WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Puluhan PKL Tri Dharma mendatangi kantor UPT PKCB Kota Jogja, Selasa (1/10/2024)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Di kalangan PKL Teras Malioboro (TM) 2 beredar isu jika luasan lapak di tempat relokasi anya 60x60 cm persegi. UPT Pengelola Kawasan Cagar Budaya (PKCB) Kota Jogja pun mengklarifikasi hal ini dan memastikan jika lapak di tempat relokasi tidak lebih kecil dari yang ditempati para pedagang saat ini.
Kepala UPT PKCB Kota Jogja, Ekwanto, menjelaskan tempat relokasi PKL TM 2 nantinya ada di dua lokasi, yakni di ketandan dan di Beskalan. Ia memastikan di dua lokasi tersebut mampu menampung semua PKL dari TM 2. “Sudah sesuai persis [jumlah PKL],” ujarnya, Selasa (1/10/2024).
Ia mengklarifikasi kekhawatiran para PKL terkait kondisi tempat relokasi, salah satunya terkait luasan lapak. Menurutnya, beberapa PKL mendapat informasi yang salah yakni luasan lapak hanya 60x60 cm persegi, jauh lebih kecil dibanding yang ditempati PKL sekarang, 125x125 cm persegi.
“Lapak sudah jelas, ukurannya ga segitu [60x60 cm persegi]. Yang benar itu totalnya 100x120 cm persegi. itu sama semuanya. Jadi tidak benar ketika disampaikan itu [60x60 cm persegi]. Mereka sebenarnya sudah tahu,” ungkapnya.
BACA JUGA: Paguyuban PKL Malioboro Kecewa Tak Ditemui Perwakilan UPT Malioboro
Kemudian informasi tidak benar lainnya menurutnya yakni tidak adanya pintu untuk akses pedagang. “Masak pemerintah memberikan sesuatu tidak ada pintunya. Besok pintunya ada tiga, dari utara, dari timur,” kata dia.
Lalu terkait validasi pedagang yang selama ini dipermasalahkan PKL Tri Dharma, menurutnya hal ini diperlukan untuk meng-update data PKL. “Kita semua ini kan tidak selamanya hidup. Dalam kurun waktu sekian itu kan ada yang meninggal dan sebagainya, makanya perlu divalidasi lagi,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan pesan Gubernur HB X, Sri Sultan HB X yang memintanya untuk mengajak relokasi pedagang yang mau saja. “Dijak relokasi sing gelem gelem wae, sing ra gelem ditinggal wae. Itu Ngarso Dalem. Ga akan maksa kami,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Gempa DIY membuat perjalanan kereta sempat dihentikan sementara. KAI Daop 6 memastikan seluruh operasional kereta kini kembali normal dan aman.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.