Dukung Penanganan Sampah Kota Jogja, Ini yang Dilakukan Pemda DIY

Lugas Subarkah
Lugas Subarkah Rabu, 05 Maret 2025 06:57 WIB
Dukung Penanganan Sampah Kota Jogja, Ini yang Dilakukan Pemda DIY

Sejumlah alat berat dikerahkan untuk membersihkan timbunan sampah di depo yang ada di wilayah Kota Jogja belum lama ini. - Harian Jogja/Yosef Leon

Harianjogja.com, JOGJAPemda DIY memberi dukungan penanganan sampah yang tengah digalakkan oleh kepala daerah-kepala daerah baru di DIY, terutama oleh Pemkot Jogja. Hal ini diwujudkan dengan pemberian fasilitas lahan Piyungan hingga ITF Bawuran.

Sekda DIY, Beny Suharsono, menjelaskan Pemda DIY menyiapkan lahan di TPA Piyungan untuk mengevakuasi sekitar 4.000 ton dari depo-depo di Kota Jogja. Pemkot bisa mengirim sampah dari berbagai depo ke TPA Piyungan.

BACA JUGA: Anggaran Dipangkas Rp260 Miliar, Pemda DIY Upayakan Tidak Mengganggu Layanan Publik

Hal ini diperlukan karena TPS3R yang dimiliki Kota Jogja belum bisa mengakomodasi banyaknya sampah dari depo-depo. "Saat ini, pengolahan sampah di beberapa wilayah [Kota Jogja] masih belum bisa beroperasi penuh. Oleh karena itu, evakuasi sampah harus dilakukan secara bertahap," katanya, Selasa (4/3/2025).

Bila tidak ditangani dengan cepat, dikhawatirkan tumpukan sampah akan semakin menggunung. Apalagi sebentar lagi banyak wisatawan dan pemudik yang akan masuk ke Jogja pada libur lebaran mendatang.

Sedangkan untuk wilayah kabupaten lain seperti Bantul dan Sleman, pengelolaan sampah masih bisa dikelola Pemkab masing-masing karena masih memiliki cukup lahan. "Namun, di kota, penanganan harus lebih sistematis," ungkapnya.

Pada Maret ini juga akan diluncurkan Intermediate Treatment Facility (ITF) Bawuran, Bantul, yang bisa dimanfaatkan oleh Pemkot Jogja. Di ITF Bawuran terdapat dua aktivitas, yakni pengelolaan sampah dan mengolah sampah menjadi bahan industri.

“Ini baru yang mengelola sampahnya. Nantinya Kota Jogja dan Bantul akan bekerja sama dengan pihak ketiga. Itu sudah direncanakan akan diluncurkan. Itu dukungan kita. ITF Bawuran bisa digunakan siapa saja, tapi harus kerja sama,” kata dia.

Diharapkan dengan dukungan ini pengelolaan sampah di Kota Jogja dan kabupaten sekitarnya bisa lebih maksimal. Tidak ada lagi penumpukan sampah di depo maupun sampah liar di tepi jalan yang banyak ditemui di wilayah perbatasan kabupaten-kota.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online