287 Pelajar Ramaikan KAP Kota Jogja 2026, PASI Bidik Juara POPDA 2029
Sebanyak 287 pelajar mengikuti KAP Kota Jogja 2026. PASI Kota Jogja menargetkan menjadi juara umum POPDA 2029 melalui pembinaan atlet berkelanjutan.
Ilustrasi sawah./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul mengakui masih membutuhkan ratusan unit pompa air untuk mendukung produktivitas lahan sawah tadah hujan di Bantul.
Kepala DKPP Bantul, Joko Waluyo menyampaikan pompa air telah dimiliki oleh setiap gabungan kelompok tani (gapoktan) lahan sawah tadah hujan di Bantul.
Namun, setiap gapoktan rata-rata hanya memiliki satu pompa air. Padahal satu gapoktan terdiri dari sekitar 30 orang. Dia mengaku masih ada kebutuhan pompa air bagi petani tersebut. “Kebutuhan [pompa air] ratusan [unit], kebutuhan banyak,” ujarnya, Rabu (4/12/2024).
Dia menuturkan selama ini pengadaan pompa air sebagian besar dari Pemerintah Pusat. Setiap tahun pengadaan pompa air dari pemerintah pusat mencapai ratusan unit. Pada 2024, ada 250 unit pompa air berbahan bakar gas yang disalurkan kepada petani.
Sementara menurutnya, alokasi pengadaan pompa air untuk petani dari APBD masih minim. Setiap tahun rata-rata hanya sekitar 10 unit pompa air yang dibagikan kepada petani dari APBD.
BACA JUGA: Petani Padi Lahan Sawah Tadah Hujan di Bantul Mulai Tanam Palawija
Dia mengaku pihaknya terus mengajukan usulan pengadaan pompa air kepada Pemerintah Pusat. Usulan tersebut diusulkan berdasarkan permintaan dari masyarakat. Dia berharap alokasi pompa air dari Pemerintah Pusat di tahun depan dapat meningkat dibanding dengan tahun ini.
“Kami mengandalkan [pompa air] dari pusat selama ini, kami mengusulkan. Kami masih kekurangan mesin [untuk modernisasi pertanian] banyak sekali termasuk traktor, kita mengajukan banyak sesuai proposal yang masuk,” ujarnya.
Joko menilai tambahan pompa air di lahan sawah tadah hujan sangat diperlukan. Hal itu lantaran di daerah tersebut sumber air sangat terbatas. Petani hanya dapat menanam ketika musim hujan. Di sana air perlu dipompa dari sumber air yang ada.
Padahal di sana, pihaknya mencatat ada ratusan hektar lahan sawah tadah hujan. Dari lahan tersebut, produktivitas padi mampu mencapai 6-7 ton per hektar saat musim panen. “Panen diperkirakan Maret 2025. Jadi ini terjadi kemunduran hujan, tanam pun mundur, panen mundur,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 287 pelajar mengikuti KAP Kota Jogja 2026. PASI Kota Jogja menargetkan menjadi juara umum POPDA 2029 melalui pembinaan atlet berkelanjutan.
Nasirun meninggalkan warisan besar bagi seni rupa Indonesia. Dari kritik sosial era 1990-an hingga eksplorasi memorabilia pada 2025, karya-karyanya menjadi cerm
OpenAI memangkas harga GPT-5.6 Luna hingga 80 persen dan Terra 20 persen untuk menghadapi persaingan model AI murah dari China seperti DeepSeek dan Z.ai.
Persija Jakarta lolos semifinal Piala Presiden 2026 usai bantai PSMS 4-1. Gol Arlyansyah, Dethan, Agi, dan Gustavo. Simak ringkasannya.
Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026: pelatih Vietnam tuntut dua striker Brasil bangkit. Dukungan penuh suporter di Pakansari.
Pemkab Bantul mulai menyalurkan bantuan seragam gratis untuk siswa baru SD, SMP, MI, dan MTs pada awal hingga pertengahan Agustus 2026. Total anggaran mencapai