PEREKONOMIAN DAERAH: Budaya Jadi Keunikan Transformasi Ekonomi DIY
Transformasi ekonomi DIY dinilai tak bisa dipisahkan dari budaya lokal yang menjadi fondasi pengembangan ekonomi kreatif Yogyakarta.
Ilustrasi sampah./Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—UPT Kebersihan dan Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul akan menerjunkan 100 petugas kebersihan untuk membersihkan wilayah perkotaan Wonosari menjelang momen libur Tahun Baru 2025.
Kepala UPT Kebersihan dan Pertamanan DLH Gunungkidul, Heri Kuswantoro mengatakan ada 100 petugas dan tujuh armada yang siap digunakan untuk mengangkut sampah di hari perayaan tahun baru.
Heri mengaku timbulan sampah yang ada di Alun-alun Wonosari yang berasal dari acara pergantian tahun dapat mereka bersihkan dalam waktu dua jam. UPT juga akan menempatkan kantung-kantung plastik di beberapa titik guna memudahkan warga membuang sampah dan pengangkutannya.
Apabila melihat timbulan sampah ketika momen pergantian tahun lalu, ada dua truk penuh sampah yang mengangkut timbulan sampah di wilayah perkotaan Wonosari. Sedangkan, timbulan sampah di kawasan pantai tidak begitu banyak. “Kalau pas tanggal 1 awal tahun baru itu timbulan sampah di kawasan pantai baru banyak. Awal 2024 itu ada enam truk yang mengangkut sampah dari sana,” kata Heri ditemui di Kantornya, Wonosari, Rabu (4/12/2024).
BACA JUGA: Anggota DPRD DIY Soroti Masalah Sampah di Kota Jogja, Desak Perhatian Serius dari Pemkot
Kepala DLH Gunungkidul, Antonius Hary Sukmono mengatakan pihaknya telah mengantisipasi agar tidak ada truk luar Gunungkidul yang membuang sampah di wilayah administratif Gunungkidul.
Salah satu antisipasi adalah koordinasi dengan panewu dan lurah melalui Surat Edaran (SE) Bupati. Hary memprediksi tidak akan ada truk luar Gunungkidul yang masuk lantaran jalan masuk ke Gunungkidul akan ramai warga yang merayakan pergantian tahun.
Disinggung ihwal lima truk asal Kota Jogja yang sempat membuang sampah di Kapanewon Saptosari beberapa waktu lalu, Hary mengaku telah memberi surat ke pemilik lahan agar tidak menerima sampah kiriman lagi dan dapat mengelola sampah yang telah dibuang di lahan miliknya.
Sementara itu, Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengatakan Pemkab Gunungkidul terus melakukan langkah antisipasi agar tidak ada sampah kiriman dari luar wilayah. “Kabupaten Gunungkidul lahan pembuangan sampah terbatas. Kalau semua ke Gunungkidul atau di buang di titik-titik tertentu akan menganggu lingkungan kita,” kata Sunaryanta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Transformasi ekonomi DIY dinilai tak bisa dipisahkan dari budaya lokal yang menjadi fondasi pengembangan ekonomi kreatif Yogyakarta.
I.League resmi rilis jadwal musim 2026/2027. Super League dimulai 4 September. Simak info League Cup terbaru untuk menambah jam terbang pemain di sini.
Menkeu Purbaya targetkan rupiah menguat ke Rp15.000 lewat intervensi obligasi dan kebijakan DHE SDA mulai Juni 2026.
Google I/O 2026 sorot Gemini Spark yang justru didemokan di iPhone 17 Pro, memicu spekulasi strategi dan kerja sama Apple.
Urgensi Pembentukan TIMPORA Bantul sebagai Wujud Nyata Semangat Imigrasi untuk Rakyat
Sri Sultan HB X tekankan pentingnya gemi, nastiti, ngati-ati di era digital saat literasi keuangan tertinggal dari inklusi.