Penanaman di Sungai Oya Picu Sedimentasi, Pemkab Diminta Bertindak
Aktivitas penanaman di aliran sungai saat kemarau dinilai mempercepat sedimentasi. Pemkab Gunungkidul didorong memperkuat sosialisasi menjaga ekosistem sungai.
Foto ilustrasi. /Antara Foto-Irwansyah Putra
Harianjogja.com, SLEMAN—Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sleman, Budi Pramono meminta kepada peserta tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) untuk mempersiapkan persyaratan ujian dengan baik.
Pasalnya, hingga hari ketiga ujian ditemukan beberapa peserta yang lupa membawa kartu peserta ujian SKD CPNS 2024. “Saat memantau saya lihat sendiri ada beberapa yang tidak membawa kartu ujian. Alasannya ketinggalan di rumah,” kata Pramono, Senin (28/10/2024).
BACA JUGA: Duh! Pendaftar PPPK Guru di Gunungkidul Hanya 150 Orang
Dia menjelaskan, sesuai dengan ketentuan dalam pelaksanaan ujian seharusnya peserta yang tidak membawa kartu ujian tidak bisa mengikuti SKD. Hanya saja, sambung Pramono, pihaknya masih memberikan kesempatan kepada peserta bersangkutan untuk mencetak kartu peserta ujian di lokasi tes.
“Kami siapkan computer dan printer untuk mencetaknya. Kita bantu agar tetap bisa mengikuti SKD CPNS 2024,” ungkapnya.
Pramono mengimbau kepada peserta untuk datang ke lokasi tidak mempet waktu ujian. Terlebih lagi, sambung dia, hingga saat ini masih banyak peserta yang belum membaca pengumuman pelaksanaan tes secara lengkap.
Hal itu dibuktikan masih ada peserta yang belum tahu ruang tempat ujian pada saat tes akan dilaksanakan sehingga harus mencari dulu lokasi ruangannya sesuai dengan nomor tes. Di sisi lain, masih ada tahapan yang harus dilalui sebelum tes dimulai seperti registrasi, pencocokan wajah hingga pengecekan tubuh untuk sterilisasi.
BACA JUGA: Pendaftaran Gelombang Pertama Ditutup, Ribuan Pelamar Berminat Jadi PPPK di Sleman
“Ini untuk peserta sendiri agar bisa konsentrasi saat SKD. Sebab, kalau semuanya serba terburu-buru maka hasilnya tidak optimal,” katanya.
Ditambahkan dia, total peserta SKD CPNS 2024 ada 5.424 orang. Adapun tes sudah berlangsung sejak Sabtu (26/10/2024) dan dijadwalkan selesai pada 2 November 2024. “Mudah-mudahan semua berjalan lancar,” katanya.
Sekretaris Daerah Sleman, Susmiarto mengatakan, tahun ini ada rekrutmen CPNS sebanyak 147 formasi. Jumlah itu terdiri dari kuota lulusan terbaik sebanyak lima formasi, kuota disabilitas tiga formasi dan sisanya formasi umum sebanyak 139 formasi.
Untuk rekrutmen CPNS tahun ini sudah ada tahapannya mulai dari pengumuman, pendaftaran, pelaksanaan tes hingga penerimaan hingga pengangkatan. Setelah lolos verifikasi administrasi, peserta berhak mengikuti SKD.
Selain itu, peserta rekrutmen juga wajib mengikuti seleksi kompetensi bidang yang akan diselenggarakan pada 9-20 Desember 2024. “Rencananya pengumuman hasil CPNS diumumkan antara rentang waktu 5-12 Januari 2025. Mudah-mudahan semuanya berjalan dengan lancar,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Aktivitas penanaman di aliran sungai saat kemarau dinilai mempercepat sedimentasi. Pemkab Gunungkidul didorong memperkuat sosialisasi menjaga ekosistem sungai.
Polresta Jogja menetapkan lima tersangka baru kasus Little Aresha Daycare. Total tersangka kini mencapai 32 orang dengan 157 anak menjadi korban.
Ekonom menilai penunjukan Destry Damayanti sebagai Pjs. Gubernur BI mampu menjaga kepercayaan pasar selama masa transisi kepemimpinan.
BPBD Sleman mengirim empat tangki air bersih untuk 63 KK di Moyudan yang terdampak gangguan pasokan air selama musim kemarau.
Polda Metro Jaya menetapkan tujuh tersangka dalam bentrokan di Menteng yang menewaskan satu orang dan melukai satu korban lainnya.
Profesi teknisi pelayanan darah masih belum banyak dikenal masyarakat. Padahal, tenaga inilah yang bertanggung jawab memastikan setiap kantong darah aman