PAD Wisata Gunungkidul Lampaui Target di Tengah Sorotan Kebocoran
PAD sektor wisata Gunungkidul mencapai Rp43,3 miliar hingga akhir Juli 2026 dan melampaui target di tengah evaluasi penarikan retribusi.
Ilustrasi wisatawan saat berkunjung di Desa Pentingsari / desawisatapentingsari.com
Harianjogja.com, SLEMAN—Pengelola Desa Wisata Pentingsari di Kalurahan Umbulharjo, Cangkringan tidak memermasalahkan sepinya kunjungan saat libur akhir tahun. Hal ini dikarenakan sudah memiliki segmentasi pengunjung yang berasal dari anak sekolah.
“Ya kalau libur akhir tahun begini malah sepi, karena sekolahan libur sehingga tidak ada kegiatan kunjungan wisata edukasi yang kami kelola,” kata Marketing Desa Wisata Pentingsari, Bayu Indra Wijaya, Minggu (29/12/2024).
Menurut dia, wisatawan yang hadir kebanyakan anak sekolah yang berasal dari Jabodetabek. Oleh karenanya, saat liburan kunjungan tidak ada lonjakan seperti destinasi lain karena kedatangan paling banyak saat masa masuk sekolah, khususnya saat tengah semester. “Maklum kami juga tidak memiliki objek wisata seperti Nglanggeran atau yang lain karena memang murni yang ditawarkan lebih ke suasana kehidupan di pedesaan,” katanya.
Meski demikian, Bayu mengaku tidak khawatir karena desa wisata yang dikelola terus menerima kunjungan. Sebagai gambaran mulai 28 Januari hingga 28 Februari 2025 sudah ada pemesanan untuk kunjungan.
BACA JUGA: Berstatus Desa Wisata Terbaik, Wukirsari Sepi Saat Akhir Tahun, Pengelola: Januari Full Booked
Di sisi lain, di 2023 lalu, Desa Wisata Pentingsari mampu membukukan pengunjung sebanyak 27.000 orang. Adapun omset yang diperoleh mencapai Rp3,4 miliar dalam setahun. “Untuk tahun ini baru akan akumulasikan dalam rapat tahunan yang digelar awal 2025. Tapi, dari pengamatan pengunjungnya bisa lebih banyak dari tahun lalu,” katanya.
Bayu menambahkan, meski tidak memiliki objek wisata untuk menarik minat pengunjung, tapi Desa Wisata Pentingsari memiliki keunggulan lain. Yakni, suasana alam pedesaan, budaya dan kearifan lokal.
Konsep pengembangan wisata dilakukan dengan model live in. yakni, pengunjung diajak untuk merasakan tinggal di tengah-tengan masyarakat.
Di sisi lain, juga ada aktivitas pertanian seperti membajak sawah, menanam padi, menangkap ikan. Selain itu, juga ada aktivitas membatik, menari, membuat tempe, wedang uwuh hingga pembuatan jamur krispi. “Untuk kunjungan kami sangat terbantu dengan program Merdeka belajar yang mengharuskan para siswa mengenal budaya dan kearifan lokal. Jadi, tempat kami sering digunakan untuk pengenalan program tersebut,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PAD sektor wisata Gunungkidul mencapai Rp43,3 miliar hingga akhir Juli 2026 dan melampaui target di tengah evaluasi penarikan retribusi.
Pemerintah kembali membuka war tiket Upacara HUT RI di Istana Merdeka. Sebanyak 8.100 peserta ditargetkan hadir pada 17 Agustus 2026.
Investasi di Gunungkidul semester pertama 2026 mencapai Rp487,6 miliar dan menyerap 10.738 tenaga kerja, didominasi PMDN dan PMA.
Tradisi budaya Sebaran Apem Yaaqawiyyu dalam rangka Saparan Yaaqawiyyu di Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, berlangsung meriah pada Jumat (31/7/2026)
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo bergerak cepat menangani dampak kebakaran yang melanda Pasar Sidoharjo di Desa Paseban, Kecamatan Bayat.
Iran mengklaim menghancurkan tiga jet F-35 AS di Yordania dan menyerang pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait.