Dinkes Bantul Klaim Tak Ada Penderita Leptospirosis yang Meninggal Dunia Tahun Ini

Stefani Yulindriani Ria S. R
Stefani Yulindriani Ria S. R Senin, 18 November 2024 22:27 WIB
Dinkes Bantul Klaim Tak Ada Penderita Leptospirosis yang Meninggal Dunia Tahun Ini

Ilustrasi leptospirosis./Istimewa

Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul mencatat jumlah penderita leptospirosis mencapai puluhan orang hingga awal November 2024. Belum ada pasien yang meninggal karena leptospirosis di Bantul pada tahun ini.

Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit, Dinkes Bantul, Samsu Ariyanto mengatakan per 8 November lalu tercatat 49 orang penderita leptospirosis. Dari jumlah tersebut tidak ada penderita yang meninggal dunia. "Leptospirosis cenderung stabil, tidak ada peningkatan kasus," katanya, Senin (18/11/2024).

BACA JUGA: Sejak Awal Tahun Ada 21 Kasus Leptospirosis di Gunungkidul

Dia menuturkan jumlah kasus tersebut lebih rendah dibandingkan dengan jumlah kasus leptospirosis dalam dua tahun belakangan. Tahun 2022, jumlah kasus leptospirosis mencapai 141 kasus dengan 4 orang penderita diantaranya yang meninggal dunia.

Adapum selama 2023, kasusnya meningkat hingga 168 kasus dengan 10 orang diantaranya meninggal dunia.  Dengan jumlah kasus leptospirosis saat ini, Samsu memperkirakan kasus leptospirosis tahun ini akan lebih rendah dibandingkan dengan dua tahun belakangan. 

Menurut Samsu, kasus leptospirosis yang tidak setinggi tahun lalu disebabkan karena kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri dengan segera ketika mengalami gejala leptospirosis menjadi penyebabnya. "Sehingga, ketika ada gejala dapat segera ditindaklanjuti," katanya, Senin (18/11/2024).

BACA JUGA: 4 Warga Sleman Meninggal Dunia Akibat Leptospirosis, Masyarakat Diminta Waspada

Penyebaran Penyakit

Dia menuturkan masyarakat perlu mewaspadai penyebab penyakit tersebut. Dia menuturkan penyakit tersebut disebabkan karena bakteri leptospira interogans. 

Beberapa cara penyebaran penyakit tersebut antara lain kontak langsung dengan urine atau darah hewan yang terinfeksi bakteri Leptospira. Kemudian, penyakit tersebut dapat penyebar dengan kontak langsung dengan air atau tanah yang telah terkontaminasi oleh bakteri Leptospira.

Penderita penyakit tersebut dapat terpapar dengan mengkonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri Leptospira.

Dia menuturkan beberapa gejala leptospirosis yang harus diwaspadai masyarakat antara lain otot atau sendi, diare, mual atau muntah dan demam tinggi. 

Kepala Dinkes Bantul, Agus T. W. mengimbau agar masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) terdekat ketika mengalami gejala leptospirosis. "Kalau ada yang mengalami gejala leptospirosis segera memeriksakan diri agar segera tertangani," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online