JLFR 31 Juli Tetap Berlangsung, Pemkot Jogja Siapkan Pengamanan
Pemkot Jogja memastikan JLFR tetap digelar di Malioboro pada 31 Juli 2026 tanpa penutupan jalan, dengan pengamanan dari Dishub dan Satlantas.
Gumuk Pasir Parangtritis - Antara
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul menggagas konsep pariwisata berkualitas (quality tourism) di Gumuk Pasir Parangtritis. Nantinya, pembatasan wisatawan akan diterapkan untuk memastikan keberlanjutan destinasi wisata tersebut.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Dinpar Bantul, Yuli Hernadi menyatakan penerapan konsep quality tourism akan dilakukan dengan membatasi wisatawan di kawasan Gumuk Pasir.
Pembatasan ini bertujuan menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan. "Kami akan merelokasi pelaku wisata di Gumuk Pasir Parangtritis, termasuk rute jip. Setelah perencanaan selesai, akan dibuat pintu gerbang untuk mendukung geopark Gumuk Pasir," ujarnya, Rabu (18/12/2024).
Dia menuturkan proses restorasi Gumuk Pasir melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), antara lain DLH Bantul, Satpol PP Bantul, dan Bappeda Bantul.
Dia menuturkan sejauh ini telah dilakukan pemasangan patok di zona inti gumuk pasir. Kemudian, pohon-pohon di sana juga akan dipangkas.
Langkah tersebut menurut Yuli dilakukan untuk mengembalikan kondisi alami Gumuk Pasir Parangtritis. Pasalnya, vegetasi cemara udang saat ini memang tidak sesuai dengan kondisi awal gumuk pasir.
Keberadaan tanaman tersebut pun diduga menghambat pergerakan pasir akibat angin. "Gumuk Pasir harus dikembalikan ke kondisi semula agar bisa terus hidup dan menahan abrasi serta tsunami," ujar dia.
Kemudian, menurut Yuli, pelaku wisata, antara lain pengemudi jip wisata, ATV, dan pelaku UMKM akan direlokasi ke luar zona inti setelah restorasi selesai.
BACA JUGA: Meneropong Prospek Quality Tourism di DIY Tahun Depan, Begini Pandangan Pelaku Wisata
Dispar Bantul pun memastikan bahwa kegiatan wisata disana tetap dapat berlangsung dengan konsep yang lebih berkualitas. "Tidak akan ada yang hilang, justru gumuk pasir nantinya menjadi destinasi dengan quality tourism yang lebih baik," ujarnya.
Terkait dengan pembatasan wisatawan yang dapat memasuki kawasan tersebut, Yuli belum banyak berkomentar. Menurutnya, konsep tersebut masih akan dibahas di waktu mendatang.
Dia pun memastikan pelaku wisata yang ada di sekitar Gumuk Pasir Parangtritis juga akan tetap dapat menjalankan usahanya dengan rencana penataan tersebut. Dengan kolaborasi lintas OPD dan pelaku wisata, dia optimistis gumuk pasir Parangtritis dapat menjadi destinasi wisata berkelanjutan di masa depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja memastikan JLFR tetap digelar di Malioboro pada 31 Juli 2026 tanpa penutupan jalan, dengan pengamanan dari Dishub dan Satlantas.
Pemkab Bantul memastikan gaji ASN dan PPPK tetap dibayarkan tepat waktu. Kebutuhan anggaran mencapai Rp40 miliar-Rp41 miliar setiap bulan.
Aldila Sutjiadi dan Erin Routliffe melaju ke final DC Open 2026 usai menang 6-1, 6-1 atas pasangan China di semifinal.
Program transmigrasi Sleman 2026 membuka dua kuota ke Poso dan Polewali Mandar dengan potensi pertanian, kakao, dan kopi.
Ibu-ibu PKK Kragon II di Kulonprogo memanfaatkan galon bekas menjadi media tanam hingga meraih predikat terbaik Program Ketapangmas DIY.
John Herdman puas Timnas Indonesia menang 3-0 atas Timor Leste di Piala AFF 2026 dan meminta tim tetap fokus menghadapi Vietnam.