bantuan sosial bagi kelompok Usaha Ekonomi Produktif Keluarga Miskin (USEP KM) 2024. Program ini menyasar khusus ibu-ibu sebagai pelaku usaha.
Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinsos-PPPA Gunungkidul, Giyanto mengatakan tujuan utama program USEP KM adalah pemberdayaan keluarga miskin.
BACA JUGA : Ibu-Ibu Dikenalkan Bisnis Sampingan
“USEP KM memang khusus untuk ibu-ibu. Tingkat keberhasilan dibandingkan dengan KUBE FM [kelompok usaha bersama fakir miskin] juga lebih besar USEP KM,” kata Giyanto dihubungi, Senin, (23/9/2024).
Giyanto menambahkan ibu-ibu dipandang lebih ulet, sehingga dapat memanfaatkan bantuan secara maksimal. Sebab itu, tingkat keberhasilan berusaha lebih besar pada ibu-ibu.
Ada 134 kelompok usaha yang terdiri dari 1.340 perempuan yang mendapat bantuan tersebut. Setiap kelompok menerima Rp10 juta. Dengan begitu, total bantuan mencapai Rp1,34 miliar.
Dia menjelaskan bansos USEP KM kali ini seluruhnya berasal dari pokok pikiran (pokir) dewan. Namun, biasanya USEP KM menggunakan dua skema yaitu pokir dan pagu indikatif wilayah kapanewon (PIWK).
Kepala Dinsos-PPPA Gunungkidul, Asti Wijayanti mengatakan penyaluran bansos tersebut dimulai dengan sosialisasi, pembentukan kelompok, pembekalan bagi pendamping, dan pelatihan bagi kelompok sesuai dengan proposal yang diajukan.
Kata dia, bantuan yang diusulkan pada 2023 melalui pokir dewan itu disalurkan ke 15 kapanewon. Setelah menerima bantuan, penerima manfaat perlu menyelesaikan laporan keuangan dalam waktu satu bulan atau sebelum 23 Oktober 2024, sesuai dengan proposal yang telah diajukan.
BACA JUGA : Pentingnya Mencari Penghasilan Tambahan
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengatakan bantuan yang bertujuan untuk mendorong dan menstimulasi pergerakan ekonomi ini dia harapkan dapat memberi dampak positif bagi perekonomian daerah.
“Di Gunungkidul, usaha pengolahan adalah sektor yang besar. Saya berharap dana stimulan ini akan membangkitkan semangat ibu-ibu dalam menjalankan usahanya. Ibu-ibu harus ulet dan berusaha agar usaha mereka tidak terhenti,” kata Sunaryanta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penyaluran Dana Penguatan Modal Sleman 2026 mencapai Rp6,3402 miliar atau 32,31% dari total plafon Rp19,625 miliar.
OpenAI menyelidiki dugaan agen AI yang lolos pengawasan internal. Kasus serupa di Anthropic memicu desakan regulasi keamanan AI yang lebih ketat.
Maestro seni lukis Nasirun wafat di Bantul. Sahabat mengenang hari-hari terakhir, sosoknya yang rendah hati, dan tawa yang tak pernah hilang.
Polresta Magelang menggagalkan dugaan tawuran pelajar di Ngluwar. Sebanyak 12 orang diamankan dan tiga celurit disita sebagai barang bukti.
Kemenkeu memastikan anggaran Program Makan Bergizi Gratis dipisahkan dari anggaran pendidikan mulai APBN 2028 sesuai putusan MK.
APPBI menegaskan pemasangan pagar di sejumlah mal dilakukan demi ketertiban, bukan karena adanya kekhawatiran terhadap isu keamanan.