Komisi B Usulkan Integrated Farming hingga Agrowisata di Jogja
Komisi B DPRD Kota Jogja mendorong pengembangan Rumah Sakit Hewan, integrated farming, bioflok, dan agrowisata untuk meningkatkan PAD.
Foto ilustrasi gaji/tunjangan hari raya - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL--Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bantul mengaku keberatan dengan kenaikan Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK) Bantul tahun 2024. Meski begitu, PHRI Bantul tetap meminta manajemen hotel dan restoran menjalankan aturan pengupahan tersebut.
Ketua PHRI Bantul Yohanes Hendra menuturkan kenaikan UMSK Bantul pada sektor hotel dan restoran jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan UMK Bantul tahun 2024. Kenaikan UMSK Bantul sektor hotel dan restoran mencapai 8,5% sementara kenaikan UMK Bantul mencapai 6,5%. Dengan adanya kenaikan UMSK pada sektor hotel dan restoran tersebut, maka rata-rata pekerja menerima upah minimum sekitar Rp2,6 juta per orang per bulan.
Upah tersebut diterapkan bagi pekerja di hotel dan restoran baik berskala kecil, menengah hingga besar.
"Aturan tersebut [kenaikan UMSK] wajib dijalankan, dari manajemen walaupun keberatan tetap harus dijalankan," kata Hendra, Jumat (20/12/2024).
Dalam penetapan UMSK tersebut, Hendra juga menyayangkan menetapkan UMSK yang mendekati akhir tahun. Padahal, menurut Hendra, pihak manajemen hotel dan restoran telah mengatur biaya operasional, kebutuhan tenaga kerja dan upah pekerja untuk tahun depan. Dengan adanya kenaikan UMSK tersebut, menurut Hendra, manajemen hotel dan restoran perlu menghitung kembali upah pekerja yang telah dirumuskan.
BACA JUGA: SPSI di Bantul Menerima Kenaikan UMK
"Kita bulan kemarin [November] sudah membuat budget tahun 2025, kami harus merubah upah, dan jaminan kesehatan," katanya.
Dia menambahkan, manajemen hotel dan restoran di Bantul juga cukup keberatan dengan adanya kenaikan PPN hingga 12%. Menurutnya, kedua hal tersebut semakin menambah beban operasional bagi manajemen hotel dan restoran.
Sementara menurut Hendra, okupansi hotel dan restoran di Bantul cenderung stagnan dibawah 50% selama low season, dan sekitar 75% selama high season.
Hendra pun mendorong agar pekerja di sektor hotel dan restoran meningkatkan kemampuan. Menurutnya, kemampuan menjadi prioritas bagi manajemen hotel dan restoran untuk tetap mempertahankan pekerja di tengah kenaikan upah yang ada.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Komisi B DPRD Kota Jogja mendorong pengembangan Rumah Sakit Hewan, integrated farming, bioflok, dan agrowisata untuk meningkatkan PAD.
Trans Jogja disiapkan terintegrasi dengan Grab untuk mengatasi akses halte dan memperkuat konektivitas first mile-last mile.
Jogja Inspira #01 hadir di Ndalem Poenokawan dengan kolaborasi musik, puisi dan sketsa, memperkuat Jogja sebagai episentrum kreativitas seni.
Korban bencana di Nepal utara mencapai 951 orang. Sekitar 590 warga negara asing dari 39 negara masih dinyatakan hilang.
Restitusi PPN yang belum cair dikhawatirkan mengganggu cash flow industri hingga memicu PHK dan pailit.
Wisata dan pembangunan di hulu Gajah Wong Sleman dinilai perlu memperhatikan daya dukung lingkungan untuk menjaga air dan ekosistem.