Produksi Ikan Budidaya Sleman Tembus 29.167 Ton hingga Juni 2026
Produksi perikanan budidaya Sleman mencapai 29.167 ton dengan nilai Rp810,7 miliar hingga Juni 2026. Pemkab mewaspadai dampak musim kemarau.
Ilustrasi anak kena gondongan. - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Gunungkidul melakukan pemetaan terhadap persebaran penyakit gondongan di satuan pendidikan seluruh kapanewon di Bumi Handayani.
Kepala Disdik Gunungkidul, Nunuk Setyowati mengatakan pihaknya telah bertemu dengan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul, Ismono untuk membicarakan angka kasus gondong di usia anak pada Jumat (15/11/2024) pagi.
Dari pertemuan itu, Disdik menemukan ada 1.050 kasus gondongan sejak awal 2024. Angka tersebut merupakan akumulasi. Artinya, ada pelajar yang sudah kembali mengikuti kegiatan belajar-mengajar. “Data keseluruhan saya belum tahu. Tetapi sebagian anak sudah masuk,” kata Nunuk dihubungi, Jumat.
Nunuk menambahkan Disdik juga telah memetakan persebaran kasus gondongan di satuan pendidian setelah mendapat informasi pada Kamis (14/11/2024) siang. Pemetaan ini dia harapkan dapat mencegah penyebaran penyakit yang disebabkan virus Paramyxovirus tersebut. “Sebagian sekolah sudah saya telfon. Saya mengimbau agar anak yang terkena gondong istirahat minimal sepuluh menit,” katanya.
Sekretaris Disdik Gunungkidul, Agus Subariyanta mengatakan pemetaan yang Disdik lakukan bukan dalam bentuk kanal website. Disdik lebih memaksimalkan Whatsapp Group sekolah-sekolah untuk melakukan pendataan. “Kami baru mapping potensi awal. Saya minta di Whatsapp Group saja untuk melaporkan, yang sembuh berapa dan tindakan sekolah apa,” kata Agus.
BACA JUGA: Penyakit Gondongan di Gunungkidul Tembus 1.050 Kasus
Menurut Agus, beberapa sekolah telah melakukan koordinasi dengan Puskesmas dalam melakukan edukasi dan penanganan gondong terhadap pelajar. Kata dia, tidak semua pelajar memeriksakan diri ke Puskesmas. Ada juga pelajar yang pergi ke praktik dokter secara mandiri.
Dia mengaku kaget ada 1.050 kasus gondong yang menyerang anak-anak. Meski ribuan kasus, namun angka tersebut tidak merepresentasikan beberapa sekolah saja. Persebarannya merata. “Dalam satu sekolah hanya ada satu atau dua saja anak terkena gondong,” katanya.
Lebih jauh, Agus menerangkan masih ada satuan pendidikan yang tidak menyadari gejala penyakit gondong. Pasalnya, gejala ini mirip dengan flu biasa. Adapun tindakan preventif yang Disdik telah lakukan melalui Gerakan Sekolah Sehat (GSS).
Diketahui, penyakit gondongan disebabkan oleh infeksi virus Paramyxovirus. Penyakit ini dipicu oleh pembengkakan kelenjar parotis akibat infeksi virus Paramyxovirus. Kelenjar parotis merupakan kelenjar terbesar dari tiga kelenjar ludah utama.
Penyakit ini ditandai dengan pembengkakan pada area wajah, tepatnya pada area di bawah telinga. Lantaran disebabkan oleh infeksi virus, maka penyakit gondongan dapat menular. Proses penularannya pun sama dengan penularan flu, yaitu melalui percikan air liur atau ludah, batuk, dan bersin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Produksi perikanan budidaya Sleman mencapai 29.167 ton dengan nilai Rp810,7 miliar hingga Juni 2026. Pemkab mewaspadai dampak musim kemarau.
BMKG mengingatkan masyarakat mewaspadai heatstroke selama musim kemarau. Kenali gejala, pertolongan pertama, dan cara mencegah sengatan panas akibat cuaca ekstr
Polresta Sleman masih menyelidiki dugaan kasus kecelakaan yang menewaskan seorang juru parkir di Jalan Monjali, Mlati.
Inter Milan kalahkan Manchester City lewat adu penalti 3-1 di Hong Kong. Gol Divin Mubama dan Pavard, tiga penendang City gagal.
Jennie BLACKPINK tampil di konser Tame Impala Boston dengan busana gotik transparan. Dracula (Remix) dibawakan langsung pertama kali. Pro-kontra pun terjadi.
iPhone Air 2 bocor: chip A20 Pro 2nm, kamera ultrawide 48 MP, Dynamic Island lebih kecil. Rilis kuartal I 2027. Simak detailnya.