SPMB Sleman 2026: Hanya 6 Lomba Diakui di Jalur Prestasi Khusus
Disdik Sleman hanya mengakui enam lomba nasional untuk Jalur Prestasi Khusus SPMB 2026 jenjang SMP.
Ilustrasi UMKM - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos-PPPA) menggulirkan program bantuan sosial bagi kelompok Usaha Ekonomi Produktif Keluarga Miskin (USEP KM) 2024. Program ini menyasar khusus ibu-ibu sebagai pelaku usaha.
Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinsos-PPPA Gunungkidul, Giyanto mengatakan tujuan utama program USEP KM adalah pemberdayaan keluarga miskin.
BACA JUGA : Ibu-Ibu Dikenalkan Bisnis Sampingan
“USEP KM memang khusus untuk ibu-ibu. Tingkat keberhasilan dibandingkan dengan KUBE FM [kelompok usaha bersama fakir miskin] juga lebih besar USEP KM,” kata Giyanto dihubungi, Senin, (23/9/2024).
Giyanto menambahkan ibu-ibu dipandang lebih ulet, sehingga dapat memanfaatkan bantuan secara maksimal. Sebab itu, tingkat keberhasilan berusaha lebih besar pada ibu-ibu.
Ada 134 kelompok usaha yang terdiri dari 1.340 perempuan yang mendapat bantuan tersebut. Setiap kelompok menerima Rp10 juta. Dengan begitu, total bantuan mencapai Rp1,34 miliar.
Dia menjelaskan bansos USEP KM kali ini seluruhnya berasal dari pokok pikiran (pokir) dewan. Namun, biasanya USEP KM menggunakan dua skema yaitu pokir dan pagu indikatif wilayah kapanewon (PIWK).
Kepala Dinsos-PPPA Gunungkidul, Asti Wijayanti mengatakan penyaluran bansos tersebut dimulai dengan sosialisasi, pembentukan kelompok, pembekalan bagi pendamping, dan pelatihan bagi kelompok sesuai dengan proposal yang diajukan.
Kata dia, bantuan yang diusulkan pada 2023 melalui pokir dewan itu disalurkan ke 15 kapanewon. Setelah menerima bantuan, penerima manfaat perlu menyelesaikan laporan keuangan dalam waktu satu bulan atau sebelum 23 Oktober 2024, sesuai dengan proposal yang telah diajukan.
BACA JUGA : Pentingnya Mencari Penghasilan Tambahan
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengatakan bantuan yang bertujuan untuk mendorong dan menstimulasi pergerakan ekonomi ini dia harapkan dapat memberi dampak positif bagi perekonomian daerah.
“Di Gunungkidul, usaha pengolahan adalah sektor yang besar. Saya berharap dana stimulan ini akan membangkitkan semangat ibu-ibu dalam menjalankan usahanya. Ibu-ibu harus ulet dan berusaha agar usaha mereka tidak terhenti,” kata Sunaryanta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdik Sleman hanya mengakui enam lomba nasional untuk Jalur Prestasi Khusus SPMB 2026 jenjang SMP.
KDMP Tamanmartani menggunakan dana LPDB untuk operasional awal klinik pratama sambil menunggu kerja sama BPJS Kesehatan.
Erina Gudono resmi lulus S2 University of Pennsylvania sambil menjalani peran sebagai ibu bagi Bebingah bersama Kaesang Pangarep.
Jungkook BTS buka lowongan videografer dan editor untuk BTS WORLD TOUR ARIRANG. Simak kriteria dan peluang langka bergabung dengan tur dunia BTS di sini.
FIFA memperkenalkan lagu Dai Dai dari Shakira dan Burna Boy untuk Piala Dunia 2026. Berikut sejarah anthem resmi Piala Dunia.
Bojan Hodak dikabarkan meninggalkan Persib Bandung setelah membawa Maung Bandung meraih tiga gelar Liga Indonesia beruntun.