Guru Sudah Cukup, Pemkab Bantul Tutup Rekrutmen Honorer
Pemkab Bantul memastikan tidak lagi membuka rekrutmen honorer baru dan fokus menyelesaikan tenaga non-ASN melalui skema PPPK.
Sekda DIY, Beny Suharsono./Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA—Paslon yang mendapatkan suara terbanyak pada Pilkada 2024 lalu diminta untuk bersabar menunggu proses penghitungan suara resmi yang dilakukan oleh KPU di tingkat kabupaten/kota.
"Sekarang ini memang kita hidup di era yang serba cepat, semua informasi bisa langsung diterima. Namun, kita tetap harus menghargai proses resmi yang ada," ujar Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Beny Suharsono, Minggu (1/12/2024).
Beny menambahkan, proses penghitungan suara Pilkada dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat kalurahan, kecamatan, hingga kabupaten/kota. Oleh karena itu, meskipun ada quick count yang memberikan indikasi sementara, keputusan akhir tetap ada di tangan KPU yang akan mengumumkan hasil resmi setelah proses verifikasi yang tepat.
Beny juga mengingatkan kepada pihak-pihak yang merasa belum memperoleh suara yang cukup untuk menyamai paslon unggulan agar tetap sabar. “Ini adalah bagian dari proses perhitungan yang sedang berlangsung. Semua suara harus dihitung dengan teliti dan akurat. Kita harus menunggu dengan sabar,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Beny juga menanggapi isu terkait dengan surat suara yang rusak, kurang dan tingkat partisipasi pemilih di Pilkada.
BACA JUGA: Lima Artis Ini Menangi Pilkada 2024, Berikut Profilnya
Menurutnya, hal tersebut menunjukkan seberapa besar partisipasi masyarakat dalam Pilkada ini. "Kita juga tidak ada kotak kosong. Bahkan surat suara yang rusak pun bisa menjadi indikator bagaimana masyarakat terlibat dalam proses ini. Setiap orang datang untuk menentukan pilihan mereka, itu adalah bagian dari proses demokrasi," katanya.
Beny melihat bahwa partisipasi aktif masyarakat dalam memilih calon pemimpin adalah cermin dari karakter masyarakat yang ingin menentukan pemimpin terbaik untuk lima tahun ke depan. "Masyarakat kita sudah menunjukkan bahwa mereka benar-benar peduli dengan siapa yang akan memimpin di masa depan. Itulah esensi demokrasi yang sesungguhnya.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul memastikan tidak lagi membuka rekrutmen honorer baru dan fokus menyelesaikan tenaga non-ASN melalui skema PPPK.
Dinkes Sleman perketat pemisahan jeroan kurban untuk cegah kontaminasi dan risiko penyakit saat Iduladha 2026.
Disdukcapil Bantul mencatat 985.142 penduduk pada 2025. Banguntapan menjadi wilayah terpadat dengan 118.712 jiwa.
Polda Metro Jaya menangkap 173 tersangka dari 127 kasus kejahatan jalanan di Jakarta selama 1–22 Mei 2026 melalui operasi terpadu.
UPNV Jogja menonaktifkan lima dosen terkait dugaan kekerasan seksual. Seluruh aktivitas Tridharma dihentikan selama proses investigasi.
BP BUMN dan Kemnaker memperkuat sinergi transformasi BUMN dengan memastikan perlindungan pegawai dan hubungan industrial tetap sehat.