Capaian PAD Sektor Pariwisata di Gunungkidul Mencapai Rp29 Miliar Lebih

Andreas Yuda Pramono
Andreas Yuda Pramono Kamis, 05 Desember 2024 18:37 WIB
Capaian PAD Sektor Pariwisata di Gunungkidul Mencapai Rp29 Miliar Lebih

Wisatawan - Ilustrasi/Freepik

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Gunungkidul mencatat capaian pendapatan asli daerah (PAD) sektor pariwisata hingga 29 November 2024 mencapai Rp29,7 miliar. Capaian ini sudah melebihi target 2024 sebesar Rp29 miliar.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dispar Gunungkidul, Supriyanta mengatakan capaian PAD tepatnya berada di angka Rp29.722.689.725. Dengan begitu, Dispar telah mencapai target PAD pada 2024 Rp29 miliar.

“Kalau dipersentase capaian PAD sektor pariwisata sudah 102,49 persen,” kata Supriyanta dihubungi, Kamis (5/12).

Adapun jumlah wisatawan dengan PAD Rp29,7 miliar tersebut mencapai 2.734.649 orang. Pengunjung paling banyak masuk melalui Pos Retribusi Watu Gupit di Girijati, Purwosari dengan 368.877 orang.

Pos dengan jumlah pengunjung masuk terbesar kedua ada di Pos Baron dengan 306.784 orang dan terbesar ketiga ada di Pos Retribusi Watu Gupit di Giricahyo, Purwosari dengan 303.700 orang.

BACA JUGA: Pengaturan Ulang Subsidi BBM, Menteri UMKM Pastikan Driver Ojol Tetap Dapat

Selain itu, pos dengan jumlah pengunjung masuk paling sedikit ada di Pos Retribusi Sriten dengan 675 orang dan Goa Cerme dengan 725 orang. Total pos retribusi di Bumi Handayani ada 31 pos.

Sementara itu, Kepala Dispar Gunungkidul, Oneng Windu Wardana mengatakan Dispar terus memfasilitasi wisatawan, termasuk menjelang libur panjang Hari Raya Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.

Dispar telah mengirim surat kepada pelaku wisata untuk mendata agenda Nataru. Agenda ini nanti akan dipublikasi, sehingga wisatawan di DIY memiliki alternatif pilihan wisata. Hingga hari ini, Dispar mengaku belum ada pelaku wisata yang menyampaikan agenda untuk menyambut libur Natal dan Tahun Baru.

Selain publikasi agenda tiap pelaku wisata, Dispar telah memberi fasilitas lain untuk wisatawan agar lebih nyaman dalam berkunjung ke Bumi Handayani. Fasilitas tersebut salah satunya berupa e-ticketing melalui Mobile Point of Sales (M-Pos).

Hanya, belum semua pos retribusi menggunakan M-Pos. Baru ada delapan pos atau tempat pemungutan retribusi (TPR) yang menggunakannya, yaitu TPR Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), Baron, Sepanjang, Banjarejo, Ngestirejo, Pulegundes, Tepus, dan Poktunggal. “Pos-pos sisanya kami masih menunggu tindak lanjut dari PT. Jasa Raharja Putera,” kata Windu.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online