Gandeng Hotel, Sosrowijayan Didorong Jadi Sentra Apem

Lugas Subarkah
Lugas Subarkah Minggu, 23 Februari 2025 18:37 WIB
Gandeng Hotel, Sosrowijayan Didorong Jadi Sentra Apem

Warga Sosromenduran membawa apem dalam Sarkem Fest, Jumat (21/2/2025)./Harian Jogja-Lugas Subarkah

Harianjogja.com, JOGJA—Kelurahan Sosromenduran baru saja menggelar event tahunan Sarkem Fest, dimana dalam gelaran ini dibagikan ribuan apem kepada para pengunjung. Apem didorong untuk terus dikembangkan sehingga wilayah tersebut menjadi sentra apem.

Dalam pembukaan Sarkem Fest pada Jumat (21/2/2025), warga dari 54 RT di Sosromenduran membuat apem di sepanjang jalan Sosrowijayan. Apem-apem tersebut menjadi simbol permohonan ampun, yang dalam tradisi Jawa dimunculkan pada seremoni Ruwahan menyambut bulan Ramadan.

Plt Lurah Sosromenduran, Hendy Setiawan, menjelaskan di Sosromenduran sudah ada kampung wisata, yakni Sosrowijayan Wetan yang sudah mendapat apresiasi dari Kementerian Wisata dan Ekonomi Kreatif pada 2024.

Untuk mendukung hal ini, pihak kelurahan sudah merancang roadmap agar kedepan apem bisa menjadi sentra industri kuliner yang khas Sosrowijayan. “Kalau di Kotagede ada kippo, di Pathuk ada bakpia, kami ingin apem kemudian menjadi andalan Sosrowijayan,” katanya beberapa waktu lalu.

Hal ini tercetus karena dari 169 kampung yang ada di Kota Jogja belum ada yang tertarik menjadikan apem sebagai wisata kulinernya. “Jadi ini menjadi mimpi kami untuk menjadikan apem sebagai salah satu industri wisata kuliner di Sosrowijayan,” paparnya.

BACA JUGA: Sarkem Fest, Upaya Membersihkan Diri Warga Jelang Ramadan

Sehingga diharapkan produksi apem tidak hanya berhenti pada aspek budaya untuk perayaan tertentu seperti ruwahan, tapi juga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. “Di masa mendatang diharapkan dapat menjadi andalan peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” kata dia.

Ia juga sudah mengajak para warga yang bisa membuat apem untuk mengembangkan produksi apemnya. “Kami menggandeng chef dari hotel di wilayah kami, untuk menggenjot agar apem bisa lebih berkembang. Ide ini baru mulai tahun kemaren. Insyaallah ke depan bisa terwujud,” paparnya.

Kabid Daya Tarik Wisata Dinas Pariwisata Kota Jogja, Yurnelis Piliang, menuturkan kampung wisata di Sosromenduran memiliki keunikan yang harus terus dikembangkan. “Karena berada di kawasan Malioboro. Kedua, karena memiliki homestay yang banyak,” ujarnya.

Selain itu, atraksi wisata dan kuliner seperti Gudeg Mbok Lindu juga sangat mendukung untuk pariwisata. “Kami harapkan ini bisa dikelola dengan baik oleh kampung wisata,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online