Pemkab Kulonprogo Larang Mobil Dinas Guna Kepentingan Pribadi saat Libur Lebaran
Pemkab Kulonprogo melarang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungannya untuk memakai mobil dinas dalam urusan pribadi selama libur lebaran ini.
Suasana apel bersama penembak sebelum memburu tikus di Kalurahan Banjararum, Kapanewon Kalibawang pada Sabtu (5/10/2024)./Istimewa
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dianggap hama yang bisa mengancam masa tanam pertama di Kalurahan Banjararum, Kapanewon Kulonprogo, ratusan ekor tikus digropyok warga, Sabtu (5/10/2024) malam WIB. Perburuan ratusan ekor tikus itu dilakukan warga dengan cara ditembak.
Tercatat, sekitar 235 orang yang ikut dalam perburuan memang mereka yang hobi menembak dengan senapan angin. Tak hanya dari Kulonprogo, mereka juga datang dari sejumlah daerah lain, salah satunya yang terjauh berasal dari Cilacap, Jawa Tengah.
Dalam semalam, ratusan orang itu tercatat ada 865 ekor tikus berhasil ditangkap.
Carik Kalurahan Banjararum, Sunaryo menjelaskan pada awal masa tanam pertama untuk padi ini sempat terhambat karena benih yang ditanam dimakan tikus. Serangan tikus terhadap benih padi yang baru ditanam itu membuat petani di Kapanewon Kalibawang ini rugi.
Kerugian petani yang padinya baru ditanam langsung dimakan tikus itu berupa pembelian bibit lagi dan waktu yang jadi terbatas untuk menanam. "Petani jadi harus mundur menanamnya, lalu jatah air irigasi juga terancam kurang karena sudah dijadwal juga kalau mundur lama bisa kehabisan air," ujar Sunaryo.
Sunaryo bersama pamong Kalurahan Banjararum bersama komunitas petambak di wilayahnya lalu berinisiatif cari solusi dengan kegiatan tersebut. "Semua pihak menyetujuinya, karena petani diuntungkan, penembak juga untung karena hobinya tersalurkan juga," ujar dia.
Persiapan kegiatan berburu tikus itu, jelas Sunaryo, juga dilakukan secara matang. Pemerintah Kalurahan Banjararum menyediakan ambulans, tim medis, tim keamanan, hingga evakuasi hewan pengerat tersebut yang berhasil ditembak untuk mensukseskan gelaran menembak tikus itu.
Sebanyak 865 ekor tikus itu yang diburu dari pukul 19.00 WIB sampai 23.00 WIB, lanjut Sunaryo, kemudian diserahkan ke komunitas reptil di Sleman. "Sepertinya untuk pakan reptil, terutama burung hantu. Semuanya sudah kami siapkan dengan matang," kata dia.
BACA JUGA: Sensasi Lomba Berburu Tikus, Per Ekor Dihargai Rp4.000
Ada lima titik perburuan tikus itu yang jadi kawasan pertanian tersebut, antara lain Bulak Dekso, Ngipik, Kedondong, Semakin, dan Tegal.
Salah satu peserta, Asih Ngatiyono yang juga warga Banjararum mengaku senang dengan kegiatan tersebut lantaran dapat membantu para petani mengatasi hama tikus.
Asih menyebut untuk peserta yang berhasil menembak tikus dihargai Rp4.000 per ekornya. "Acara berlangsung meriah, kami harap kalau ada serangan tikus lagi kegiatan seperti ini dapat dilakukan lagi.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Kulonprogo melarang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungannya untuk memakai mobil dinas dalam urusan pribadi selama libur lebaran ini.
Sembilan provinsi memperbolehkan bayar pajak kendaraan 2026 tanpa KTP pemilik lama untuk STNK tahunan kendaraan bekas.
Dishub Bantul menertibkan PKU dengan tagihan listrik membengkak hingga Rp1 juta per bulan di ratusan titik penerangan kampung.
OJK mencatat pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,82% menjadi Rp716,40 triliun hingga Maret 2026.
Prabowo menyebut 1.061 Koperasi Merah Putih berhasil dioperasikan dalam tujuh bulan untuk memperkuat ekonomi desa.
BPBD Temanggung memetakan 12 kecamatan rawan kekeringan pada musim kemarau 2026 dan menyiapkan distribusi air bersih.