3 Ruas Jalan di Gunungkidul Segera Diperbaiki, Anggaran Rp5 Miliar
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp5 miliar untuk memperbaiki tiga ruas jalan pada 2026. Dua proyek sudah memasuki tahap kontrak.
Ilustrasi. /Everypixel
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul bakal membagikan vitamin A kepada 32.731 balita. Program akan dijalankan mulai Februari ini dengan tujuan mendukung tumbuh kembang pada anak.
Kepala Dinkes Gunungkidul, Ismono mengatakan upaya meningkatkan kesehatan di Masyarakat terus dilakukan. Program yang dijalankan juga menyasar dari berbagai kalangan umur.
Salah satunya adalah pemberian vitamin A bagi balita di Gunungkidul. Berdasarkan data yang ada, calon penerima sasaran vitamin tercatat sebanyak 32.731 balita.
Jumlah ini terdiri dari bayi berusia 12-59 bulan sebanyak 29.303 anak dengan jenis vitamin A warna merah dengan dosis 200.000 IU. Sedangkan sisanya ada 3.428 bayi usia 6-11 bulan dengan jenis vitamin A warna biru dengan dosis 100.000 IU. “Mudah-mudahan programnya berjalan dengan lancar karena pemberian vitamin A mulai disalurkan pada Februari ini,” kata Ismono kepada wartawan, Selasa (11/2/2025).
Dia menjelaskan, pemberian vitamin ini sebagai upaya mendukung tumbuh kembang pada anak agar sehat. Manfaat mengkonsumsi vitamin A untuk membentuk sel darah merah, sel limfosit, antibodi juga integrasi sel epitel pelapis tubuh. “Manfaat lain adalah untuk mencegah rabun senja, kebutaan hingga membantu pemulihan pada ibu nifas agar tidak terkena anemia. Makanya, program vitamin A ini juga diberikan kepada ibu yang baru melahirkan,” katanya.
Ismono menambahkan, kekurangan vitamin A tidak bisa dianggap remeh. Pasalnya, anak bisa rentan terserang infeksi seperti infeksi saluran pernafasan atas [Ispa], campak hingga diare. “Agar program ini lancar, kami mengimbau kepada orang tua untuk membawa anaknya ke fasilitas kesehatan terdekat guna mendapatkan tambahan vitamin A,” kata Ismono.
Ketua Komisi D DPRD Gunungkidul, Heri Purwanto mengatakan, masalah kesehatan di Masyarakat harus benar-benar diperhatikan. Pasalnya, program ini merupakan salah satu prioritas yang harus dijalankan untuk mendukung kesehatan di masyarakat. “Sasarannya untuk berbagai kalangan maupun usia. Ini termasuk diberikan ke balita guna mendukung program Indonesia Emas di 2045,” katanya.
Heri berharap program yang dijalankan harus disosialisasikan dengan baik agar partisipasi warga dapat dioptimalkan. “Biar hasilnya berhasil, warga harus diberikan pemahaman melalui sosialisasi dan edukasi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp5 miliar untuk memperbaiki tiga ruas jalan pada 2026. Dua proyek sudah memasuki tahap kontrak.
Jadwal imsak, Subuh, dan Maghrib di DIY pada Kamis 30 Juli 2026 untuk puasa sunnah Kamis. Cek waktu sahur dan berbuka di sini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 30 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak 12 perjalanan dan tarif Commuter Line Rp8.000.
KPK mendalami penukaran 46.500 dolar Singapura yang diduga disiapkan Suhardiman Amby untuk Raja Juli Antoni dalam penyidikan kasus Kuansing.
PSEL Legok Nangka senilai Rp7,2 triliun mulai dibangun di Kabupaten Bandung. Proyek ini akan mengolah 2.131 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 40,79 M
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 30 Juli 2026 tersedia 15 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jam keberangkatan tiap stasiun.