Lulusan Perguruan Tinggi Pilih Merantau, Jogja Hadapi Perubahan Demografi
Angkatan kerja penduduk asli Kota Jogja diprediksi menurun pada 2030–2040. Lulusan berpendidikan tinggi cenderung mencari kerja di luar daerah.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul menyampaikan bahwa keberadaan Kelok 23 Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) Gunungkidul dapat menjadi langkah strategis untuk mendukung pariwisata di Bumi Handayani.
Kelok 23 yang terletak di perbukitan dengan jalur berkelok-kelok yang unik dan pemandangan alam memukau memiliki potensi besar untuk menarik wisatawan yang mencari pengalaman perjalanan berbeda.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dispar Gunungkidul, Supriyanta mengatakan ada enam aspek penting yang menjadi dasar pengembangan pariwisata menindaklanjuti keberadaan Kelok 23.
Aspek pertama adalah infrastruktur dan aksesibilitas. Menurut Supriyanta perbaikan jalan dan penambahan fasilitas penunjang, seperti tempat beristirahat dan papan petunjuk, dapat meningkatkan kenyamanan pengunjung. Aspek terakhir penting untuk memudahkan akses ke kawasan selatan dan menjamin keselamatan pengunjung di jalur berkelok.
Aspek kedua adalah promosi keindahan alam. Terang dia, strategi pemasaran yang menonjolkan keindahan alam Kelok 23 perlu dilakukan melalui berbagai media, termasuk media sosial dan kolaborasi dengan influencer pariwisata. “Perlu juga menciptakan narasi unik atau branding untuk Kelok 23 sebagai jalur Instagrammable atau rute petualangan dapat menarik minat wisatawan lokal dan luar daerah,” kata Supriyanta dihubungi, Jumat (1/11/2024).
Supriyanta menambahkan pengembangan spot foto dan rest area menjadi aspek ketiga yang juga penting. Wisatawan yang cenderung mencari spot foto menarik perlu diberi fasilitas pembangunan spot unik dan aman.
BACA JUGA: JJLS Kelok 23 Bisa Beroperasi Lebaran 2025, TPR Pansela Bantul Bakal Dipindah dan Ditambah
Aspek keempat adalah pemberdayaan masyarakat lokal. Masyarakat perlu Pemkab libatkan dalam pengelolaan pariwisata, seperti pemberian pelatihan menjadi pemandu wisata dan pembukaan tempat makan di sekitar Kelok 23. Dengan begitu, Pemkab dapat meningkatkan dan menggerakkan perekonomian sekitar.
Aspek kelima adalah paket wisata tematik. Paket wisata tematik seperti jelajah bukit, trekking, dan tour sejarah dan budaya dapat diintegrasikan dengan Kelok 23.
Aspek terakhir adalah keberlanjutan lingkungan. Pengelolaan lingkungan yang baik, termasuk pengaturan jumlah pengunjung dan pelaksanaan program kebersihan, penting untuk menjaga keindahan alam agar tetap lestari dan dapat dinikmati dalam jangka panjang. “Pengembangan ini dapat membuat Kelok 23 menjadi destinasi pariwisata unggulan di Gunungkidul, memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat, serta mendukung sektor pariwisata DIY secara keseluruhan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Angkatan kerja penduduk asli Kota Jogja diprediksi menurun pada 2030–2040. Lulusan berpendidikan tinggi cenderung mencari kerja di luar daerah.
Kiandra Ramadhipa finis kelima Moto3 Junior 2026 dengan 139 poin. Hasil ini belum membawanya memenuhi syarat jalur junior menuju Moto3 2027.
Distribusi mobil PHEV di Indonesia naik 209,5% menjadi 10.264 unit pada Januari-September 2026. BYD M6 DM-i memimpin dengan 5.121 unit.
Aplikasi WhatsApp palsu sempat meraih 500.000 unduhan di Play Store. Kenali ciri-cirinya dan cara menghindari aplikasi tiruan.
BSU 2026 sebesar Rp900 ribu disiapkan untuk 13,3 juta pekerja. Simak batas gaji, syarat penerima, dan cara mengecek informasi resmi.
Dalam kompetisi yang menguji kompetensi, profesionalisme, serta kualitas pelayanan insan perbankan tersebut, Bank Jateng berhasil meraih podium