PSEL Belum Beroperasi, Sleman Kerahkan Pendamping Sampah
PSEL Regional DIY mundur hingga 2028, DLH Sleman bentuk pendamping pengelolaan sampah di 17 kapanewon dan 86 kalurahan.
Ilustrasi kobra./Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul mencatat ada 67 kali evakuasi ular yang masuk rumah, warung, hingga pekarangan dari awal Januari hingga Oktober 2024. Angka ini melebihi jumlah evakuasi ular sepanjang 2023 yang hanya 41 kali.
Kepala Kasubag Tata Usaha, UPT Damkar BPBD Gunungkidul, Ngadiyono mengatakan evakuasi ular tersebut tersebar di beberapa kapanewon di Gunungkidul. Kapanewon Wonosari menjadi wilayah dengan jumlah evakuasi ular terbanyak, yaitu 37 kali.
Sisanya, evakuasi ular tersebar di Kapanewon Semanu, Saptosari, Ngawen, Girisubo, Playen, dan Karangmojo. Ular-ular tersebut terdiri dari beberapa jenis dan ukuran, seperti ular sanca, koros, welang, weling, kayu, hingga cobra. “Rata-rata evakuasi ular yang kami lakukan ketika ular masuk rumah,” kata Ngadiyono dihubungi, Senin (18/11/2024).
Ngadiyono menambahkan keberadaan ular bukan peliharaan yang masuk rumah warga disebabkan beberapa faktor, seperti keberadaan sumber makanan. Sumber makanan dapat berupa tikus dan ternak. Selain sumber makanan, ular cenderung mencari lingkungan lembab dan minim cahaya.
Selain ular, UPT Damkar juga melakukan evakuasi terhadap sarang tawon yang mengganggu aktivitas warga. Total ada empat belas sarang yang dievakuasi. Salah satu evakuasi dilakukan di Kalurahan Putat, Patuk terhadap sarang tawon gung.
BACA JUGA: Wuih! Ular Sanca 5 Meter Akhirnya Berhasil Dievakuasi dari Kolam Ikan di Banguntapan
Tawon gung merupakan salah satu jenis tawon/lebah yang sulit diternak, karena memiliki karakter agresif.
Tawon gung bahkan sempat menyerang seorang warga di Kalurahan Nglanggeran, Patuk. Selain itu, tawon ini juga menyebabkan aktivitas kepariwisataan Desa Wisata Nglanggeran, Patuk, berhenti selama sehari pada Senin (21/10/2024).
Sebelumnya, Lurah Nglanggeran, Widada, mengatakan Tawon Gung beberapa kali berperilaku agresif dengan mengejar warga di Nglanggeran. Warga yang menjadi korban sengatan pun bukan sekali terjadi.
Guna mencegah adanya korban lain, Pemkal Nglanggeran menggandeng petugas pemadam kebakaran BPBD Gunungkidul guna memusnahkan sarang-sarang tawon.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSEL Regional DIY mundur hingga 2028, DLH Sleman bentuk pendamping pengelolaan sampah di 17 kapanewon dan 86 kalurahan.
Pertamina memastikan isu larangan Pertalite untuk merek kendaraan tertentu mulai 1 Juni 2026 adalah hoaks dan tidak benar.
Kemenhub memperketat ramp check bus AKAP jelang libur Iduladha 2026 untuk memastikan keselamatan perjalanan masyarakat.
Ditjenpas memindahkan 80 napi high risk ke Nusakambangan selama Mei 2026 untuk memperkuat keamanan dan pembinaan lapas.
Kasus kekerasan seksual UPN Veteran Yogyakarta memasuki tahap sanksi. Lima dosen dinonaktifkan sementara oleh kampus.
BMKG memprediksi hujan lebat masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Jawa Tengah hingga akhir Mei 2026.