Ingat! Sertifikat Lomba Bisa Tak Diakui Saat Daftar SPMB 2026
Disdik Sleman temukan banyak sertifikat lomba belum dikurasi Puspresnas. Ini bisa gagalkan jalur prestasi SPMB 2026.
Guru Besar Bidang Ilmu Geomorfologi Fakultas Geografi UGM, Profesor Eko Haryono (kanan) sedang memberikan arahan kepada tim sebelum memasuki gua di Kalurahan Planjan, Saptosari, Gunungkidul, Rabu, (23/10 - 2024). / Harian Jogja / Andreas Yuda Pramono.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Tim peneliti Universitas Gajah Mada (UGM) selesai melakukan pengukuran gua yang ditemukan di lokasi pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) Planjan, Saptosari. Hasil pengukuran menyatakan gua tersebut dapat menjadi destinasi wisata terbatas.
Guru Besar Bidang Ilmu Geomorfologi Fakultas Geografi UGM, Profesor Eko Haryono mengatakan gua tersebut tidak dapat menjadi destinasi wisata massal, namun memungkinkan menjadi destinasi wisata terbatas.
Gua tersebut memiliki luas sekitar 497,57 meter persegi, panjang 35,55 meter, dan lebar 22,86 meter. Stalaktit dan stalagmit yang ada juga masih aktif berkembang asal tidak ada perubahan terhadap atap gua.
“Ya mungkin bisa untuk wisata terbatas, tapi kami belum sempat menghitung daya dukungnya. Sementara ini, gua itu telah ditutup sampai selesai pembangunan jalan. Nanti baru dipikirkan bagaimana setelahnya,” kata Prof Eko dihubungi, Rabu, (6/11).
Eko memberi rekomendasi agar ada pemberian penstabil lereng dan atap gua. Hal ini penting agar pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) tidak berdampak pada rutuhnya gua tersebut.
BACA JUGA: Kajian Temuan Gua JJLS Gunungkidul, Pemda DIY Lanjutkan Proyek dengan Sejumlah Catatan
Lurah Planjan, Muryono Asih Sulistyo mengaku Kalurahan Planjan belum memiliki destinasi wisata. Selama ini, Kalurahan Planjan hanya menjadi perlintasan wisatawan yang ingin bepergian ke pantai.
Dia berharap, apabila gua tersebut dapat menjadi destinasi wisata, ada geliat pelaku UMKM. Dengan begitu, perekonomian warga Planjan dapat bergerak.
“Saya belum mendapat surat atau imbauan dari pemerintah atau dinas terkait mengenai hasil penelitian gua tersebut,” kata Muryono.
Dia masih menunggu detail keputusan apakah gua yang berada di tanah kas desa (TKD) tersebut dapat digunakan untuk wisata atau tidak. Detail keputusan akan menentukan langkah yang akan Pemerintah Kalurahan tempuh.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUPESDM) DIY Anna Rina Herbranti mengatakan pembangunan JJLS tetap dapat dilanjutkan dengan syarat beberapa penyesuaian desain konstruksi, terutama di sekitar area penemuan gua.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdik Sleman temukan banyak sertifikat lomba belum dikurasi Puspresnas. Ini bisa gagalkan jalur prestasi SPMB 2026.
Lima dosen UPN Jogja disanksi setelah terbukti lakukan pelecehan verbal. Kampus tegaskan komitmen lingkungan bebas kekerasan.
Pemerintah bongkar mafia pangan, dari beras oplosan hingga pupuk palsu. Kerugian rakyat ditaksir puluhan triliun rupiah.
Wapres Gibran dorong digitalisasi sekolah di Papua dan NTT. Fokus pada teknologi pendidikan dan peningkatan skill generasi muda.
SPMB Bantul 2026 resmi ditetapkan. Pendaftaran SMP full online dengan sistem RTO, ini syarat, jalur, dan kuotanya.
Hari Jadi Sleman ke-110 berlangsung meriah. Sri Sultan HB X tekankan refleksi dan pelestarian budaya di tengah modernisasi.