28 UMKM Kuliner Jogja Ikuti Kurasi, Bidik Pasar Ritel dan Hotel
Sebanyak 28 UMKM kuliner binaan Pemkot Jogja mengikuti kurasi produk untuk meningkatkan kualitas dan membuka akses pasar lebih luas.
Kepala Kantor Kemenag Bantul Ahmad Sidqi./ Ist-bantul.kemenag.go.id
Harianjogja.com, BANTUL—Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Bantul menyebut implementasi program makan bergizi gratis (MBG) di pesantren akan disajikan secara prasmanan. Sementara penyediaan makanannya akan dilakukan melalui dapur umum pondok pesantren.
Kepala Kantor Kemenag Bantul Ahmad Sidqi menuturkan beberapa pondok pesantren yang memiliki santri ribuan memiliki dapur umum. Dapur umum tersebut selama ini telah digunakan untuk memproduksi makanan bagi para santri. Dia menilai, keberadaan dapur umum tersebut dapat digunakan untuk penyediaan makanan dalam program MBG.
"Di pesantren yang besar [jumlah santri mencapai ribuan] yang menjadi sasaran [program MBG], sudah memiliki dapur umum, nanti tinggal [dapur umum] memenuhi syarat-syarat [untuk menyelenggarakan MBG]," ujarnya, Senin (6/1/2025).
Nantinya, dia menuturkan implementasi makan bergizi gratis di pesantren akan dilakukan secara prasmanan.
Dia menuturkan pesantren tersebut selama ini telah memiliki tim yang terdiri dari santri-santri senior untuk menyediakan makanan bagi para santri. Meski begitu, menurut Ahmad, satu dapur umum untuk program MBG ditargetkan mampu menyediakan makanan untuk 3.000 orang, sehingga ketika dapur umum tersebut menyediakan makanan untuk MBG, maka pondok pesantren diperkirakan akan menggandeng masyarakat setempat untuk bersama-sama menyediakan MBG tersebut.
"Masyarakat bisa terlibat, sebagai penyedia bahan baku, atau tenaga kerja," ujarnya.
BACA JUGA: Program MBG Belum Dijalankan Lanud Adisutjipto Hari Ini, Ini Alasannya
Sementara dia menilai untuk pondok pesantren yang jumlah santrinya hanya ratusan dan tidak memiliki lembaga pendidikan, maka penyediaan MBG dapat disediakan oleh pondok pesantren terdekat yang menyediakan MBG atau lembaga pendidikan tempat santri tersebut menempuh pendidikan.
"[Pondok pesantren yang santri ratusan] tidak bisa mengelola sendiri [penyediaan ribuan paket MBG], sehingga kemungkinan dari rekanan pemerintah," ujarnya.
Dia menuturkan Kemenag RI telah mengeluarkan edaran terkait dengan himbauan agar MBG dilakukan juga untuk menunjang pengembangan karakter siswa. Dia pun menyambut program tersebut dengan positif.
"Pemberian MBG bisa menguatkan karakter santri. Satri dapat diajari etika makan dan minum yang baik, diajarkan bagaimana makan dengan berdoa, agar religiusitasnya meningkat," ujarnya.
"[MBG] tidak hanya fokus pada penguatan gizi, tetapi juga penguatan karakter," ujarnya.
Dalam implementasi MBG, pihaknya juga menekankan agar santri dapat belajar untuk mengantri, dan menghargai makanan.
Meski begitu, Ahmad menurutkan pihaknya masih menunggu petunjuk teknis (juknis) penyelenggaraan MBG tersebut.
"Untuk menyasar santri di pesantren, kami masih menunggu juknis," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 28 UMKM kuliner binaan Pemkot Jogja mengikuti kurasi produk untuk meningkatkan kualitas dan membuka akses pasar lebih luas.
MotoGP 2026 menyisakan 10 seri. Aragon menjadi ujian penting bagi Jorge Martin, Marc Marquez, dan empat kandidat juara lainnya.
Kemenkes mengaktifkan 9 HEOC dan mengerahkan tim medis untuk memulihkan layanan kes
FairSquare meminta FIFA meninjau kelayakan Gianni Infantino maju lagi dalam pemilihan presiden 2027 terkait batas masa jabatan.
Denza N8 terbaru membawa baterai LFP 130,15 kWh dengan jarak tempuh hingga 1.003 km berdasarkan standar pengujian CLTC.
GitHub mengalami gangguan besar pada 17 Agustus 2026. API, Actions, Pull Requests hingga Copilot terdampak dengan error unduhan mencapai 50%.