Modus Tukar Uang, 2 WNA Gasak Rp4,2 Juta di Gunungkidul
Dua WNA mencuri Rp4,2 juta di warung Gunungkidul dengan modus tukar uang. Polisi masih memburu pelaku dan imbau warga waspada.
Ilustrasi Stadion Maguwoharjo./Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN—Anggota DPRD Sleman, Y Gustan Ganda belum lama ini menggelar inseksi mendadak (sidak) terhadap pembangunan Stadion Maguwoharjo, Depok. Dari sidak itu diketahui proses pembangunan ternyata belum selesai sepenuhnya, padahal kontrak pengerjaan berakhir Desember ini.
“Masih belum selesai karena progresnya baru sekitar 90 persen,” kata Gustan, Rabu (18/12/2024).
Dia menjelaskan, revonasi Stadion Maguwoharjo merupakan program Pemerintah Pusat karena dibiayai melalui APBN. Di satu isi, Gustan mengucapkan terima kasih atas perhatiannya untuk merenovasi stadion kebanggaan warga Sleman ini.
Meski demikian, kata dia, pembangunan tetap harus diperhatikan karena harus benar-benar dipastikan selesai dikerjakan. Menurut dia, untuk saat sekarang belum layak untuk diserahterimakan ke pemkab. “Memang belum selesai dan kami tidak mau menerimanya. Tanggung jawab rekanan yang mengerjakan harus benar-benar diselesaikan,” kata politisi PDI Perjuangan ini.
Gustan mengungkapkan, dari hasil sidak ada beberapa catatan yang harus diperhatikan. Salah satunya menyangkut dengan drainase lapangan dinilai bermasalah.
Hal ini dikarenakan sebelum dilakukan renovasi, drainase berjalan dengan baik. “Sekarang malah ada genangan saat terjadi hujan. Padahal sebelum dibangun kualitasnya bagus, tetapi malah menurun,” ungkapnya.
Selain itu, juga ada kendala berkaitan dengan keberadaan stand kamera. Fasilitas media ini dinilai mengganggu pandangan para penonton. “Peliputan media memang penting, tetapi keberadaannya tidak boleh mengganggu pemandangan penonton.
Diketahui proyek pembangunan Stadion Maguwoharjo dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Pengerjaan telah dimulai sejak 27 Desember 2023 dengan pelaksanaan 355 hari.
BACA JUGA: Renovasi Stadion Maguwoharjo Sleman Disesuaikan dengan Standar FIFA
Adapun pengerjaan meliputi struktur kolom dengan model jacketing, penambahan kursi singel, pergantian rumput lapangan, pembuatan tribun difabel. “Intinya harus diselesaikan karena kalau belum selesai diserahkan, malah bisa timbul masalah. Namanya standar internasional harus benar-benar diperhatikan dan disesuaikan dengan standarnya,” katanya.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo saat dikonfimasi tentang pembangunan Stadion Maguwoharjo belum bisa berkomentar panjang. Ia berdalih belum melihat perkembangan dari renovasi stadion tersebut. “Besok baru mau melihat langsung ke stadion berkaitannya dengan renovasi,” katanya.
Meski demikian, dia mengakui bahwa pembangunan harus selesai Desember ini. “Itu kan pembangunan pakai APBN. Kalau proses penyerahan ke Pemkab Sleman hingga saat ini belum ada. Yang jelas, harus diselesaikan pengerjaannya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua WNA mencuri Rp4,2 juta di warung Gunungkidul dengan modus tukar uang. Polisi masih memburu pelaku dan imbau warga waspada.
Gempa Sukabumi Magnitudo 4,5 mengguncang Jawa Barat akibat aktivitas sesar aktif bawah laut, BMKG pastikan belum ada gempa susulan.
DPAD DIY mengakuisisi untuk mengelola arsip termasuk arsip pribadi, seniman, budayawan dan arsip-arsip yang menyimpan memori kolektif.
Identitas 11 bayi yang ditemukan di Pakem Sleman masih ditelusuri Pemkab Sleman untuk penerbitan dokumen resmi dan asal-usul bayi.
Bank Indonesia mencatat pertumbuhan utang luar negeri Indonesia triwulan I 2026 melambat, dengan rasio ULN terhadap PDB turun menjadi 29,5 persen.
KPK menjadwalkan ulang pemeriksaan Muhadjir Effendy dalam kasus dugaan korupsi kuota haji setelah saksi meminta penundaan.