Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Warga Sosromenduran membawa apem dalam Sarkem Fest, Jumat (21/2/2025)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Kelurahan Sosromenduran baru saja menggelar event tahunan Sarkem Fest, dimana dalam gelaran ini dibagikan ribuan apem kepada para pengunjung. Apem didorong untuk terus dikembangkan sehingga wilayah tersebut menjadi sentra apem.
Dalam pembukaan Sarkem Fest pada Jumat (21/2/2025), warga dari 54 RT di Sosromenduran membuat apem di sepanjang jalan Sosrowijayan. Apem-apem tersebut menjadi simbol permohonan ampun, yang dalam tradisi Jawa dimunculkan pada seremoni Ruwahan menyambut bulan Ramadan.
Plt Lurah Sosromenduran, Hendy Setiawan, menjelaskan di Sosromenduran sudah ada kampung wisata, yakni Sosrowijayan Wetan yang sudah mendapat apresiasi dari Kementerian Wisata dan Ekonomi Kreatif pada 2024.
Untuk mendukung hal ini, pihak kelurahan sudah merancang roadmap agar kedepan apem bisa menjadi sentra industri kuliner yang khas Sosrowijayan. “Kalau di Kotagede ada kippo, di Pathuk ada bakpia, kami ingin apem kemudian menjadi andalan Sosrowijayan,” katanya beberapa waktu lalu.
Hal ini tercetus karena dari 169 kampung yang ada di Kota Jogja belum ada yang tertarik menjadikan apem sebagai wisata kulinernya. “Jadi ini menjadi mimpi kami untuk menjadikan apem sebagai salah satu industri wisata kuliner di Sosrowijayan,” paparnya.
BACA JUGA: Sarkem Fest, Upaya Membersihkan Diri Warga Jelang Ramadan
Sehingga diharapkan produksi apem tidak hanya berhenti pada aspek budaya untuk perayaan tertentu seperti ruwahan, tapi juga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. “Di masa mendatang diharapkan dapat menjadi andalan peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” kata dia.
Ia juga sudah mengajak para warga yang bisa membuat apem untuk mengembangkan produksi apemnya. “Kami menggandeng chef dari hotel di wilayah kami, untuk menggenjot agar apem bisa lebih berkembang. Ide ini baru mulai tahun kemaren. Insyaallah ke depan bisa terwujud,” paparnya.
Kabid Daya Tarik Wisata Dinas Pariwisata Kota Jogja, Yurnelis Piliang, menuturkan kampung wisata di Sosromenduran memiliki keunikan yang harus terus dikembangkan. “Karena berada di kawasan Malioboro. Kedua, karena memiliki homestay yang banyak,” ujarnya.
Selain itu, atraksi wisata dan kuliner seperti Gudeg Mbok Lindu juga sangat mendukung untuk pariwisata. “Kami harapkan ini bisa dikelola dengan baik oleh kampung wisata,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Selasa 6 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal dari Jogja dan Kutoarjo.
Jadwal KA Bandara YIA Selasa 6 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya. Cek jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 6 Oktober 2026 dari Palur ke Jogja/Tugu tersedia 12 perjalanan. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 6 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif KRL sebesar Rp8.000.
Bimbel gratis di Prawirodirjan digelar lima kali sepekan untuk meningkatkan kemampuan belajar anak dan memperluas akses pendidikan.