SPMB SMP Bantul 2026 Dibuka Juni, Jalur Domisili Diubah
Dikpora Bantul mulai membuka tahapan SPMB SMP 2026 pada Juni mendatang. Jalur domisili wilayah kini bisa memilih tiga sekolah negeri.
Proses evakuasi korban Pantai Drini./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Sebanyak dua dari sembilan korban yang selamat dari insiden kecelakaan laut yang terjadi di Pantai Drini, Gunungkidul, pada Selasa (28/1/2025), saat ini menjalani perawatan intensif di RSUP Dr. Sardjito, Jogja.
Korban pertama, berinisial AR telah tiba lebih awal di rumah sakit, sementara korban kedua, berinisial MZ masih dalam proses rujukan ke fasilitas medis yang sama.
Manajer Hukum & Humas RSUP Dr. Sardjito, Banu Hermawan menyampaikan kedua korban merupakan pelajar SMPN 7 Mojokerto berusia 13 tahun dan berjenis kelamin laki-laki.
Korban sekarang tengah mendapatkan penanganan serius sesuai kondisi mereka. Adapun AR, kata dia telah diterima di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUP Dr. Sardjito dan langsung dirujuk ke Pediatric Intensive Care Unit (PICU) untuk mendapatkan perawatan intensif.
"Kami telah mempersiapkan tim medis terbaik, khususnya di bagian pediatrik atau perawatan intensif anak untuk menangani pasien yang merupakan korban kecelakaan laut ini. Semua langkah penanganan dilakukan sesuai dengan protokol keselamatan pasien," ujar Banu, Selasa.
Insiden kecelakaan laut di Pantai Drini ini kembali mengingatkan masyarakat akan pentingnya keselamatan selama beraktivitas di area pantai. Pantai Drini yang menjadi salah satu destinasi wisata populer di Gunungkidul, sering kali menarik wisatawan dengan keindahannya.
Namun, ombak besar dan kondisi laut yang tidak stabil dapat memicu risiko bagi para pengunjung.
Hingga saat ini, pihak RSUP Dr. Sardjito terus memantau kondisi kedua korban. Tim medis dari berbagai bidang telah dilibatkan untuk memastikan korban mendapatkan penanganan optimal. "Kami memohon doa dari masyarakat agar kondisi kedua pasien segera stabil dan bisa kembali pulih," tambah Banu.
BACA JUGA: Arus Deras Jadi Kendala Pencarian Korban Hilang di Pantai Drini
Selain itu, pihak keluarga korban terus mendampingi proses penanganan medis di RSUP Dr. Sardjito. Pihak rumah sakit juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan seluruh kebutuhan pasien terpenuhi selama masa perawatan.
Diberitakan sebelumnya, belasan murid SMP asal Mojokerto, Jawa Timur terseret ombak saat bermain di Pantai Drini, Selasa sekitar pukul 06.30 WIB. Ada tiga korban dinyatakan tewas, sedangkan satu siswa lainnya masih dalam pencarian dan sembilan lainnya selamat.
Ketiga siswa yang meninggal itu masing-masing berinisial AAP, MY, dan BF. Sementara satu siswa yang belum ditemukan adalah berinisial RYP.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 di Pantai Baron, Marjono mengatakan, peristiwa belasan pengunjung terseret ombak di Pantai Drini bermula dari agenda wisata dari salah satu SMP di Mojokerto.
Setibanya di lokasi, murid-murid mulai bermain air layaknya pengunjung lainnya. Nahasnya saat bermain di jalur kapal, yang kebetulan di sekitar lokasi ada arus balik air laut atau rip current, sehingga mereka pun terseret arus.
Belasan siswa pun terseret ombak di lokasi ini. Melihat peristiwa ini, tim SAR langsung melakukan penyelamatan dengan jumlah siswa yang selamat sembilan anak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dikpora Bantul mulai membuka tahapan SPMB SMP 2026 pada Juni mendatang. Jalur domisili wilayah kini bisa memilih tiga sekolah negeri.
Polisi selidiki keributan di Tegalrejo Jogja yang viral di media sosial. Diduga terjadi penganiayaan usai cekcok di jalan.
Polri menegaskan kesiapan operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang akan diresmikan secara serentak oleh Presiden Prabowo Subianto.
Forum Anak Daerah (FAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menggelar hari pertama dari rangkaian kegiatan "Temu Hati #17" di Ruang Nyi Ageng Serang
Dinkes Sleman ungkap keracunan Toragan akibat Salmonella dari makanan hajatan, seluruh pasien kini telah pulih.
Prabowo resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, soroti keadilan sosial dan nilai Pancasila dalam kasus buruh Indonesia.