HUT RI, Disdukcapil Kota Jogja Buka Layanan Jemput Bola Adminduk
Disdukcapil Kota Jogja menyiapkan layanan jemput bola selama Agustus 2026 untuk HUT RI dan HUT Kota Jogja. Warga bisa mengurus seluruh dokumen kependudukan.
Ilustrasi dana./Bisnis Indonesia-Dwi Prasetya
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Kebudayaan (Disbud) Bantul melakukan efisiensi sejumlah kegiatan lantaran alokasi anggaran Dana Keistimewaan (Danais) tahun 2025 ini menurun.
Kepala Disbud Bantul, Yanatun Yunadiana menjelaskan pada 2025 ini alokasi Danais urusan kebudayaan di Bantul mencapai Rp11,5 miliar. Jumlah tersebut menurun dibandingkan dengan tahun 2024 yang mencapai Rp17 miliar. "Beberapa kegiatan akhirnya kita hilangkan [efisiensi] karena tidak terbiayai," ujarnya saat ditemui di ruangannya, Senin (13/1/2025).
Ia menambahkan penurunan anggaran tersebut berimplikasi pada penurunan kegiatan urusan kebudayaan di seluruh bidang. Di antaranya kegiatan bidang adat tradisi, lembaga budaya dan seni menurun dari 55 kegiatan menjadi 40 kegiatan.
BACA JUGA : Tahun Ini, Pemkot Jogja Akan Membangun Rusunawa dengan Danais Rp5 Miliar
Kegiatan bidang sejarah, permuseuman, bahasa dan sastra tahun 2024 ada 23 kegiatan menjadi hanya delapan kegiatan. Hal serupa juga terjadi kegiatan bidang warisan budaya dari sebelumnya tercatat 2024 ada 21 kegiatan di 2024 silam, pada 2025 menurun menjadi delapan kegiatan.
"Sebenarnya alokasi anggaran kebudayaan telah mengalami penurunan sejak tahun 2024. Sebelumnya, tahun 2023, Disbud Bantul memperoleh alokasi anggaran Danais mencapai Rp33 miliar, tahun 2024 menurun menjadi Rp17 miliar," katanya.
Kepala Seksi Warisan Budaya Tak Benda, Widodo Yulianto menambahkan penurunan alokasi anggaran Danais 2025 berimplikasi pada penurunan atraksi di desa rintisan budaya. Dia menuturkan setiap tahun, Disbud Bantul menyelenggarakan atraksi budaya di 10 hingga 15 desa rintisan budaya.
BACA JUGA : Danais & Otsus Bawa Dampak Positif untuk Kesejahteraan
Namun, tahun 2025 ini penyelenggaraan atraksi budaya menurun signifikan. Di desa rintisan budaya tersebut dialokasikan anggaran sekitar Rp25-30 juta untuk penyelenggaraan atraksi budaya tersebut. "Tahun ini hanya lima, di desa rintisan budaya yang ditetapkan tahun 2024," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdukcapil Kota Jogja menyiapkan layanan jemput bola selama Agustus 2026 untuk HUT RI dan HUT Kota Jogja. Warga bisa mengurus seluruh dokumen kependudukan.
Prabowo menghadiri peluncuran MOLINAS di Cikarang, mencakup manufaktur, baterai, charging, pembiayaan hingga pasar.
DPRD Gunungkidul menyoroti sejumlah sekolah yang belum menerima MBG dan mendorong perluasan program agar lebih merata.
Pieter Huistra menyebut pemain asing PSS Sleman masih beradaptasi. PSS juga membuka peluang merekrut pemain lokal dan menyiapkan uji coba.
MA mengoreksi perhitungan kerugian negara kasus korupsi timah. Dari Rp300 triliun, kerugian keuangan negara ditetapkan Rp28,9 triliun.
Pemkab Temanggung mendukung wacana guru PPPK menjadi ASN pusat. Beban APBD daerah berpotensi berkurang sekitar Rp150,5 miliar.