Kemarau, Kasus Kebakaran Lahan di Gunungkidul Melonjak
Kasus kebakaran lahan di Gunungkidul meningkat menjadi 15 kasus selama musim kemarau. Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta saat menunjukkan kesepakatan bersama dengan PT SBI untuk memproduksi RDF dari hasil pengolahan sampah di Kabupaten Gunungkidul, Senin (3/2/2025). ist/Humas Pemkab Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul berencana memproduksi keripik sampah atau Refuse Derived Fuel (RDF) di TPAS Wukirsari di Padukuhan Wukirsari, Baleharjo, Wonosari. Rencananya hasil produksi ini dikirimkan ke PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) di Cilacap, Jawa Tengah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan, produksi RDF dilakukan dengan mengubah konsep pengelolaan sampah di TPAS Wukirsari. Rencananya, pengolahan diubah dari tempat pembuangan menjadi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).
Perubahan ini juga berdampak terhadap model pengolahan. Selama berbentuk TPAS, konsep yang digunakan dengan model sanitary landfill. Namun dengan perubahan menjadi TPST, maka sampah akan diolah dengan mesin pencacah sehingga menghasilkan RDF atau keripik sampah.
“Perubahan pengolahan sampah ini, sudah kami ajukan ke Pemerintah Pusat. Mudah-mudahan bisa direalisasikan,” katanya, Selasa (4/2/2025).
Menurut Hary, perubahan konsep pengolahan sampah di TPAS Wukirsari karena kapasitas untuk penumpukan sampah mulai over kapasitas. Di sisi lain, model sanitary landfill juga membutuhkan lokasi yang luas sehingga dinilai tidak efisien.
“Makanya ada alih teknologi dalam pengolahan sehingga sampah yang masuk diproduksi menjadi RDF yang bisa untuk bahan bakar pabrik semen,” katanya.
Disinggung realisasi perubahan TPAS menjadi TPST Wukirsari, Hary belum bisa memastikan. Ia mengatakan kepastian masih menunggu persetujuan dari Pemerintah Pusat.
BACA JUGA: Pengecer yang Berstatus Sub-Pangkalan Masih Bisa Pasarkan LPG 3 Kg Tanpa Syarat Khusus
“Sudah kami usulkan, lengkap dengan Detail Engineering Design [DED] untuk pembangunan. Mudah-mudahan bisa segera direalisasikan sehingga pengolahan sampah di Gunungkidul semakin optimal,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengatakan sudah ada MoU dengan PT SBI di Cilacap untuk menerima hasil produksi RDF dari pengolahan sampah di Gunungkidul. Menurut dia, kerja sama ada tiga aspek penting meliputi peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan keahlian dan ketrampilan tenaga kerja serta pemanfaatan hasil olahan RDF untuk kepentingan industri.
Ia berharap kesepakatan bersama ini segera ditindaklanjuti. Sunaryanta menyakini bahwa upaya yang dilakukan sebagai langkah awal dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang modern dan sistematis.
“Tentunya juga mendukung visi kabupaten Gunungkidul dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat bagi masyarakat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kebakaran lahan di Gunungkidul meningkat menjadi 15 kasus selama musim kemarau. Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan.
Bank Sampah Berlian 08 di Jogja memanfaatkan minyak jelantah sebagai bahan bakar pirolisis sampah plastik residu sehingga proses lebih cepat dan hemat.
Jadwal imsak, Subuh, dan Maghrib di DIY pada Kamis 30 Juli 2026 untuk puasa sunnah Kamis. Cek waktu sahur dan berbuka di sini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 30 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak 12 perjalanan dan tarif Commuter Line Rp8.000.
KPK mendalami penukaran 46.500 dolar Singapura yang diduga disiapkan Suhardiman Amby untuk Raja Juli Antoni dalam penyidikan kasus Kuansing.
PSEL Legok Nangka senilai Rp7,2 triliun mulai dibangun di Kabupaten Bandung. Proyek ini akan mengolah 2.131 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 40,79 M