Jelang Iduladha 2026, Perdagangan Hewan Kurban di Bantul Bakal Naik
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X saat menyerahkan anugerah kebudayaan 2024 kepada sejumlah individu dan komunitas, Kamis (28/11/2024)./ Harian Jogja - Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA – Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) memberikan Anugerah Kebudayaan DIY Tahun 2024 kepada 28 individu dan komunitas yang telah memberikan kontribusi. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X di Bangsal Kepatihan pada Kamis (28/11/2024).
Sultan Hamengku Buwono X dalam sambutannya menekankan pentingnya kebudayaan sebagai inti dari peradaban yang terus berkembang seiring zaman. Ia menegaskan bahwa tradisi, seni, dan nilai luhur harus dijaga sebagai warisan bangsa yang memperkuat identitas.
"Hari ini kita memberikan apresiasi kepada para pejuang budaya yang telah berdedikasi menjaga dan mengembangkan kebudayaan di Jogja agar tetap relevan dan bermakna bagi generasi kini dan masa depan," ujarnya.
Penganugerahan tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada mereka yang telah menunjukkan dedikasi nyata dalam melestarikan kebudayaan. Sultan juga mengajak generasi muda untuk menjadikan kebudayaan sebagai landasan dalam menciptakan karya inovatif dan berharap penghargaan ini dapat membangun ekosistem budaya yang kokoh dan inklusif.
BACA JUGA: Dinas Kebudayaan Gelar Malam Anugerah Kebudayaan dan Launching Aplikasi SIWA
Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Laksmi Pratiwi mengungkapkan bahwa Anugerah Kebudayaan DIY Tahun 2024 menandai perubahan signifikan dalam kategori, mekanisme, dan nama penghargaan. Perubahan ini diatur dalam Peraturan Gubernur DIY No. 32/2023, yang lebih menekankan pada kontribusi kelembagaan dan personal.
Penghargaan kali ini terbagi menjadi empat kategori utama, yaitu Anugerah Maha Adi Dharma Budaya untuk kontribusi internasional, Anugerah Maha Bakti Budaya untuk jasa di tingkat nasional dan regional, Anugerah Adikara Cipta Budaya untuk pencipta karya budaya yang inspiratif, dan Anugerah Upakarya Budaya untuk individu atau lembaga yang berjasa di berbagai bidang kebudayaan.
Dian menambahkan bahwa mekanisme penjaringan penerima penghargaan tahun ini melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lintas sektor dengan proses seleksi yang ketat dari September hingga Oktober 2024. Sebanyak 15 tim penilai yang terdiri dari akademisi, praktisi budaya, dan tokoh masyarakat turut serta dalam menentukan penerima penghargaan.
"Dengan pemberian penghargaan ini, kami berharap agar masyarakat semakin terinspirasi dan termotivasi untuk terus berkontribusi dalam melestarikan kebudayaan, menjaga identitas, serta mengembangkan kekayaan budaya Jogja agar tetap hidup dan relevan di era modern," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.
Pembangunan akses keluar-masuk (ramp on/off) dan Gerbang Tol Trihanggo di area Simpang Kronggahan, Sleman terus bergulir. Proyek konstruksi yang menjadi bagian
Survei State of Motherhood 2026 ungkap rumah tangga bisa kacau dalam 1–2 hari tanpa peran ibu
Kadek Dhinda tersingkir di Malaysia Masters 2026 setelah kalah dari Ratchanok Intanon di babak 32 besar
Bek Persib Bandung Frans Putros masuk skuad sementara Irak untuk Piala Dunia 2026 dan berpeluang mencetak sejarah bagi Liga Indonesia.
Rumah di Panggungharjo Bantul terbakar dini hari diduga korsleting listrik, kerugian sekitar Rp20 juta