Update Kasus Daycare Jogja, Puluhan Anak Alami Gangguan Tumbuh Kembang
Dinkes Jogja temukan 30 anak daycare alami gangguan gizi dan tumbuh kembang. Penanganan terapi dan pemulihan sedang dilakukan.
Ilustrasi sawah./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul mengakui masih membutuhkan ratusan unit pompa air untuk mendukung produktivitas lahan sawah tadah hujan di Bantul.
Kepala DKPP Bantul, Joko Waluyo menyampaikan pompa air telah dimiliki oleh setiap gabungan kelompok tani (gapoktan) lahan sawah tadah hujan di Bantul.
Namun, setiap gapoktan rata-rata hanya memiliki satu pompa air. Padahal satu gapoktan terdiri dari sekitar 30 orang. Dia mengaku masih ada kebutuhan pompa air bagi petani tersebut. “Kebutuhan [pompa air] ratusan [unit], kebutuhan banyak,” ujarnya, Rabu (4/12/2024).
Dia menuturkan selama ini pengadaan pompa air sebagian besar dari Pemerintah Pusat. Setiap tahun pengadaan pompa air dari pemerintah pusat mencapai ratusan unit. Pada 2024, ada 250 unit pompa air berbahan bakar gas yang disalurkan kepada petani.
Sementara menurutnya, alokasi pengadaan pompa air untuk petani dari APBD masih minim. Setiap tahun rata-rata hanya sekitar 10 unit pompa air yang dibagikan kepada petani dari APBD.
BACA JUGA: Petani Padi Lahan Sawah Tadah Hujan di Bantul Mulai Tanam Palawija
Dia mengaku pihaknya terus mengajukan usulan pengadaan pompa air kepada Pemerintah Pusat. Usulan tersebut diusulkan berdasarkan permintaan dari masyarakat. Dia berharap alokasi pompa air dari Pemerintah Pusat di tahun depan dapat meningkat dibanding dengan tahun ini.
“Kami mengandalkan [pompa air] dari pusat selama ini, kami mengusulkan. Kami masih kekurangan mesin [untuk modernisasi pertanian] banyak sekali termasuk traktor, kita mengajukan banyak sesuai proposal yang masuk,” ujarnya.
Joko menilai tambahan pompa air di lahan sawah tadah hujan sangat diperlukan. Hal itu lantaran di daerah tersebut sumber air sangat terbatas. Petani hanya dapat menanam ketika musim hujan. Di sana air perlu dipompa dari sumber air yang ada.
Padahal di sana, pihaknya mencatat ada ratusan hektar lahan sawah tadah hujan. Dari lahan tersebut, produktivitas padi mampu mencapai 6-7 ton per hektar saat musim panen. “Panen diperkirakan Maret 2025. Jadi ini terjadi kemunduran hujan, tanam pun mundur, panen mundur,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Jogja temukan 30 anak daycare alami gangguan gizi dan tumbuh kembang. Penanganan terapi dan pemulihan sedang dilakukan.
Aktivitas Gunung Mayon di Filipina meningkat dengan puluhan gempa vulkanik dan aliran lava, sementara status Siaga 3 tetap berlaku.
Kapolri Listyo Sigit menargetkan pembangunan 1.500 SPPG Polri pada 2026 untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis.
Rey’s Mediterranean Kitchen resmi buka di Jogja dengan konsep colorful dan menu khas Mediterania, western, hingga Timur Tengah.
Sapi kurban Presiden Prabowo asal Gunungkidul habiskan biaya pakan Rp80.000 per hari. Sapi simmental itu berbobot lebih dari 1 ton.
Prabowo menghadiri panen raya jagung nasional, groundbreaking gudang pangan Polri, dan peluncuran 166 SPPG pendukung MBG di Tuban.