Antisipasi Macet Dampak Jalan Tol: Sleman Siapkan Trans Sembada, Ini Jalurnya
Trans Sembada Sleman disiapkan untuk mengantisipasi kemacetan akibat perubahan mobilitas setelah jalan tol beroperasi.
Komandan Regu I Bidang Damkar Satpol PP Sleman, Bayu Ibrahim Aji sedang menjelaskan jenis-jenis ular dan penanganannya di Kantor Pemadam Kebakaran, Kalurahan Tridadi, Sleman, Sleman, Selasa (4/2/2025). Harian Jogja/Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, SLEMAN—Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Kabupaten Sleman mencatat ada 440 ular yang dievakuasi sepanjang 2024. Ular yang telah dievakuasi ini kemudian dilepas bekerja sama komunitas pecinta ular.
Kepala Seksi Operasional dan Investigasi Bidang Damkar Satpol PP Sleman, Nawa Murtiyanto mengatakan total evakuasi sepanjang 2024 mencapai 1.172 kejadian. Dari jumlah itu, 440 kejadian adalah evakuasi ular.
“Kalau prosedur pelaporan standar saja. Masyarakat tinggal hubungi nomor call center atau ekstensi biasa. Setelah menghubungi ya nanti kirim nama, alamat, share lokasi, dan foto hewannya agar kami mempersiapkan penanganannya,” kata Nawa, Selasa (4/2/2025).
Nawa menambahkan ular dan biawa sering masuk rumah yang berada di sekitar kawasan persawahan. Hewan yang telah mereka evakuasi akan dilepas lagi di alam liar. Apabila evakuasi dilakukan untuk reptil seperti buaya, petugas akan berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta.
Evakuasi buaya sempat dilakukan Jumat (26/1/2024) di Padukuhan Jetak, Selomartani, Kalasan, Sleman. Buaya sepanjang dua meter di bantaran Sungai Tepus itu pertama kali dilihat oleh warga yang sedang mencari barang bekas di aliran sungai.
Lebih jauh, Nawa menerangkan petugas evakuasi telah mendapat pelatihan dalam menangani hewan liar. Setiap regu memiliki anggota dengan spesialisasi penanganan hewan liar.
BACA JUGA: Pengecer yang Berstatus Sub-Pangkalan Masih Bisa Pasarkan LPG 3 Kg Tanpa Syarat Khusus
Komandan Regu I Bidang Damkar Satpol PP Sleman, Bayu Ibrahim Aji mengatakan ada beberapa kendala dalam mengevakuasi hewan liar. Ketika ada ular masuk di celah-celah tumpukan benda, petugas harus membongkarnya dahulu.
Selain itu, apabila ada hewan masuk sumur, petugas harus berhati-hati dengan kemungkinan munculnya gas beracun. Sebab itu, petugas juga membawa tabung oksigen.
“Pernah saya evakuasi juga ular itu. Penanganannya sama secara umum. Kami mengandalkan alat. Kalau berbisa pakai tongkat jepit. Kalau piton kami hindari lilitannya,” kata Bayu.
Bayu menegaskan pelapasan atau penanganan pasca ular berbisa dievakuasi bekerja sama dengan komunitas pecinta ular. Sedangkan apabila ular tidak berbisa, petugas akan melepas di alam.
Menurut dia, ular-ular tidak berbisa dapat menguntungkan petani dalam mengdalikan jumlah hama tikus, sebagai salah satu unsur penyeimbang ekosistem.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Trans Sembada Sleman disiapkan untuk mengantisipasi kemacetan akibat perubahan mobilitas setelah jalan tol beroperasi.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 13 September 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
iPhone 18 Pro, Pro Max, dan Duo sama-sama memakai A20 Pro. Cek perbedaan layar, kamera, baterai, dan harga ketiganya.
Andika Mahesa meminta publik tenang setelah Dodhy mengumumkan Kangen Band bubar. Ia akan menemui seluruh personel di Jakarta.
Pameran Nasirun digelar di Galeri Nasional Indonesia hingga 11 Oktober 2026, sekaligus menjadi pameran terakhir sebelum revitalisasi.
Australia merebut gelar putra dan putri AVC Beach Volleyball 2026 di Shangluo serta mengamankan dua kuota Olimpiade LA28.