Parkir Berbayar Lapangan Beran Dikritik, DPRD Sleman Minta Kajian
Komisi D DPRD Sleman meminta rencana tarif parkir Lapangan Beran dikaji ulang karena dikhawatirkan mengurangi akses masyarakat.
Guru Besar Bidang Ilmu Geomorfologi Fakultas Geografi UGM, Profesor Eko Haryono (kanan) sedang memberikan arahan kepada tim sebelum memasuki gua di Kalurahan Planjan, Saptosari, Gunungkidul, Rabu, (23/10 - 2024). / Harian Jogja / Andreas Yuda Pramono.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Tim peneliti Universitas Gajah Mada (UGM) selesai melakukan pengukuran gua yang ditemukan di lokasi pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) Planjan, Saptosari. Hasil pengukuran menyatakan gua tersebut dapat menjadi destinasi wisata terbatas.
Guru Besar Bidang Ilmu Geomorfologi Fakultas Geografi UGM, Profesor Eko Haryono mengatakan gua tersebut tidak dapat menjadi destinasi wisata massal, namun memungkinkan menjadi destinasi wisata terbatas.
Gua tersebut memiliki luas sekitar 497,57 meter persegi, panjang 35,55 meter, dan lebar 22,86 meter. Stalaktit dan stalagmit yang ada juga masih aktif berkembang asal tidak ada perubahan terhadap atap gua.
“Ya mungkin bisa untuk wisata terbatas, tapi kami belum sempat menghitung daya dukungnya. Sementara ini, gua itu telah ditutup sampai selesai pembangunan jalan. Nanti baru dipikirkan bagaimana setelahnya,” kata Prof Eko dihubungi, Rabu, (6/11).
Eko memberi rekomendasi agar ada pemberian penstabil lereng dan atap gua. Hal ini penting agar pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) tidak berdampak pada rutuhnya gua tersebut.
BACA JUGA: Kajian Temuan Gua JJLS Gunungkidul, Pemda DIY Lanjutkan Proyek dengan Sejumlah Catatan
Lurah Planjan, Muryono Asih Sulistyo mengaku Kalurahan Planjan belum memiliki destinasi wisata. Selama ini, Kalurahan Planjan hanya menjadi perlintasan wisatawan yang ingin bepergian ke pantai.
Dia berharap, apabila gua tersebut dapat menjadi destinasi wisata, ada geliat pelaku UMKM. Dengan begitu, perekonomian warga Planjan dapat bergerak.
“Saya belum mendapat surat atau imbauan dari pemerintah atau dinas terkait mengenai hasil penelitian gua tersebut,” kata Muryono.
Dia masih menunggu detail keputusan apakah gua yang berada di tanah kas desa (TKD) tersebut dapat digunakan untuk wisata atau tidak. Detail keputusan akan menentukan langkah yang akan Pemerintah Kalurahan tempuh.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUPESDM) DIY Anna Rina Herbranti mengatakan pembangunan JJLS tetap dapat dilanjutkan dengan syarat beberapa penyesuaian desain konstruksi, terutama di sekitar area penemuan gua.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Komisi D DPRD Sleman meminta rencana tarif parkir Lapangan Beran dikaji ulang karena dikhawatirkan mengurangi akses masyarakat.
Dato' Sri Tahir menyebut penunjukannya sebagai anggota Wantimpres Prabowo merupakan suatu kehormatan dan menyerahkan agenda kepada Pratikno.
MA mengabulkan uji pendapat DPRD Gowa terkait usulan pemberhentian Bupati Sitti Husniah Talenrang pada 1 Oktober 2026.
Kepala BGN Sudaryono meminta pemda sidak SPPG pada jam 2-3 pagi untuk memastikan kebersihan, disiplin, dan keamanan MBG.
WIG 2026 di Yogyakarta mengangkat cita rasa dan cerita kuliner Indonesia menjadi narasi global sekaligus mendorong ekonomi gastronomi.
Jusuf Hamka resmi menjadi anggota Wantimpres Prabowo. Simak profil, bisnis jalan tol, kiprah politik, dan perjalanan hidup Babah Alun.