Astra Women Network 2026: Dari Pemberdayaan Menuju Dampak Nyata
semangat Astra bahwa pemberdayaan perempuan tidak berhenti pada terbukanya kesempatan untuk berkembang, tetapi melalui kontribusi dan dampak nyata
Pelatihan pembuatan pupuk kompos dari bahan linbah organik digelar di Gedung dakwah Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Sleman, Minggu (27/10/2024). Kegiatan itu diselenggarakan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Sleman dengan menggandeng dosen Teknik Kimia Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Jogja. /Istimewa.
Harianjogja.com, SLEMAN—Pelatihan pembuatan pupuk kompos dari bahan limbah organik digelar di Gedung dakwah Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Sleman, Minggu (27/10/2024). Kegiatan itu diselenggarakan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Sleman dengan menggandeng dosen Teknik Kimia Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Jogja.
Erna Astuti Dosen Teknik Kimia UAD selaku pemateri mengingatkan pentingnya pemilahan sampah sejak dari rumah tangga. Pemilahan ini bertujuan meningkatkan nilai dari sampah, salah satunya sampah plastik dan kertas bisa dijual sedangkan sampah organik bisa diolah untuk dijadikan pupuk.
Adapun limbah organik yang digunakan untuk bahan pembuatan kompos sangat bermacam. Mulai dari daun-daun kering, limbah dapur berupa sayur mayur, kertas hingga ampas kopi.
"Pembuatan pupuk organik amatlah mudah dimana hanya diperlukan bahan EM4 [Effective Microorganism-4] adalah larutan mengandung berbagai mikroorganisme untuk membantu mempercepat sampah organik membusuk, larutan gula sebagai sumber energi untuk perkembangbiakan mikroorganisme dan air sebagai pelarut keduanya," katanya dalam rilisnya.
Ketua PCA Sleman Musabikhah dalam kesempatan itu mengatakan pelatihan pembuatan pupuk merupakan program kerja dari Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana dan Majelis Ekonomi & Kewirausahaan PCA Sleman. Hal ini sebagai wujud peran aktif dalam menyelesaikan masalah sampah yang terjadi saat ini. Menurutnya sampah yang dihasilkan harus menjadi tanggung jawab bersama dalam pengelolaannya.
BACA JUGA : Minta Kompos ke DLH Jogja, Petani Sanden Justru Dikirimi Sampah
"Dalam kesempatan pelatihan ini kami membagikan compost bag sebagai tempat untuk membuat pupuk organik kepada perwakilan peserta yang hadir," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
semangat Astra bahwa pemberdayaan perempuan tidak berhenti pada terbukanya kesempatan untuk berkembang, tetapi melalui kontribusi dan dampak nyata
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
BPBD Bantul siapkan Rp20 juta untuk antisipasi El Nino. Potensi kekeringan dan kebakaran mulai dipetakan sejak dini.
Prabowo kunjungi Museum Marsinah Nganjuk, soroti sejarah buruh Indonesia dan perjuangan hak pekerja serta penghormatan pahlawan nasional.
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.