Survei SPPG Bantul Dimulai Akhir September, MBG Dipantau Ketat
Pemkab Bantul menyiapkan survei berkala untuk mengevaluasi SPPG dan pelaksanaan MBG, termasuk jumlah, distribusi, kemasan, dan waktu konsumsi.
Hujan deras - Freepik
Harianjogja.com JOGJA—Kepala Stasiun Klimatologi BMKG DIY, Reni Kraningtyas, memberikan rincian lebih lanjut mengenai prediksi awal musim hujan di DIY. Menurutnya, sebagian besar wilayah DIY sudah memasuki musim hujan pada dasarian ketiga Oktober 2024.
"Namun, ada beberapa wilayah seperti Kalibawang dan Samigaluh di Kabupaten Kulonprogo yang sudah memasuki musim hujan pada dasarian kedua Oktober. Sedangkan wilayah Jogja bagian tengah baru memasuki musim hujan pada dasarian pertama November," jelas Reni, Selasa (15/10/2024).
BMKG juga merinci wilayah-wilayah yang diprediksi akan mengalami musim hujan pada setiap dasarian. Informasi ini diharapkan dapat membantu masyarakat dan pemerintah daerah dalam mempersiapkan diri menghadapi musim hujan.
Dasarian III Oktober hujan terjadi di Kabupaten Kulonprogo meliputi Kapanewon Nanggulan, Sentolo, Girimulyo, Kokap, Pengasih, Temon, Wates, Panjatan, Galur, Lendah.
Kabupaten Bantul meliputi Kapanewon Sedayu, sebagian kecil Pajangan, Bantul, Jetis, Imogiri, Pundong, Bambanglipuro, Pandak, Srandakan, Sanden, Kretek, sebagian Dlingo, Pleret.
Kabupaten Gunungkidul meliputi Kapanewon Purwosari, Panggang, Playen, Wonosari, Semanu, Rongkop, Girisubo, Tepus, Tanjungsari, Saptosari, Paliyan, sebagian Karangmojo, sebagian kecil Ponjong.
Dasarian I November hujan akan melanda Kabupaten Sleman meliputi Kapanewon Seyegan, Mlati, Godean, Gamping, Depok, Berbah, Kalasan, Ngemplak, Prambanan, serta seluruh kemantren di Kota Jogja.
Kabupaten Bantul meliputi Kapanewon Piyungan, Sewon, Banguntapan, sebagian Pajangan, Pleret, Dlingo. Kabupaten Gunungkidul meliputi Kapanewon Playen, Patuk, Gedangsari, Ngawen, Nglipar, Semin, Ponjong, sebagian Patuk, Karangmojo.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY Noviar Rahmad mengimbau masyarakat DIY untuk tetap waspada terhadap potensi angin kencang dan puting beliung.
Pasalnya saat ini sudah memasuki masa pancaroba atau peralihan dari musim kemarau ke musim hujan, di mana BMKG telah memprediksi peningkatan intensitas cuaca ekstrem, terutama pada November mendatang. "Angin kencang dan hujan deras akan lebih sering terjadi pada November. Meskipun Oktober ini masih dalam fase peralihan, potensi terjadinya cuaca ekstrem tetap ada," ujar Noviar, Selasa.
Menyikapi hal ini, BPBD DIY telah menyiapkan rencana kontingensi untuk menghadapi potensi bencana akibat siklon tropis yang sering terjadi di wilayah selatan. Rencana ini meliputi simulasi penanganan bencana, serta peningkatan koordinasi antar instansi terkait.
"Kami mengimbau masyarakat untuk selalu memperhatikan informasi cuaca terkini. Hindari berteduh di bawah pohon yang lapuk atau bangunan yang tidak kokoh saat terjadi hujan lebat disertai angin kencang," ucap Noviar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul menyiapkan survei berkala untuk mengevaluasi SPPG dan pelaksanaan MBG, termasuk jumlah, distribusi, kemasan, dan waktu konsumsi.
Bulog memastikan Beras Kita Premium dapat digunakan untuk kebutuhan MBG sesuai arahan pemerintah, sementara beras fortifikasi bukan pengganti beras premium.
Penempatan lintas daerah manajer KDKMP dilakukan untuk pemerataan SDM. Status tetap berlaku dan lokasi bisa disesuaikan dengan domisili.
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.
Jadwal PSIM Jogja vs Persija pada 10 Oktober 2026 dimajukan ke pukul 15.30 WIB di Stadion Sultan Agung karena pertimbangan keamanan.
SPP-TDLN mulai memungut PPN transaksi digital luar negeri sejak 25 September 2026 dengan melibatkan perbankan dan fintech.