8 SPPG di Gunungkidul Belum Beroperasi, Ribuan Siswa Tunggu MBG
Sebanyak delapan SPPG di Gunungkidul belum beroperasi sehingga ribuan siswa masih menunggu penyaluran Program Makan Bergizi Gratis.
Jasad salah seorang korban tragedi Pantai Drini Gunungkidul berhasil ditemukan oleh tim SAR Gunungkidul pada Rabu (29/1/2025) pagi./Istimewa-SAR Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pariwisata Gunungkidul bakal memasang banner atau spanduk larangan bermain di area berbahaya di kawasan Pantai. Hal ini sebagai antsipasi agar kasus laka maut yang menyebabkan empat siswa tewas terseret arus laut di Pantai Drini tidak terulang kembali.
Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Oneng Windu Wardhana mengaku telah menyiapkan langkah antisipasi untuk keselamatan pengunjung di kawasan Pantai.
Salah satunya adalah pemasangan banner untuk memberikan peringatan agar tidak bermain di area berbahaya. “Untuk pemasangannya dilakukan di jalan-jalan strategis. Selain itu, juga ada di kawasan pantai yang memiliki area berbahaya seperti rip current,” kata Windu kepada wartawan, Rabu (29/1/2025).
Menurut dia, lokasi rip current memang sangat berbahaya. Hal ini tak lepas adanya arus balik air laut yang sangat kuat sehingga berpotensi menyebabkan terjadinya kecelakaan. “Pengunjung harus menghindari lokasi ini karena sangat berbahaya. Makanya, kami akan memasang banner sebagai tanda peringatan,” katanya.
Pemasangan banner peringatan juga sebagai upaya menyambut libur lebaran yang tidak akan lama lagi. Diprediksi momen liburan ini akan ada lonjakan kunjungan. “Kami ikut prihatin atas terjadinya musibah di Pantai Drini. Kami pun melakukan antisipasi agar kejadian yang sama tidak terulang,” katanya.
BACA JUGA: Korban Keempat Tenggelam di Pantai Drini Ditemukan, Operasi Pencarian Dihentikan
Windu juga memastikan pasca kejadian di Pantai Drini, aktivitas wisata berjalan seperti biasa. “Imbaunnya kepada pengunjung tetap harus waspada dan berhati-hati untuk tidak bermain di lokasi berbahaya,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, insiden maut di Pantai Drini ini bermula adanya kegiatan outing class yang dilaksanakan oleh SMP Negeri 7 Mojokerto. Total ada 261 siswa dan 13 guru pendamping yang mengikuti kegiatan ini.
Rombongan sampai di Pantai Drini pada Selasa (28/1/2025) sekitar pukul 06.00 WIB. Sesampainya di tujuan, para siswa diminta untuk sarapan terlebih dahulu, tapi ada kelompok anak laki-laki yang langsung bermain air hingga terjadinya belasan siswa terseret arus air laut.
Total ada 13 anak yang menjadi korban. Sembilan anak berhasil diselamatkan dan dirujuk ke RSUD Saptosari, sedangkan empat korban lainnya dinyatakan hilang. “Keempat korban sudah ditemukan dan operasi pencarian resmi dihentikan,” kata Sekretaris Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 di Pantai Baron, Surisdiyanto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak delapan SPPG di Gunungkidul belum beroperasi sehingga ribuan siswa masih menunggu penyaluran Program Makan Bergizi Gratis.
BYD akan meresmikan pabrik di Indonesia dalam 1-2 bulan. M6 EV, M6 DM, dan Atto 1 kini sudah diproduksi secara lokal.
Port FC bermain imbang 2-2 melawan Persija Jakarta di Grup B Piala Presiden 2026 dan tetap bertahan di puncak klasemen sementara.
Jembatan Dodogan-Pokoh di Bantul mulai diperbaiki setelah putus akibat banjir bandang. Proyek senilai Rp1,9 miliar ditargetkan selesai Desember 2026.
DJP mencatat piutang pajak tak tertagih Rp47,4 triliun pada 2025. Sebanyak Rp35 triliun berstatus macet dan mayoritas berusia di atas lima tahun.
Simak rekomendasi AI terbaik untuk bisnis, mulai ChatGPT, Claude, Copilot, Perplexity AI hingga Jasper AI sesuai kebutuhan kerja.