DPRD Sleman Desak Pemkab Pastikan 4.278 ATS Kembali ke Bangku Sekolah
DPRD Sleman meminta penanganan 4.278 anak tidak sekolah dievaluasi setiap tiga bulan. Pemkab didorong memastikan ATS kembali mengakses pendidikan, bukan sekadar
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul sedang menyampaikan angka kasus gondong di Kantor Dinkes Gunungkidul, Wonosari, Kamis (14/11/2024)./ Harian Jogja - Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul mencatat lonjakan kasus gondong dari 155 kasus pada 2023 menjadi 1.050 kasus pada 2024. Kenaikan terjadi tujuh kali lipat.
Kepala Dinkes Gunungkidul, Ismono mengatakan penyakit gondong disebabkan oleh virus paramyxovirus yang penularannya melalui droplet pernapasan baik via udara maupun kontak langsung.
Penularan virus tersebut mirip dengan influenza dan rubella. Gejala gondong pada pipi bengkak dapat terjadi tidak hanya satu namun dua sisi. Pembekakan pipi dapat terjadi akibat pembengkakan kelenjar parotis. Anak akan merasa nyeri ketika mengunyah dan menelan makanan.
Dia menerangkan 1.050 kasus tersebut terjadi pada anak-anak. Hanya dia belum dapat menyampaikan rentang usia anak berpenyakit gondong. Meski begitu, tegasnya rata-rata merupakan anak sekolah dasar (SD).
Virus tersebut dapat mudah menular apabila data tahan seorang anak rendah. Gondong dapat sembuh dengan sendirinya. Masa inkubasi virus selama sepuluh hingga dua belas hari.
“Memang belum ada obat khusus untuk gondong. Anak-anak yang terkena gondong perlu istirahat sekitar sepuluh hari. Imunisasi juga ada, tapi kami belum ada programnya,” kata Ismono ditemui di kantornya, Kamis (14/11/2024).
BACA JUGA: Penderita Gondongan di Kulonprogo Melonjak, Anak-Anak Paling Rentan
Ismono menambahkan Ismono menambahkan biasanya anak akan mengalami demam sekitar 39 derajat celcius. Guna menurunkan demam, orang tua dapat memberi paracetamol. Apabila panas tidak kunjung turun, anak perlu dibawa ke dokter.
Agar angka kasus tidak merebak dan penyebaran virus berhenti, pasien gondong perlu menghindari aktivitas luar ruangan. Dengan makan bergizi dan minim cukup, gondong akan mengempis dengan sendirinya.
Disinggung ihwal kemungkinan pemberlakuan status kejadian luar biasa (KLB), Ismono mengaku tidak akan memberlakukan. Pasalnya, gondong dapat sembuh dengan penanganan di rumah. Tidak ada juga tingkat kematian akibat gondong.
“Musim pancaroba mudah menularkan virus. Dengan begitu seseorang tidak boleh makan dengan alat yang sama dengan pasien atau menggunakan alat mandi bersama,” katanya.
Lebih jauh, Dinkes telah melakukan edukasi melalui media sosial mengenai pencegahan dan penanganan gondong pada anak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Sleman meminta penanganan 4.278 anak tidak sekolah dievaluasi setiap tiga bulan. Pemkab didorong memastikan ATS kembali mengakses pendidikan, bukan sekadar
Prabowo resmi umumkan proyek Giant Sea Wall sepanjang 575 km dari Banten-Gresik. Butuh waktu 15-20 tahun, lindungi 50 juta warga. Indonesia belajar dari Belanda
Elkan Baggott resmi masuk skuad Millwall untuk Championship 2026/2027. Bek Timnas Indonesia akan mengenakan nomor punggung 12 usai direkrut dari Ipswich Town.
CEO Aprilia Racing Massimo Rivola menegaskan Marc Marquez dan Ducati masih menjadi ancaman besar dalam perebutan gelar MotoGP 2026 meski Jorge Martin memimpin k
Media Vietnam Soha menyoroti kemerosotan karier pemain naturalisasi Timnas Indonesia usai meninggalkan Eropa. Sandy Walsh, Ragnar Oratmangoen, hingga Marselino
Pameran Fotografi Rana Budaya #4 bertajuk FYP (For Your People) di TBY, Kota Jogja, yang telah dibuka pada Jumat (14/8/2026) sore hingga 23 Agustus mendatang