6 Kalurahan Gunungkidul Dapat SPAM, Anggaran Capai Rp1,15 Miliar
Enam kalurahan di Gunungkidul mendapat pembangunan SPAM dengan anggaran Rp1,159 miliar untuk menambah 215 sambungan rumah.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X saat menyerahkan anugerah kebudayaan 2024 kepada sejumlah individu dan komunitas, Kamis (28/11/2024)./ Harian Jogja - Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA – Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) memberikan Anugerah Kebudayaan DIY Tahun 2024 kepada 28 individu dan komunitas yang telah memberikan kontribusi. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X di Bangsal Kepatihan pada Kamis (28/11/2024).
Sultan Hamengku Buwono X dalam sambutannya menekankan pentingnya kebudayaan sebagai inti dari peradaban yang terus berkembang seiring zaman. Ia menegaskan bahwa tradisi, seni, dan nilai luhur harus dijaga sebagai warisan bangsa yang memperkuat identitas.
"Hari ini kita memberikan apresiasi kepada para pejuang budaya yang telah berdedikasi menjaga dan mengembangkan kebudayaan di Jogja agar tetap relevan dan bermakna bagi generasi kini dan masa depan," ujarnya.
Penganugerahan tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada mereka yang telah menunjukkan dedikasi nyata dalam melestarikan kebudayaan. Sultan juga mengajak generasi muda untuk menjadikan kebudayaan sebagai landasan dalam menciptakan karya inovatif dan berharap penghargaan ini dapat membangun ekosistem budaya yang kokoh dan inklusif.
BACA JUGA: Dinas Kebudayaan Gelar Malam Anugerah Kebudayaan dan Launching Aplikasi SIWA
Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Laksmi Pratiwi mengungkapkan bahwa Anugerah Kebudayaan DIY Tahun 2024 menandai perubahan signifikan dalam kategori, mekanisme, dan nama penghargaan. Perubahan ini diatur dalam Peraturan Gubernur DIY No. 32/2023, yang lebih menekankan pada kontribusi kelembagaan dan personal.
Penghargaan kali ini terbagi menjadi empat kategori utama, yaitu Anugerah Maha Adi Dharma Budaya untuk kontribusi internasional, Anugerah Maha Bakti Budaya untuk jasa di tingkat nasional dan regional, Anugerah Adikara Cipta Budaya untuk pencipta karya budaya yang inspiratif, dan Anugerah Upakarya Budaya untuk individu atau lembaga yang berjasa di berbagai bidang kebudayaan.
Dian menambahkan bahwa mekanisme penjaringan penerima penghargaan tahun ini melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lintas sektor dengan proses seleksi yang ketat dari September hingga Oktober 2024. Sebanyak 15 tim penilai yang terdiri dari akademisi, praktisi budaya, dan tokoh masyarakat turut serta dalam menentukan penerima penghargaan.
"Dengan pemberian penghargaan ini, kami berharap agar masyarakat semakin terinspirasi dan termotivasi untuk terus berkontribusi dalam melestarikan kebudayaan, menjaga identitas, serta mengembangkan kekayaan budaya Jogja agar tetap hidup dan relevan di era modern," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Enam kalurahan di Gunungkidul mendapat pembangunan SPAM dengan anggaran Rp1,159 miliar untuk menambah 215 sambungan rumah.
Prabowo menghadiri peluncuran MOLINAS di Cikarang, mencakup manufaktur, baterai, charging, pembiayaan hingga pasar.
DPRD Gunungkidul menyoroti sejumlah sekolah yang belum menerima MBG dan mendorong perluasan program agar lebih merata.
Pieter Huistra menyebut pemain asing PSS Sleman masih beradaptasi. PSS juga membuka peluang merekrut pemain lokal dan menyiapkan uji coba.
MA mengoreksi perhitungan kerugian negara kasus korupsi timah. Dari Rp300 triliun, kerugian keuangan negara ditetapkan Rp28,9 triliun.
Pemkab Temanggung mendukung wacana guru PPPK menjadi ASN pusat. Beban APBD daerah berpotensi berkurang sekitar Rp150,5 miliar.