Polresta Sleman Tangkap Pelaku Begal Sadis di Pakem
Polresta Sleman menangkap pelaku pembegalan bersenjata tajam yang merampas motor, ponsel, dan dompet milik pekerja di Pakem. Polisi segera menggelar rilis kasus
Suasana kendaraan di Simpang Prambanan pada Senin (23/12/2024)./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Polresta Sleman menggunakan tiga klasifikasi jumlah kendaraan yang masuk ke wilayah DIY untuk menerapkan rekayasa lalu lintas selama Natal dan Tahun Baru. Hingga hari ketiga pengamanan digelar, jumlah kendaraan yang masuk masih di kategori hijau.
"Untuk hari ketiga ini, di tanggal 23 Desember 2024 dari pantauan Pospam Prambanan untuk saat ini sampai pukul 11.30 WIB masih terpantau normal," kata Kasat Lantas Polresta Sleman, AKP Fikri Kurniawan pada Senin (23/12/2024).
Menjelang tengah hari, Fikri mengungkapkan jumlah kendaraan yang masuk DIY via Prambanan mencapai 678 kendaraan per 30 menit. Jumlah tersebut lanjut Fikri masih berada dalam kategori hijau.
"Kami memiliki tiga indikator yang dimana ada hijau, kuning, dan merah. Untuk kategori hijau itu dari 500-1.400 kendaraan yang masuk apabila sudah mencapai 1.400-1.600 itu nanti di kategori kuning," ujarnya.
Rekayasa lalu lintas akan mulai diberlakukan jika jumlah kendaraan yang masuk sudah masuk dalam kategori kuning. Adapun rekayasa yang dilakukan yakni dengan memperlancar lalu lintas kendaraan menuju Jogja maupun keluar Jogja.
Adapun kategori merah yakni kendaraan yang masuk di atas 1.600 kendaraan, kepolisian akan melakukan rekayasa di Opak Raya. Apabila terlalu panjang, arus lalu lintas akan ditarik dan diarahkan ke Jalan Prambanan-Piyungan.
"Di Pertigaan-Piyungan kami kebaratkan untuk bisa mengarahkan para kendaraan itu ataupun para wisata ke Kota Jogja melalui via Jalan Piyungan-Prambanan," katanya.
Hingga Senin siang, Fikri mengungkapkan bila tren kendaraan yang keluar masih lebih banyak ketimbang kendaraan yang masuk. "Perkiraan kami kenapa banyak keluar mungkin dari para wisata lebih datang mendahului lalu mereka menginap dan dua hari atau tiga hari mereka bisa langsung keluar dari Jogja," katanya.
Kendati demikian Fikri menyebut tak menutup kemungkinan di hari ketiga Operasi Lilin Progo ini terjadi puncak kendaraan masuk ke wilayah DIY. Namun pihaknya tetap melakukan antisipasi melalui CCTV dan menerapkan rekayasa lalu lintas.
"Dari info yang kami dapat dari tol perambanan di dua hari terakhir itu dari ada 1.000 sampai 1.300 kendaraan yang exit [keluar tol] namun yang in atau yang masuk ke Jogja itu kurang lebih 800 malah 700-600, tidak semua orang keluar dari exit tol perambanan itu menuju Jogja ada yang mengarah ke Klaten," ujarnya.
Fikri mengestimasi puncak kendaraan yang masuk ke wilayah DIY via pintu Prambanan jumlahnya tidak jauh dari jumlah kendaraan yang keluar dari Gerbang Tol Prambanan dikurangi 15-20%. "Kami lihat 15% dari exit-nya berapa kita akan siap terima," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polresta Sleman menangkap pelaku pembegalan bersenjata tajam yang merampas motor, ponsel, dan dompet milik pekerja di Pakem. Polisi segera menggelar rilis kasus
DPRD DIY mengingatkan warga tidak mudah percaya isu kerusuhan Agustus dan meminta masyarakat lebih cermat memilah informasi.
Prabowo meresmikan 3.395 jembatan TNI-Polri dan 3.000 sumber air bersih TNI AD di seluruh Indonesia pada 13 Agustus 2026.
Gempa Kolombia menewaskan 265 orang dan merusak 53.526 rumah. Presiden Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat ekonomi.
DPRD Kulonprogo meminta Pemkab menyiapkan solusi permanen kekeringan, termasuk pemetaan wilayah dan pembangunan sumber air alternatif.
BPKAD Kota Jogja mengembangkan SIAP, sistem pengingat digital untuk mendorong penarikan APBD tepat waktu dan mencegah penumpukan.