Fakta Janggal Temuan 11 Bayi di Pakem Sleman, KPAI Buka Suara
KPAI soroti kejanggalan temuan 11 bayi di Sleman. Diduga ada praktik perdagangan bayi berkedok adopsi dan penitipan anak.
Ilustrasi drainase/Ist-WSBT
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gunungkidul melakukan perbaikan atau normalisasi drainase di kawasan Alun-alun Wonosari. Perbaikan drainase ini penting agar tidak ada luapan air yang membanjiri badan jalan dan halaman alun-alun.
Kepala DLH Gunungkidul, Antonius Hary Sukmono mengatakan drainase yang menjadi sasaran perbaikan merupakan drainase utama yang berada di sisi barat Alun-alun Wonosari atau depan Masjid Agung Al-Ikhlas.
Drainase yang di sisi barat itu sempat rusak, termasuk tersumbat sampah juga. Akhirnya kami ganti pipa-pipa di dalamnya dan kami tambah lorong drainase dari sembilan jadi sebelas,” kata Hary dihubungi, Kamis (19/12).
Hary mengaku sampah-sampah yang berada di dalam drainase berasal dari sekitar alun-alun. Sampah masuk dan terbawa aliran air. Perbaikan ini perlu segera dirampungkan lantaran Alun-alun Wonosari akan menjadi lokasi perayaan malam tahun baru 2025.
Perbaikan drainase ini kami mulai awal Desember 2024. Target pengerjaan tiga pekan,” katanya.
Sekretaris Daerah Gunungkidul, Sri Suhartanta mengatakan Pemkab Gunungkidul sedang membuat semacam tampungan air di Alun-alun Wonosari sebagai titik untuk mengalirkan air ke drainase.
Air yang menggenang nanti bisa mengalir ke drainase. Makanya kami buat penampung kotak-kotak,” kata Suhartanta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPAI soroti kejanggalan temuan 11 bayi di Sleman. Diduga ada praktik perdagangan bayi berkedok adopsi dan penitipan anak.
Ducati jual fairing asli MotoGP GP25 Márquez dan Bagnaia lewat MotoGP Authentics untuk kolektor
Meta PHK 8.000 karyawan di tengah investasi besar AI meski perusahaan catat laba tinggi
Pembangunan akses keluar-masuk (ramp on/off) dan Gerbang Tol Trihanggo di area Simpang Kronggahan, Sleman terus bergulir. Proyek konstruksi yang menjadi bagian
Survei State of Motherhood 2026 ungkap rumah tangga bisa kacau dalam 1–2 hari tanpa peran ibu
Kadek Dhinda tersingkir di Malaysia Masters 2026 setelah kalah dari Ratchanok Intanon di babak 32 besar