Pemkab Kulonprogo Larang Mobil Dinas Guna Kepentingan Pribadi saat Libur Lebaran
Pemkab Kulonprogo melarang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungannya untuk memakai mobil dinas dalam urusan pribadi selama libur lebaran ini.
Suasana uji coba makan bergizi gratis sebuah sekolah di Kulonprogo yang ditinjau Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti beberapa waktu lalu.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Anggaran untuk program makan bergizi gratis (MBG) di Kulonprogo sudah dialokasikan dalam APBD 2025 sebesar Rp29,5 miliar. Sedangkan sasaran program ini sendiri sebanyak 63 ribu anak.
Dana Rp29,5 miliar itu bersumber dari belanja tak terduga sebesar Rp14,4 miliar dan pemotongan belanja seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) sebanyak Rp15,1 miliar. Pemotongan belanja OPD untuk program makan bergizi gratis merata sebesar 11% dari total belanja seluruh dinas di Pemkab Kulonprogo.
Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kulonprogo menjelaskan anggaran Rp29,5 miliar itu diperoleh dari kemampuan fiskal Pemkab. Ketentuannya dari kemampuan fiskal yang rendah itu dipotong sebesar 7,75% untuk program makan bergizi gratis tersebut.
BACA JUGA : Pemkot Pastikan Refocusing Anggaran MBG Tak Ganggu Program Penting Lainnya di Kota Jogja
Kepala BKAD Kulonprogo, Taufiq Amrullah menyampaikan pada Rabu (4/12/2024) bahwa kemampuan fiskal itu ditunjukan dengan pendapatan asli daerah(PAD). "Itu sama besarnya dengan 7,75 persen dari PAD juga," terangnya.
Taufiq menjelaskan anggaran tersebut sudah disepakati bersama antara Pemkab dan DPRD Kulonprogo. "Terkait dampaknya dengan pemotongan belanja OPD nanti akan dievaluasi bersama agar semuanya tetap efektif dan efisien," jelasnya.
Besaran dana untuk makan bergizi gratis di Kulonprogo, jelas Taufiq, tidak mencukupi jika hanya bersumber dari APBD. "Kalau lihat sasarannya ada 60an ribu anak yang jadi sasaran sepertinya tidak mencukupi," paparnya.
Bantuan anggaran dari pemerintah pusat, lanjut Taufiq, diperlukan untuk mensukseskan program makan bergizi ini di Kulonprogo. "Anggaran tersebut sekarang juga masih direview Gubernur DIY, tentu kami berharap ada bantuan dari pihak lain agar program ini sukses," ujarnya.
Sementara Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kulonprogo mencatat ada 63 ribu anak yang sudah didatanya sebagai sasaran program tersebut. Calon peserta makan bergizi ini dari jenjang TK hingga SMP, baik dari sekolah negeri maupun swasta.
Kepala Disdikpora Kulonprogo, Nur Wahyudi mencatat 63 ribu anak ini terdiri dari 1.200an lembaga pendidikan. "Termasuk dari TK, tempat penitipan anak, sampai PKBM [pusat kegiatan belajar masyarakat]," katanya.
Sejauh ini Disdikpora, jelas Wahyudi, baru ditugasi mendata sasaran peserta program tersebut. "Lebih jauhnya lagi kami juga masih menunggu arahan, kami mendukung program ini karena tujuannya baik meningkatkan kualitas kesehatan anak," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Kulonprogo melarang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungannya untuk memakai mobil dinas dalam urusan pribadi selama libur lebaran ini.
Pelatih PSIM Yogyakarta Jean-Paul van Gastel menargetkan kemenangan saat menghadapi Madura United di Stadion Sultan Agung Bantul.
Toyota mencatat permintaan Veloz Hybrid menembus 10 ribu unit di tengah kenaikan harga BBM dan meningkatnya minat mobil hemat bahan bakar.
Dua wisatawan asal Karawang ditemukan meninggal tertimbun longsor di jalur menuju Curug Cileat, Subang, Jawa Barat.
Manchester City menjuarai Piala FA 2026 setelah mengalahkan Chelsea 1-0 lewat gol Antoine Semenyo di Stadion Wembley.
Kunjungan wisatawan di Malioboro Jogja meningkat selama long weekend Kenaikan Isa Almasih, terutama pada sore hingga malam hari.