Simulasi Bencana di Kepatihan Tingkatkan Kesiapsiagaan Penyelamatan
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Puluhan PKL Tri Dharma mendatangi kantor UPT PKCB Kota Jogja, Selasa (1/10/2024)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Di kalangan PKL Teras Malioboro (TM) 2 beredar isu jika luasan lapak di tempat relokasi anya 60x60 cm persegi. UPT Pengelola Kawasan Cagar Budaya (PKCB) Kota Jogja pun mengklarifikasi hal ini dan memastikan jika lapak di tempat relokasi tidak lebih kecil dari yang ditempati para pedagang saat ini.
Kepala UPT PKCB Kota Jogja, Ekwanto, menjelaskan tempat relokasi PKL TM 2 nantinya ada di dua lokasi, yakni di ketandan dan di Beskalan. Ia memastikan di dua lokasi tersebut mampu menampung semua PKL dari TM 2. “Sudah sesuai persis [jumlah PKL],” ujarnya, Selasa (1/10/2024).
Ia mengklarifikasi kekhawatiran para PKL terkait kondisi tempat relokasi, salah satunya terkait luasan lapak. Menurutnya, beberapa PKL mendapat informasi yang salah yakni luasan lapak hanya 60x60 cm persegi, jauh lebih kecil dibanding yang ditempati PKL sekarang, 125x125 cm persegi.
“Lapak sudah jelas, ukurannya ga segitu [60x60 cm persegi]. Yang benar itu totalnya 100x120 cm persegi. itu sama semuanya. Jadi tidak benar ketika disampaikan itu [60x60 cm persegi]. Mereka sebenarnya sudah tahu,” ungkapnya.
BACA JUGA: Paguyuban PKL Malioboro Kecewa Tak Ditemui Perwakilan UPT Malioboro
Kemudian informasi tidak benar lainnya menurutnya yakni tidak adanya pintu untuk akses pedagang. “Masak pemerintah memberikan sesuatu tidak ada pintunya. Besok pintunya ada tiga, dari utara, dari timur,” kata dia.
Lalu terkait validasi pedagang yang selama ini dipermasalahkan PKL Tri Dharma, menurutnya hal ini diperlukan untuk meng-update data PKL. “Kita semua ini kan tidak selamanya hidup. Dalam kurun waktu sekian itu kan ada yang meninggal dan sebagainya, makanya perlu divalidasi lagi,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan pesan Gubernur HB X, Sri Sultan HB X yang memintanya untuk mengajak relokasi pedagang yang mau saja. “Dijak relokasi sing gelem gelem wae, sing ra gelem ditinggal wae. Itu Ngarso Dalem. Ga akan maksa kami,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Bekalista resmi diluncurkan di Malioboro. Sebanyak 80 becak kayuh listrik disiapkan dengan skema tukar guling bentor secara bertahap.
Pola pengasuhan anak yang sehat kini menjadi fokus utama dalam rangkaian program literasi yang digalakkan di Pemda DIY.
Budaya literasi dinilai menjadi bekal penting bagi masyarakat untuk menangkal hoaks sekaligus menjaga identitas budaya Jogja di tengah derasnya arus informasi
Wisata Sungai Oya di Tahura Bunder viral. Pengelola menegaskan kawasan ini tidak gratis dan retribusi mengacu Perda DIY Nomor 11 Tahun 2023.
Basarnas menyatakan 46 penumpang KM Nurul Salsa yang tenggelam di perairan Selayar selamat. Sebanyak 23 orang masih dalam pencarian.